Lembaga Sosial
Lembaga Sosial : Source By Youtube

10 Pengertian, Ciri Dan Macam-Macam Lembaga Sosial

Posted on
10 Pengertian, Ciri Dan Macam-Macam Lembaga Sosial
5 (100%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Lembaga sosial adalah satu jenis lembaga yang mengatur proses dan prosedur dalam hubungan antar sesama manusia, ketika semua sedang menjalani kehidupan sosial dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup antar sesama. Istilah lembaga sosial dalam bahasa Inggris adalah social institution, lembaga sosial juga di definisikan sebagai lembaga masyarakat.

Lembaga Sosial
Lembaga Sosial : Source By Youtube

Hal ini karena lembaga sosial mengacu pada tatacara mengatur perilaku anggota masyarakatnya. Sebuah pendapat lain bahwa tatanan sosial adalah sistem perilaku dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Sementara itu, menurut lembaga sosial Koentjaraningrat adalah unit norma khusus yang mengatur serangkaian tindakan khusus bermotif untuk keperluan manusia dalam kehidupan sosial.

Ciri Dan Karakter Lembaga Sosial

Meskipun lembaga sosial merupakan suatu konsep yang abstrak, ia memiliki sejumlah ciri dan karakter yang dapat dikenali.

Menurut J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul “Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial” (General Features of Social Institution) menguraikan sebagai berikut :

  • Lembaga-lembaga sosial yang pola organisasi pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasil. Ini terdiri dari kebiasaan, perilaku sistem, dan unsur-unsur budaya lainnya yang tergabung dalam unit fungsional.
  • Lembaga sosial juga dicirikan oleh tingkat tertentu permanen. Oleh karena amal adalah seperangkat norma yang berkisar pada kebutuhan dasar, maka sudah sewajarnya bila dipertahankan dan standar.
  • Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, serta lembaga perkawinan, perbankan, agama, dan lain-lain.
  • Ada peralatan ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga-lembaga sosial. Misalnya, rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja, kuil dan biara untuk lembaga-lembaga keagamaan.
  • Lembaga sosial biasanya juga ditandai dengan simbol atau simbol tertentu. Simbol seperti simbolis menarik tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu untuk negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.
  • Lembaga sosial telah menulis dan tradisi tidak tertulis yang menetapkan tujuan, aturan, dan lain-lain. Misalnya, izin untuk menikah dan hukum perkawinan bagi institusi perkawinan.

Sementara ahli sosial yang bernama John Conen juga mengedepankan karakteristik lembaga sosial. Menurutnya ada sembilan karakteristik (ciri khas) dari lembaga-lembaga sosial sebagai berikut.

  • Setiap lembaga sosial bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masyarakat.
  • Setiap lembaga sosial memiliki nilai mendasar yang berasal dari anggota.
  • Dalam lembaga sosial ada pola perilaku permanen menjadi bagian dari tradisi budaya yang ada dan diakui anggota.
  • Ada lembaga-lembaga sosial saling ketergantungan dalam masyarakat, lembaga-lembaga sosial mengubah hasilnya perubahan lain dalam lembaga-lembaga sosial.
  • Meskipun lembaga-lembaga sosial yang saling bergantung, masing-masing terdiri dari lembaga-lembaga sosial dan organisasi menjadi sempurna sekitar pola sirkuit, norma, nilai-nilai, dan perilaku yang diharapkan.
  • Ide-ide lembaga sosial yang berlaku umum oleh mayoritas anggota masyarakat, terlepas dari apakah atau tidak mereka juga berpartisipasi.
  • Sebuah lembaga sosial memiliki bentuk sopan santun perilaku.
  • Setiap lembaga sosial memiliki simbol budaya tertentu.
  • Sebuah lembaga sosial memiliki sebagai ideologi atau orientasi kelompok dasar.

Syarat Lembaga Sosial

Menurut Koentjaraningrat aktivitas manusia atau aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Persyaratan tersebut antara lain :

  • Kode standar etik, yang bisa menjadi norma dan adat istiadat yang hidup dalam memori atau tertulis.
  • Kelompok manusia yang menjalankan kegiatan bersama-sama dan saling berhubungan sesuai dengan norma-norma sistem.
  • Pusat kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik kompleks, yang diakui dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.
  • Memiliki peralatan dan perlengkapan.
  • Sistem ini dibiasakan kegiatan atau terbangun dengan kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk jangka waktu yang panjang.

Syarat Lembaga Sosial

Menurut Koentjaraningrat aktivitas manusia atau aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Persyaratan tersebut antara lain :

  • Suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun tertulis.
  • Kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut.
  • Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks- kompleks kebutuhan tertentu, yang disadari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.
  • Mempunyai perlengkapan dan peralatan.
  • Sistem aktivitas itu dibiasakan atau disadarkan kepada kelompok- kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama.

Jenis-jenis Lembaga Sosial

Ada 8 jenis lembaga sosial, yakni :

Lembaga Keluarga

Keluarga adalah unit sosial terkecil di masyarakat dan juga lembaga pertama yang memasukkan manusia ketika mereka lahir.

Proses Pembentukan Keluarga Secara umum, keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti ini:

  • Dimulai dengan interaksi antara laki-laki dan perempuan.
  • Interaksi dilakukan berulang-ulang, maka menjadi hubungan sosial yang lebih intim, menyebabkan proses kawin.
  • Setelah pernikahan, keturunan terbentuk, maka membentuk keluarga inti.

Lembaga Pendidikan

  • Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi lain lembaga pendidikan adalah sebagai berikut :

  • Mengurangi kontrol orang tua. Melalui pendidikan, orang tua sekolah mendelegasikan tugas dan tanggung jawab dalam mendidik anak-anak ke sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dari perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang hal-hal, seperti pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan melakukan sosialisasi kepada siswa mereka untuk menerima perbedaan prestise, kehormatan, dan status dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau setidaknya tidak sesuai dengan status orang tua mereka.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah juga dapat memperlambat dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut :

  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

Lembaga Ekonomi

Tujuan dan fungsi lembaga ekonomi

Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.

Fungsi dari lembaga ekonomi adalah :

  • Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan.
  • Memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter.
  • Memberi pedoman tentang harga jual beli barang.
  • Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja.
  • Memberikan pedoman tentang cara pengupahan.
  • Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja.
  • Memberi identitas bagi masyarakat.

Lembaga Agama

Lembaga Agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan.

Fungsi Lembaga agama adalah :

  • Sebagai aturan hidup.
  • Sumber kebenaran.
  • Prosedur peraturan untuk hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan.
  • Tuntutan prinsip benar dan salah.
  • Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan dalam agama wajib berbuat baik untuk orang lain.
  • Pedoman keyakinan manusia berbuat baik selalu disertai dengan keyakinan bahwa tindakan itu adalah tugas dari Allah dan percaya bahwa tindakannya akan dihargai, meskipun tindakannya sedikit.
  • Pedoman kehadiran dasarnya makhluk di dunia hidup adalah ciptaan Allah sendiri.
  • Manusia pengungkapan cenderung menyukai keindahan estetika karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia.
  • Pedoman untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar aturan agama.

Lembaga Politik

Lembaga politik adalah lembaga yang berhubungan dengan administrasi dan umum aturan untuk pencapaian keamanan dan ketentraman masyarakat. Lembaga yang asisten seperti sistem hukum dan perundang-undangan, polisi, angkatan bersenjata, pegawai negeri, pihak, hubungan diplomatik. Bentuk lembaga atau institusi politik yang mengkoordinasikan semua kegiatan dimaksud negara di atas. Lembaga-lembaga politik fungsi :

  • Pelembagaan norma melalui hukum yang diajukan oleh legislatif.
  • Menerapkan UU yang telah disetujui.
  • Menyelesaikan konflik antara warga negara yang bersangkutan.
  • Mengatur layanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan sebagainya.
  • Melindungi warga atau warga serangan bangsa lain.
  • Menjaga kesiapan / kewaspadaan menghadapi bahaya.

Lembaga Hukum

Fungsi hukum dalam perkembangan masyarakat dapat terdiri dari :

  • Sebagai sarana mengatur disiplin PR

Dalam arti, hukum pekerjaan manusia menunjukkan apa yang baik, dan buruk, sehingga semuanya dapat berjalan tertib dan teratur.

  • Sebagai sarana untuk mencapai keadilan sosial dan tak terlihat

Karena hukum memiliki sifata dan karakteristik yang telah disebutkan, maka hukum dapat memberi keadilan, dalam arti bahwa seseorang dapat menentukan siapa, dan siapa yang benar, dapat bersikeras bahwa aturan dapat ditaati ancaman sanksi bagi pelanggar.

  • Sebagai sarana mengemudi pembangunan

Kekuatan mengikat dan kekuatan hukum dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk menggerakkan pembangunan. Berikut hukum sebagai alat untuk membawa orang ke yang lebih maju.

Untuk penentuan alokasi wewenang secara rinci yang dapat melakukan eksekusi (penegakan) hukum, yang mematuhi, yang memilih sanksi yang tepat dan adil, seperti konsep hukum konstitusi negara.

  • Sebagai sarana penyelesaian sengketa

Sebagai contoh warisan persengekataan dapat diselesaikan dengan ketentuan hukum waris yang telah ditetapkan dalam hukum perdata.

Menjaga kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi hidup, yaitu dengan merumuskan hubungan penting antara anggota masyarakat.

Lembaga Budaya

Lembaga budaya adalah lembaga publik dalam suatu negara yang berperen dalam pengembangan budaya,ilmu pengetahuan,lingkungan,seni,dan pendidikan pada masyarakat yang ada pada suatu daerah atau negara.

Fungsi lembaga budaya adalah

  • Melestarikan budaya yang ada di Indonesia.
Di kutip dari Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/

Ikuti Link Di Bawah Ini Juga Ya Untuk Artikel Kewarganegaraan Lainnya :

Demikian Pembahasan Tentang 10 Pengertian, Ciri Dan Macam-Macam Lembaga Sosial Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca DosenPendidikan.Com Aminnn … 😀

loading...