10 Pengertian Arthropoda Beserta Ciri Dan Peranannya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Arthropoda merupakan filum yang paling besar dalam dunia hewan yang mencakup seperti serangga, laba-laba, udang, lipan maupun hewan sejenis yang lainnya. Arthropoda ini biasanya dapat ditemukan di laut, air tawar, darat dan lingkungan udara dan termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Kata Arthropoda ini berasal dari bahasa Yunani yang “Arthron” berarti “ruas, buku” atau “segmen” dan “podos” berarti “kaki” yang disatukan akan berarti “kaki yang berbuku-buku”. Dalam hal ini Arthropoda dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku atau hewan yang beruas.

Arthropoda Beserta Ciri Dan Peranan
Untuk karakteristik yang dapat membedakan Arthropoda dengan filum yaitu:

  • Tubuh bersegmen.
  • Segmen bisanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas.
  • Pada anggota tubuh bersegmen berpasangan ( asal penamaan Arthropoda )
  • Simetribu bilateral.
  • Eksoskeleton berkitin.
  • Secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan.
  • Kanal alimentary seperi pipa dengan mulut dan anus.
  • Sistem sirkulasi terbuka.
  • Hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen.
  • Rongga tubuh sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi.

Yang pada sistem saraf mereka seperti tangga tali, yang terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentary, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otka ke sekitar kanal alimentari dan tali saraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi. Tabung kosong yang masuk kanal alimentary dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trachea dan spirakel tidak ada silia atau nefrida.

Baca Juga:

Penglihatan mereka bergantung pada berbagai variasi kombinasi mata mejemuk dan ocelli (mata tunggal) yang berbentuk mangkuk pigmen: pada kebanyakan spesies ocelli hanya dapat mendeteksi arah dari sumber cahaya, dan mata majemuk ialah sumber informasi utama, tetapi mata utama pada laba-laba ialah ocelli yang bisa membentuk bayangan dan dalam beberapa kasus, bisa berputar untuk melacak mangsa. Arthropoda mempunyai berbagai sensor kimia dan mekanik, sebagian besar didasarkan pada modifikasi dari banyak setae (bulu) yang keluar yang melalui kutikula mereka.

Metode Reproduksi Arthropoda

Dalam metode reproduksi pada Arthropoda ini beragam yaitu:

  • Semua spesies darat menggunakan pembuahan dalam, tetapi sering dilakukan dengan cara pemindahan sperma tidak langsung.
  • Spesies air menggunakan pembuahan dalam atau pembuahan luar.

Hampir semua Arthropoda bertelur tetapi kalajengking melahirkan setelah telurnya menetas di dalam tubuh induknya. Arthropoda muda bervariasi bentuknya mulai dari menyerupai dewasa dengan ukuran yang lebih kecil sampai berupa larva dan ulat yang tidak memiliki kaki berbuku-buku yang akhirnya akan mengalami metamorfosis total untuk mencapai bentuk dewasa. Penjagaan induk terhadap Arthropoda muda bervariasi dari yang tidak ada sama sekali sampai penjagaaan yang lama, seperti yang dilakukan oleh kalajengking.

Dalam garis evolusi Arthropoda bisa ditelusuri periode Kambrium. Kelompok ini umumnya dianggap sebagai monofiletik dan banyak analisis mendukung penempatan Arthropoda bersama cycloneuralia dan superfilum ecdysozoa. Tetapi hubungan dasar metazoan belum diketahui secara pasti. Dalam hal ini hubungan diantara sesame kelompok Arthropoda masih sering diperdebatkan. Arthropoda memiliki kontribusi terhadap suplai makanan, manusia, baik langsung ( sebagai makanan ) maupun tidak langsung seperti membantu penyerbukan. Beberapa spesies tertentu diketahui merupakan vektor penyakit berbahaya bagi manusia hewan dan tumbuhan.

Ciri-Ciri Arthropoda

Arthropoda merupakan kelompok hewan yang kaki dan tubuhnya beruas-ruas. Yang pada tubuhnya terdiri dari bagian kepala, dada dan perut. Memiliki rangka luar (eksoskeleton) dari zat kitin, yang menyebabkan tubuh Arthropoda kuta dan kaku.

Untuk habitatnya didarat, air tawar, maupun di laut. Arthropoda ada yang hidup bebas, ada juga yang parasit pada tumbuhan, hewan atau manusia. Arthropoda merupakan filum terbesar apabila dilihat dari jumlah anggotanya, dominan dalam dunia hewan Avertebrata dan sebagai besar Arthropoda ialah serangga (insekta). Untuk alat pernapasannya bervariasi sesuai dengan habitatnya. Dan untuk Arthropoda darat bernapas dengan trakea atau paru-paru buku, sedangkan yang hidup di air bernapas dengan insang. Jenis kelamin terpisah (gonochoris). Beberapa jenis Arthropoda mengalami parthenogenesis, alat ekskresinya berupa nefridium yang berpasangan, sistem saraf tangga tali.

Peranan Arthropoda

Beberapa hewan yang termasuk Arthropoda berikut ini memiliki peranan dalam kehidupan manusia.

Crustacea

  • Sebagai sumber protein hewani dan bernilai ekonomis tinggi. Contoh: udang, kepiting, dan lobster.
  • Sebagai sumber makanan ikan, terutama Microcrustacea yang merupakan komponen penting pembentuk zooplankton.

Myriapoda

Membantu proses penguraian sampah organik, karena kemampuannya memakan partikel-partikel sampah (detritus) menjadi partikel yang lebih kecil. Contoh: luwing/lipan.

Arachnida

Umumnya Arachnida merugikan, karena:

  • Sebagai ektoparasit pada hewan-hewan ternak. Contoh: caplak.
  • Sarangnya menyebabkan rumah menjadi kotor. Contoh: laba-laba.

Insekta

Insekta terdiri dari spesies yang sangat beragam, oleh karena itu peranannya dalam kehidupan manusia juga beragam.

Menguntungkan
  • Menghasilkan sesuatu yang berguna bagi manusia. Contoh: lebah madu menghasilkan madu, kokon ulat sutera menghasilkan serat sutera.
  • Membantu proses penyerbukan/polinasi tanaman. Contoh kepik memakan kutu daun.
  • Membantu proses degradasi sampah organik. Contoh: kumbang kotoran, larvanya membantu degradasi sampah organik berupa kotoran ternak.
  • Sebagai media pengobatan berbagai penyakit. Contoh: lebah hutan (Aphis mellifera) dimanfaatkan sengatnya untuk terapi berbagai macam penyakit dan telah terbukti dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit, salah satunya ialah teknik Aphiterapi, yaitu terapi menggunakan media lebah.
  • Sumber protein hewani. Contoh: belalang kayu ada yang memanfaatkannya sebagai makanan.
Merugikan
  • Sebagai vektor (agen penular) berbagai penyakit. Contoh: nyamuk Anopheles sp, nyamuk Aedes aygepti, nyamuk Culex sp, lalat tsetse, lalat tabanus, dan lalat rumah.
  • Merusak tanaman budidaya. Contoh: ulat/larva Lepidoptera memakan berbagai dedaunan, kumbang kelapa memakan bagian pucuk pohon kelapa, walang sangit menghisap cairan biji padi yang masih muda.

Demikianlah pembahasan mengenai 10 Pengertian Arthropoda Beserta Ciri Dan Peranannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂