10 Pengertian, Keuntungan Dan Kekurangan Basisdata Terdistribusi

Rate this post

10 Pengertian, Keuntungan Dan Kekurangan Basisdata Terdistribusi – Database terdistribusi adalah kumpulan data yang digunakan bersama-sama dan memiliki hubungan logis fisik tersebar di jaringan komputer.

Distributed DBMS adalah perangkat lunak sistem yang mengatur basis data terdistribusi dan membuat distribusi data secara transparan.

Database Terdistribusi

Database Terdistribusi

www.dosenpendidikan.com/ DDBMS memiliki satu database logis dibagi menjadi beberapa fragmen. Dimana setiap fragmen disimpan pada satu atau lebih komputer di bawah kendali DBMS terpisah, untuk menghubungkan komputer dengan menggunakan jaringan komunikasi.

Setiap situs memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang tersimpan pada komputer lain yang terhubung ke jaringan.

Pengguna mengakses database terdistribusi menggunakan 2 aplikasi, yaitu aplikasi lokal dan global, sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :

  1. Koleksi logika data yang digunakan bersama-sama;
  2. Data ini dibagi menjadi beberapa fragmen;
  3. Fragmen mungkin memiliki salinan (replika);
  4. Fragmen / replika yang dialokasikan untuk digunakan;
  5. Setiap situs yang terkait dengan jaringan komunikasi;
  6. Data di setiap situs di bawah pengawasan DBMS;
  7. DBMS pada setiap situs dapat mengatasi aplikasi lokal, otonom;
  8. Setiap DBMS berpartisipasi global yang setidaknya satu aplikasi.

Dari definisi tersebut, sistem ini diharapkan untuk membuat distribusi yang transparan. Database terdistribusi terbagi menjadi beberapa fragmen yang disimpan pada beberapa komputer dan mungkin di replikasi, dan alokasi penyimpanan pengguna yang tidak diketahui.

Adanya transparansi dalam database terdistribusi yang terlihat seperti sistem basis data terpusat. Ini mengacu pada prinsip-prinsip dasar DBMS (Date, 1987b).

Transparansi menyediakan fungsional yang baik bagi pengguna tapi sayangnya menimbulkan banyak masalah yang timbul dan harus ditangani oleh DDBMS.

Ada dua macam sifat database terdistribusi yaitu heterogen dan homogen.

a. Homogen

Homogen berarti database terdistribusi dimana data didistribusikan pada beberapa komputer dengan menggunakan DBMS (database management system) yang sama. DBMS digunakan dalam database terdistribusi untuk mengkoordinasikan data pada beberapa node.

b. Heterogen

Heterogen adalah kebalikan dari mana data dalam penyebaran homogen menggunakan DBMS yang berbeda. Tujuan utama dari database terdistribusi menyediakan akses mudah ke data untuk pengguna di banyak lokasi terpencil.

Untuk mencapai tujuan ini sistem basis data terdistribusi harus menyediakan apa yang disebut transparansi lokasi, yang berarti pengguna dalam mengakses data tidak akan terbatas pada tempat, di mana pun dia adalah data mengakases pengguna dapat.

Tujuan kedua dari database terdistribusi adalah otonomi daerah, kemampuan untuk mengatur database lokal dan mengoperasikannya sendiri – sendiri terjadi error atau kerusakan koneksi antar komputer.

Ada dua jenis teknologi yang digunakan untuk membangun basis data terditribusi. Yang pertama adalah teknologi basis data terdistribusi sinkron di mana data terhubung ke jaringan akan selalu diperbarui sehingga pengguna di beberapa titik dapat mengakses data.

Sementara teknologi lain teknologi basis data terdistribusi asynchronous di mana sistem akan memberikan salinan data replikasi pada beberapa node sehingga server lokal dapat mengakses data tanpa harus keluar dari jaringan lokal. Metode yang biasa digunakan adalah Replikasi dan Replikasi melingkar.

Sebagai salah satu cara untuk mendistribusikan database dengan replikasi. Ada 4 keuntungan dari replikasi data, yaitu :

  1. Keandalan (Reliability) jika sebuah sistem yang menyimpan database yang korup, sistem lain dapat menemukan salinan database adalah tujuan dari node lain yang tidak merusak sistem sebagai database disimpan pada beberapa node.
  2. Respon cepat (Fast response) setiap situs memiliki salinan database sehingga permintaan data dapat berjalan lebih cepat.
  3. Node decoupling setiap data transaksi dapat di proses tanpa koordinasi antar jaringan sehingga jika sebuah simpul sedang sibuk atau mengalami kesalahan maka akan ada sistem yang terpisah yang menangani koordinas antara data.
  4. Mengurangi lalu lintas jaringan (Reduced network trafic at prime time) kemampuan utama sistem transaksi waktu untuk memindahkan database ke jaringan tidak sibuk atau tidak berfungsi dengan baik.

Pelaksanaan DBMS Terdistribusi MySQL

Dengan replikasi definisi memiliki salinan proses atau mentransfer data dari satu database ke database lain yang tersimpan pada komputer yang berbeda.

Arsitektur Database, replikasi dapat dipahami sebagai proses penyalinan dan pengelolaan objek database yang membentuk sebuah sistem database terdistribusi (Distributed Database).

Dalam database MySQL digunakan secara massal yang cukup handal dalam menangani sistem database terpusat, seperti kebanyakan sistem database yang digunakan untuk situs web, sistem manajemen konten, dan lain-lain.

Bahkan, penyedia hosting yang hampir semua termasuk dukungan produk MySQL untuk layanan kelengkapannya.

Penggunaan MySQL untuk mendukung proses replikasi database pada saat ini masih sangat jarang. Penerapan sistem basis data terdistribusi masih banyak mengacu pada perangkat lunak berorientasi dengan harga tinggi seperti Oracle, SQL Server, IBM DB2 dan lain-lain.

MySQL dalam hal ini tentu tidak mau ketinggalan. Mulai MySQL versi 5.0 sudah mendukung sistem replikasi di mana server database yang berfungsi sebagai master dapat direplikasi data ke satu atau lebih database server yang berfungsi sebagai budak.

Karakteristik Terdistribusi Database

  • Data disimpan di sejumlah tempat;
  • Prosesor di tempat yang berbeda yang terhubung ke jaringan komputer;
  • Sistem basis data terdistribusi tidak terdiri dari satu set file yang berada di berbagai tempat, tetapi pada sebuah database di berbagai tempat
  • Setiap tempat secara mandiri memproses permintaan pengguna yang membutuhkan akses ke data di situs tersebut dan juga mampu mengolah data yang tersimpan di tempat lain.

Keuntungan yang disediakan oleh sistem basis data terdistribusi :

  • Manajemen data yang transparan;
  • Mengacu pada struktur organisasi;
  • Meningkat menjadi saham dan otonomi lokal;
  • Meningkatkan ketersediaan data;
  • Meningkatkan kehandalan;
  • Bekerja untuk meningkatkan kinerja;
  • Memfasilitasi pengembangan sistem;

Kerugian menggunakan sistem basis data terdistribusi;

  • Kompleksitas manajemen;
  • Kontrol integritas lebih sulit;
  • Biaya pengembangan relatif mahal;
  • Keamanan
  • Kesulitan standardisasi
  • Menambahkan kebutuhan penyimpanan
  • Lebih sulit untuk mengatur lingkungan data

Desain Basis Data Terdistribusi

Ada beberapa pendekatan yang berkaitan dengan penyimpanan data / tabel dalam sistem database terdistribusi, yaitu :

1. Replikasi adalah teknik untuk menyalin dan mendistribusikan data dan objek database dari satu database ke database lain dan melakukan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat dijamin. Arti lain :

  • Sistem ini mempertahankan copy / tabel data duplikat.
  • Setiap salinan disimpan dalam node yang berbeda, yang menghasilkan replikasi data.

2. Fragmentasi adalah fenomena di mana ruang penyimpanan yang digunakan secara tidak efisien, mengurangi kapasitas penyimpanan. Istilah ini juga digunakan untuk menunjukkan tempat yang gersang itu sendiri. Arti lain :

  • Data dalam tabel diurutkan dan didistribusikan ke sejumlah fragmen. Setiap fragmen disimpan di sejumlah simpul yang berbeda.
  • Fragmentasi dapat berbentuk fragmentasi horizontal (pemilahan catatan data) atau fragmentasi vertikal (menyortir data lapangan / atribut).

3. Replikasi dan Fragmentasi:

  • Kombinasi replikasi dan fragmentasi.
  • Data / tabel diurutkan dalam beberapa fragmen.
  • Sistem kemudian mengelola sejumlah salinan setiap fragmen berada di simpul.

4. Replikasi data

Keuntungan :

  • Ketersediaan tinggi.
  • Meningkatkan paralel (Peningkatan paralelisme).
  • Peningkatan beban konversi data (Peningkatan overhead pada upate).

Fragmentasi data

Dapat diaplikasikan untuk operasi serikat alam atau bergabung dengan operasi. contoh; Tabel nasabah bank dan struktur data sebagai berikut: customer = (no_nas, nama_nas, alamat_nas, kota, saldo_simpan, saldo pinjaman).

5. Perbedaan DDBMS dengan Sistem Central Hardware

  • Ada banyak situs komputer yang disebut atau node.
  • Situs web ini dihubungkan oleh jaringan komunikasi untuk mengirimkan data dan perintah antara situs web.

 

Demikian Pembahasan Tentang 10 Pengertian, Keuntungan Dan Kekurangan Basisdata Terdistribusi Semoga bermanfaat buat para sahabat Dosenpendidikan.Com 😀