Geografi
Geografi

10 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Posted on
10 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli
Rate this post

10 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli – Geografi adalah studi tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) atas fenomena fisik spasial, dan manusia di permukaan bumi. Kata ini berasal dari bahasa Yunani Geo (“Bumi”), dan graphein (“menulis” atau “menjelaskan”). Geografi juga merupakan judul buku sejarah tentang hal ini, terutama Geographia Klaudios Ptolemy (abad kedua).

Geografi
Geografi

Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Ini tidak hanya apa, dan di mana di muka bumi, tapi juga mengapa itu ada di sana, dan tidak di tempat lain, kadang-kadang disebut sebagai “lokasi pada ruang.” Studi ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari efek yang dihasilkan dari perbedaan yang terjadi.

Pengertian Geografi menurut para ahli

1. Erastothenes (Abad ke-1)

Geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bentuk muka bumi

2. Claudius Ptolomaeus

Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi

3. Ullman (1954)

Geografi adalah interaksi antar ruang.

4. Strabo (1970)

Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemudian disebut konsep Natural Atrribut of Place.

5. Ekblaw dan Mulkerne

Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi, dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni, dan tempat rekreasi yang kita nikmati.

6. Paul Vidal de La Blance

Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam ini.

7. Prof. Bintarto (1981)

Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

8. Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988)

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan, dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan, dan kelingkungan dalam konteks keruangan.

9. Von Rithoffen

Geografi adalah studi tentang gejala, dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala, dan sifat tersebut.

10. Haris (2012)

Geografi adalah suatu ilmu yang mengkaji segala aspek-aspek yang ada di permukaan bumi dengan konsep spasial untuk pemanfaatan pembangunan yang ada dipermukaan bumi.

Konsep Geografi

Konsep Lokasi

Konsep lokasi adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas:

Lokasi absolut : lokasi menurut letak lintang, dan bujur bersifat tetap. Contoh : Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS, dan di antara 95°BT-141°BT.

Lokasi relatif : lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya, dan sifatnya berubah. Contoh: Indonesia terletak antara Benua Asia, dan Australia.

Konsep Jarak

Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik dinyatakan dalam satuan panjang kilometer, dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).

Konsep Keterjangkauan

Sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk dapat dijangkau dipengaruhi oleh lokasi, jarak, dan kondisi tempat. Contoh: Surabaya–Jakarta bisa ditempuh dengan bus atau pesawat.

Konsep Pola

Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.

Konsep Geomorfologi

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Ilmu geografi tidak terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan, lembah, dan dataran. Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan objek studi geografi.

Konsep Aglomerasi

Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan kawasan industri, pusat perdagangan, dan daerah pemukiman.

Konsep Nilai Kegunaan

Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. Nilai kegunaan pun bersifat relatif. Misalnya pantai mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi bagi warga kota yang selalu hidup dalam keramaian, kebisingan, dan kesibukan.

Konsep Interaksi Interdependensi

Interaksi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya. Contohnya adalah perbedaan kondisi antara daerah pedesaan, dan perkotaan yang kemudian dapat menimbulkan suatu kegiatan interaksi seperti halnya penyaluran kebutuhan pangan, arus urbanisasi maupun alih teknologi.

Konsep Diferensiasi Area

Fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain. Contoh: Areal pedesaan khas, dan corak persawahan.

Konsep Keterkaitan Keruangan

Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya merupakan suatu keterkaitan keruangan. Misalnya hubungan antara kemiringan lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapisan tanah serta hubungan antara daerah kapur dengan kesulitan air.

Pendekatan Geografi

Pendekatan spasial (Keruangan)

Analisis spasial adalah pendekatan yang khas dalam geografi sebagai studi tentang keragaman ruang bumi dengan mempelajari setiap aspek spasial. Aspek bumi meliputi faktor lokasi ruang, kondisi alam, dan kondisi sosial budaya masyarakat. Dalam meninjau aspek-aspek tersebut, seorang ahli geografi sangat memperhatikan faktor lokasi, distribusi (distribusi), keterkaitan dan interaksi.

Salah satu contoh pendekatan spasial tersebut adalah sebidang tanah yang mahal karena tanah yang subur, dan terletak di pinggir jalan. Dalam contoh ini, yang pertama adalah untuk menilai berdasarkan produktivitas pertanian lahan, sedangkan yang kedua menilai tanah berdasarkan ruang nilai adalah lokasi yang strategis.

Pendekatan Ekologi (Lingkungan)

Pendekatan lingkungan didasarkan pada satu prinsip dalam disiplin biologi, yaitu interelasi yang menonjol antara hidup dan lingkungan. Dalam geografi analisis lingkungan meneliti interaksi gejala, dan keterkaitan antara komponen fisik (alam) dengan non-fisik (sosial).

Pendekatan ekologi untuk analisis dengan melihat perubahan komponen biotik dan abiotik dalam keseimbangan ekosistem daerah. Sebagai contoh, sebuah padang rumput yang ditinggalkan oleh kawanan merumput akan menghasilkan perubahan tanah, dan persaingan penduduk.

Pendekatan Regional (Regional Complex)

Analisis kompleks membandingkan berbagai daerah wilayah di bumi dengan hormat untuk ruang, dan lingkungan masing-masing daerah secara komprehensif. Misalnya, daerah kutub karakteristik yang sangat berbeda daerah khatulistiwa wilayah.

Prinsip dasar

Ada 4 prinsip utama dalam menganalisis gejala geosfer.

  1. Prinsip distribusi, yang berarti bahwa distribusi bentang alam di permukaan bumi tidak merata, sehingga setiap daerah akan berbeda dari daerah lain. Misalnya, distribusi jumlah transmigrasi di Indonesia tidak merata, ada sejumlah besar daerah dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan ukuran geografis.
  2. Prinsip interelasi, yang berarti bahwa fenomena geosfer yang satu memiliki hubungan dengan fenomena geosfer lain, yang merupakan gejala yang berhubungan dengan gejala lain. Sebagai contoh, sebagian besar penduduk desa adalah petani karena masih tersedianya lahan untuk budidaya.
  3. Prinsip deskripsi, artinya untuk menggambarkan fenomena geosfer memerlukan deskripsi, melalui teks, tabel, gambar atau grafis. Misalnya, peta distribusi lempeng tektonik di dunia.
  4. Prinsip Korologi, yang berarti bahwa dengan menganalisis suatu wilayah didasarkan pada tiga prinsip yang sebelumnya wilayah ini akan memiliki karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern. Sebagai contoh, suhu udara lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan di daerah pedesaan. Hal ini disebabkan baik karena jumlah sinar matahari yang dipantulkan oleh bangunan di daerah perkotaan.

Dikutip Dari http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi

Di Bawah Ini Adalah Artikel Geografi Lainya :

Demikian Ulasan Tentang 10 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀

loading...