Hutan Produksi
Hutan Produksi

10 Pengertian Dan Pemanfaatan Hutan Produksi

Posted on
Rate this post

10 Pengertian Dan Pemanfaatan Hutan Produksi – Definisi hutan produksi adalah hutan dapat dikelola untuk menghasilkan nilai ekonomi dan memiliki fungsi utama untuk menghasilkan hasil hutan. Hutan memberikan banyak hasil dihargai ekonomi seperti kayu. resin. rotan, dupa. jelutung dan getah lainnya. Hutan poduksi ini menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis dan menguntungkan jika dijual seperti kayu dan beberapa hasil hutan lainnya yang disebutkan di atas.

Hutan Produksi
Hutan Produksi

Definisi hutan produksi yang dapat dikonversi adalah produksi hutan dapat dikonversi ke berbagai tujuan di luar konteks kehutanan seperti untuk hewan darat. ranjau darat. perkebunanT sawah dan transmigrasi. Singkatnya, dapat jenis multifungsi hutan tidak hanya menghasilkan produk hutan saja.

Kawasan hutan adalah istilah yang dikenal dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yaitu menurut pasal 3 yang berbunyi:

“Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap”.

Definisi menurut Mahkamah Konstitusi

Putusan Mahkamah Konstitusi pada hari Kamis, 9 Februari 2012, memutuskan bahwa :

  • “Frasa “ditunjuk dan atau” dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412) ‘bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Frasa “ditunjuk dan atau” dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.“

Dari putusan MK tersebut definisi kawasan hutan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap adalah: “wilayah tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap”.

Fungsi Hutan

Kawasan hutan di Indonesia memiliki fungsi sebagai fungsi konservasi; Fungsi lindung; dan fungsi produksi. Secara umum, semua hutan memiliki fungsi konservasi, lindung dan produksi. Setiap daerah hutan memiliki kondisi yang berbeda sesuai dengan keadaan fisik, topografi, flora dan fauna dan keanekaragaman hayati dan ekosistem.

Di Indonesia telah ditetapkan tiga fungsi hutan lahan ke dalam fungsi utama hutan. Yang dimaksud dengan fungsi utama adalah fungsi utama yang dilakukan oleh hutan.

Fungsi utama dari hutan Indonesia adalah:

  • Fungsi utama sebagai konservasi hutan
  • Fungsi utama sebagai hutan lindung
  • Fungsi utama sebagai hutan produksi

Konservasi hutan

  • Konservasi hutan adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang memiliki fungsi utama melestarikan keanekaragaman flora dan fauna dan ekosistemnya. Hutan konservasi terdiri dari kawasan hutan cagar alam, konservasi hutan alam, dan taman buru.

Hutan lindung

Hutan lindung memiliki kondisi sedemikian rupa sehingga dapat memberikan efek yang baik pada tanah dan alam sekitarnya, serta sistem air dapat dipertahankan dan dilindungi.

Definisi

Undang-Undang Nomor 41 1999 Pasal 1, ayat 8 mendefinisikan hutan lindung sebagai kawasan hutan yang memiliki fungsi dasar sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, yaitu:

  • Mengatur sistem air
  • Mencegah banjir
  • Erosi
  • Mencegah intrusi air laut
  • Memelihara kesuburan tanah

Pemanfaatan Hutan

Undang-Undang Nomor 41 1999 Pasal 26 menyatakan bahwa penggunaan hutan lindung bisa dilakukan tanpa merusak lingkungan atau mengurangi fungsi utama di kawasan itu, melalui penyediaan izin usaha, yaitu:

Pemanfaatan kawasan, misalnya:

  • Budidaya jamur
  • Penangkaran satwa
  • Budidaya tanaman obat dan tanaman hias

Pemanfaatan jasa lingkungan, misalnya:

  • Pemanfaatan wisata alam
  • Penggunaan air
  • Pemanfaatan keindahan dan kenyamanan

Pemanenan hasil hutan non-kayu, misalnya:

  • Mengambil rotan
  • Mengambil madu
  • Mengambil buah

Tujuan utama penggunaan hutan lindung adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan dan meningkatkan fungsi hutan lindung untuk generasi sekarang dan masa depan.

Hutan produksi terdiri dari:

  • Hutan Produksi tetap (HP) adalah: hutan dapat dimanfaatkan dengan cara pengobatan dengan tebang pilih dan cara tebang habis.
  • Hutan produksi terbatas (HPT) adalah: hutan yang hanya dapat dimanfaatkan dengan cara tebang pilih. Hutan

Produksi Terbatas adalah hutan yang dialokasikan untuk produksi kayu dengan intensitas rendah. Hutan produksi terbatas ini umumnya berada di wilayah pegunungan di mana lereng – lereng yang curam menyulitkan logging.
Produksi

3. Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi (HPK)

  • Kawasan hutan dengan faktor kelas lereng jenis, tanah, dan intensitas hujan setelah masing – masing dikalikan dengan bobot memiliki nilai 124 atau kurang luar diawetkan hutan dan hutan konservasi alam.
  • Kawasan hutan di tempat yang disediakan akan digunakan untuk pengembangan transmigrasi, pemukiman dan pertanian perkebunan.
Sumber : https://id.wikipedia.org/

Baca Juga Artikel Geografi Lainnya Di bawah ini :

Demikian Pembahasan Tentang 10 Pengertian Dan Pemanfaatan Hutan Produksi Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀