Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data

10 Teknik Pengumpulan Data Yang Akurat

Posted on
Rate this post

10 Teknik Pengumpulan Data Yang Akurat – Dengan menetapkan dan mempersempit sebuah topik, maka penulis akan lebih memusatkan perhatiannya pada masalah yang khusus itu, sehingga dapat mencari bahan-bahan yang sangat khusus. Dengan bahan-bahan yang khusus itu, maka terbukalah pula kemungkinan untuk membahas topik itu secara terperinci dan mendalam.

Pada tahap pertama semua bahan yang dikumpulkan itu disebut data atau informasi. Sebeium digunakan dalam karangan, semua data harus dievaluasi kebenarannya, apakah semua data itu merupakan fakta, atau apakah informasi itu bersifat faktual.

Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data

Walaupun pada prinsipnya semua data dan informasi harus diuji untuk mengetahui apakah semua itu merupakan fakta ata>1 bersifat faktual, namun sering teijadi juga bahwa usaha semacam itu sering tidak berhasil. Namun data yang telah dikumpulkan itu bisa dipercaya kebenarannya, misalnya angka-angka statistiktentang impor-ekspor, statistik kependudukan, dsb. Data semacam itu tetap dipergunakan dan tetap disebut sebagai data.

Ada bermacam-macam cara yang dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data, informasi, serta menguji data dan informasi tersebut. Cara-cara tersebut adalah mengadakan wawancara, mengadakan angket (melalui daftar kuesioner), mengadakan observasi, penelitian lapangan atau mengadakan penelitian kepustakaan. Bab ini akan mengkhususkan pembicaraan.

mengenai penelitian melalui kepustakaan, karena dua alasan, pertama, metode yang lain akan dibicarakan dalam mata kuliah metode riset, sedangkan penelitian kepustakaan biasanya digabungkan dalam mata kuliah bahasa, dan kedua, penelitian kepustakaan lebih mudah dilaksanakan oleh semua mahasiswa, tanpa mengorbankan waktu, biaya, dan tenaga yang terlampau banyak.

1. Wawancara dan Angket

Wawancara atau interview adalah suatu cara untuk mengum- pulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau seorang autoritas (seorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan biasanya disiapkan terlebih dahulu yang diarahkan kepada informasi-informasi untuk topik yang akan digarap.

Dalam mempergunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan penanya tidak semata-mata tergantung dari pertanyaan- pertanyaan yang telah disiapkan itu. Bila ada informasi yang menarik dan perlu diketahui lebih lanjut, maka penanya akan mengajukan pertanyaan baru di luar daftar tersebut. Daftar pertanyaan atau daftar kuesionertetap menjadi panduan, sehingga bila telah jelas apa yang diinginkan, maka kembali ia mengajukan pertanyaan dari daftar kuesionemya.

Daftar kuesioner dapat juga dijawab secara tertulis oleh informan atau disebut angket. Angket mempunyai keuntungan lain bila dibandingkan dengan wawancara, yaitu secara kuantitatif peneliti dapat memperoleh data yang cukup banyak, yang tersebar secara merata dalam wilayah yang akan diselidiki.

Antara wawancara dan angket terdapat keuntungan dan kekurangan masing-masing. Pada wawancara hasil yang diperoleh secara kualitatif dapat dipertanggungjawabkan, mempunyai nilai yang tinggi. Semua kesalah-pahaman dapat dihindari, pertanyaan- pertanyaan yang disiapkan dapat dijawab oleh informan dengan penjelasan-penjelasan tambahan, setiap pertanyaan dapat di- kembangkan iebih lanjut dalam wawancara.

Tetapi di pihak lain wawancara mempunyai kelemahan tertentu yaitu data atau informasi yang dikumpulkan sangat terbatas, dan bila harus dilakukan dalam suatu wilayah yang luas, maka akan memakan biaya dan waktu yang cukup banyak.

Sebaliknya angket tertulis juga mempunyai kebaikan dan kelemahan tertentu. Kebaikannya adalah bahwa secara kuantitatif data dan informasi yang masuk cukup banyak, dan dapat tersebar merata dalam suatu wilayah yang luas, walaupun kenyataannya tidaksemua daftarkuesionerdikembalikan.

Kelemahannya adalah bahwa bisa terjadi salah paham sehingga jawaban beriainan dari apa yang ditanyakan, ada pertanyaan yang mungkin tidak dijawab. Jawaban-jawaban mungkin tidak jelas karena informan dibatasi oleh ruang yang tersedia. Dengan demikian gabungan antara kedua cara itu akan membawa manfaat yang Iebih besar.

2. Observasi dan Penelitian Lapangan

Pengumpulan data untuk suatu tulisan ilmiah dapat dilakukan melalui observasi dan penelitian lapangan. Observasi adalah pengamatan langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti, sedangkan penelitian lapangan adalah usaha pengumpulan data dan informasi secara intensifdisertai analisa dan pengujian cembali atas semua yang telah dikumpulkan.

Observasi dapat dilakukan dalam suatu waktu yang singkat, sebaliknya penelitian lapangan memerlukan waktu yang Iebih panjang Observasi dapat dilakukan mendahului pengumpulan data melalui angket atau penelitian lapangan.

Dalam hal ini observasi bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai obyek penelitian sehingga dapat disusun daftar kuesioneryang tepat atau dapat menyusun suatu desain penelitian yang cermat. Sebaliknya observasi dapat juga dilakukan sesudah mengum- pulkan data melalui angket atau wawancara. Dalam hal ini tujuan observasi adalah untuk mengecek sendiri sampai di mana kebenaran data dan infonnasi yang telah dikumpulkan.

Bagi kebanyakan orang, terutama orang-orang awam, semua yang berada di sekitarnya mempakan hal-hal yang biasa, yang setiap hari dialaminya, dilihatnya, dirasakannya, atau diciumnya, sebab itu tidak ada yang akan menarik perhatiannya. Baginya tidak ada hal-hal yang luar biasa.

Tetapi bagi seorang ahli atau seorang peneliti yang cermat semua fenomena yang ada di sekitarnya merupakan petunjuk mengenai sesuatu hal, fenomena-fenomena itu mengatakan sesuatu mengenai obyek yang ditelitinya. Sebab itu apakah fakta yang ditemukan mempunyai arti atau tidak tergantung dari kemampuan peneliti untuk menghuhungkan dengan tujuan penelitiannya.

Bagi seorang awam, padi adalah padi, tidak lebih dari itu,Tetapi bagi seorang peneliti yang cermat, padi dan padi tidak sama. Baginya ada padi yang berbiji kecil, ada yang berbiji panjang, ada yang besar; ada yang enak rasanya, ada yang sedang, ada yang sama sekali kurang enak dan sebagainya. Bila ia meneliti tanamannya, maka baginya juga terdapat perbedaan: ada yang berbatang panjang, ada yang sedang dan ada yang pendek; ada yang bernsia empat bulan, ada yang tiga bulan. Pendeknya kalau ia mau dan berusaha ia dapat mengungkapkan banyak fakta.

Sebab itu pengamatan akan bertalian sangat erat dengan persoalan deskripsi. Deskripsi tentang orang, tempat dan barang- barang merupakan dasar yang paling baik bagi semua tulisan. Bila penulis sanggup menggambarkan semua bagian dari obyeknya secara terperinci, maka tulisannya mencerminkan kecermatan dan kesegaran.

Keteiperincian dari bagian-bagian yang digambarkan itu harus dinyatakan pula dalam istilah-istilah yang khusus. Kecermatan pengamatan yang dimiliki seseorang akan mendorongnya untuk menguasai pula pilihan kata yang tepat, khususnya istilah-istilah yang yang mempunyai sangkut-paut dengan cerapan pancaindera.

3. Penelitian Pendapat

Melalui pengamatan penulis sebenamya sudah dapat mengambil suatu kesimpulan atau pendapat. Namun proses pengamatan itu dapat tetjadi berulang-ulang, sehingga dapat timbul bermacam- macam pendapat atau kesimpulan sesuai dengan jumiah pengamatan atas peristiwa yang sama itu, tetapi yang masing- masingnya mempunyai dri-dri yang khusus.

Sebab itu semua bahan itu harus diolah kembali, semua pendapat yang pemah diambilnya harusdigarap sekali lagi untuk menarik kesimpulan-kesimpulan baru. Kesimpulan ini merupakan reaksi-reaksi penulis terhadap bahan- bahan observasi secara menyeluruh.

Biasanya penggarapan kembali ini berbentuk menggabungkan atau mencari hubungan antar berbagai macam hal, mengadakan klasifikasi, dan sebagainya. Proses menemukan hubungan-huhungan ini dapat berbentuk analisa atau sintese. Analisa merupakan suatu proses memecahkan sesuatu ke dalam bagian-bagian yang saling berhubungan; sebaliknya sintese adalah proses menggabungkan beberapa bagian atau unsur-unsur yang berdiri sendiri ke dalam suatu kesatuan.

Misalnya dalam suatu observasi, seorang penulis melihat dengan saksama bagaimana berlangsungnya suatu demonstrasi mengenai kenaikan harga. Dari segi observasi, ia hams sanggup melihat semua keadaan itu dengan cermat, dan sanggup pula menggambarkan seluruh keadaan itu sebagaimana d.iihatnya waktu itu, bagaimana massa itu bergerak dan berteriak-teriak, bagaimana kendaraan-kendaraan seolah-olah menyumbat jalan berjam-jam lamanya karena massa demonstran itu. Hasil dari gambarannya adalah deskripsi.

Tetapi seorang penulis yang baik tidak akan puas hanya dengan menggambarkan keadaan itu. la ingin lebih jauh. la harus menganalisa sebab-sebab demonstrasi itu dan akibat-akibatnya, baik yang langsung maupun yang tak langsung. Kemudian ia mencoba menunjukkan jalan keluar. Semakin cermat ia membuat analisa kejadian itu, atau semakin cermat ia menunjukkan sebab-sebab dan akibat-akibatnya, semakin baik pula jalan keluar yang diberikannya.

Sering pula terjadi bahwa gagasan-gagasan atau pendapat- pendapat baru tidak saja lahir dari tanggapan-tanggapan langsung, tetapijuga lahir sebagai sintese dari bermacam-macam pendapat atau kesimpulan lama. Misalnya ada banyak sekali pendapat mengenai pengertian kebudayaan. Tiap-tiapnya mengandung kebenaran yang tak dapat disangkal.

Tetapi tiap batasan mengandung pula kelemahan tersendiri. Seorang penulis dapat menurunkan sebuah perumusan yang baru dan baik, setelah mengkaji semua kebaikan dan kelemahan dari batasan-batasan yang lama itu. Hasilnya dapat berupa sebuah sintese dari semua pendapat yang lama itu.

Sebuah cara lain dari penilaian kembali atas pendapat- pendapat lama itu adalah klasifikasi. Misalnya dewasa ini kita memiliki bermacam-macam klasifikasi bahasa di dunia. Masing- masingnya bertolak dari segi tertentu. Menurut Si A bahasa X hams masuk dalam kelompk Q.

Tetapi si B mengatakan bahasa X hams masuk dalam kelompok Y, dan setemsnya. Dengan membanding- bandingkan semua pendapat yang lama itu, serta memeprdalam dasar-dasar yang dipergunakan ahli-ahli itu, seorang sarjana bahasa dapat mengemukakan suatu klasifikasi bam yang jauh lebih baik dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Kesimpulan yang bam ini diturunkan dari obsetvasi langsung, tetapi dengan meng- adakan penilaian kembali atas pendapat yang sudah ada.

Begitu pula penarikan analogi antara dua hal yang berbeda, dapat menjadi perangsang yang kuat untuk menemukan gagasan- gagasan yang baru. Menemukan persamaan antara dua hal yang memang pada prinsipnya termasuk kolas atau golongan yang sama selalu mudah. Tetapi menemukan kesamaan fungsi atau fmbungan antara dua hal yang berlainsn merupakan suatu penemuan.

Sudah lama orang mengetahul tentang sistem tata surya dengan matahari sebagai pusat peredaran planet-pianet. Tetapi orang yang mencoba menemukan hubungan atau analogi antara sistem tata surya dengan inti atom merupakan orang yang luar biasa. Penemuan itu akan diikuti dengan serentetan percobaan ilmiah, yang mengakibatkan pula revolusi dalam dunia ilmu pengetahuan.

Sebenarnya pengumpulan data melalui penilaian pendapat yang sudah ada, berada di tengah-tengah pengumpulan data melalui observasi dan penelitian kepustakaan. Melalui penelitian kepustakaan kita memperoleh kesimpulan-kesimpulan atau pendapat para ahli.

Hanya di sini penilaian atas kesimpulan ditempatkan sebagai suatu metode tersendiri karena kita perlu merumuskan suatu pendapat barn. Sedangkan dalam metode berikutnya kita lebih menekankan pengutipan-pengutipan untuk memperkuat uraian kita.

4. Penelitian Kepustakaan

Salah satu corak karya tulis yang penting adalah tulisan yang disusun berdasarkan suatu riset. Umat manusia dari zaman ke zaman selalu ingin mengetahui sesuatu yang baru. Manusia telah meneliti dan mengumpulkan berbagai macam pengetahuan yang telah diturunkan dari generasi-generasi yang lampau. Banyakdari karya yang pemah dicapai umat manusia luput dari pengamatan banyak orang, karena terlalu banyak yang telah dicapai umat manusia.

Untuk mengetahui karya-karya itu perlu diadakan penelitian kembali, baikdengan meneliti orang-orang yangterkenal dalam suatu bidang pengetahuan, maupun untuk mengetahui pengalarnan-pengalaman mereka, bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja. Suatu jalan untuk mengetahui semua ini adalah mengadakan penelitian kepustakaan.

Akibat lain dari penelitian ini adalah pengarang atau penulis belajar dan melatih dirinyauntuk mengatasi masalah-masalah penyusunan yang rumit, bagaimana mengekspresikan semua bataan dan bermacam-macam sumber itu menjadi suatu karya tulis yang panjang dan teratur. Penulisan ini akan mengungkapkan pula kecerdasan pengarang bagaimana ia sanggup mengada.

Demikian Penjelasan Tentang 10 Teknik Pengumpulan Data Yang AkuratĀ Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia DosenPendidikan.Com šŸ˜€