100 Pengertian Majas Dan Contohnya Menurut Pakar Bahasa

100 Pengertian Majas Dan Contohnya Menurut Pakar Bahasa
3 (60%) 2 votes

100 Pengertian Majas Dan Contohnya Menurut Pakar Bahasawww.dosenpendidikan.com Majas adalah jenis bahasa indah yang di modifikasi meningkatkan struktur kalimat yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh efek tertentu untuk menciptakan kesan imajinatif untuk penyimak atau pendengar, baik secara lisan maupun tertulis.

Sering kita temui Bahasa Indonesia cukup banyak kiasan, seperti yang ada dalam bahasa puisi, sajak, syair, sastra dan masih banyak dalam penulisan bahasa lainnya.

Selain itu, ada makna lain atau definisi yang menggambarkan kiasan, yaitu penggunaan gaya bahasa untuk mendapatkan nuansa tertentu yang menciptakan kesan kata yang lebih imajinatif.

Berbicara tentang berbagai contoh sosok seperti berbicara, metafora, personifikasi, hiperbola, Alegori dan lain-lain yang penting bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang salah satu materi pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Sebuah gaya yang menarik dan tentu akan membuat setiap pembaca menjadi lebih tertarik.

Penggunaan majas dalam membuat puisi atau cerita menjadi mutlak diperlukan jika ingin tulisan kita menjadi  menarik atau tidak. Oleh karena itu, kemampuan yang baik dalam berbicara mutlak diperlukan bagi mereka yang ingin menggeluti dunia menulis, baik itu sebuah novel, puisi, atau sastra.

Jadi kembangkan rangkaian beragam pengaturan bahasa dalam pikiran dan tulisan Anda dalam sebuah buku setiap hari, sehingga otak Anda semakin terlatih dan semakin imajinatifnya tinggi  untuk membuat kiasan bahasa dengan gaya yang menarik.

Macam Macam Majas Secara garis besar, kiasan dapat dibagi menjadi empat kelas atau kelompok. Dan dari empat macam kiasan tersebut, masing-masing memiliki turunan dan jenis kategori yang akan dibahas di bawah ini.

Majas

Majas

Berikut Adalah Macam macam majas Beserta Contohnya :

A. Majas Perbandingan
Kiasan kata-kata yang menyatakan perbandingan untuk memperoleh kesan dan juga respon terhadap pendengar atau pembaca. Menilai atau pandangan tentang bagaimana membuat perbandingan, Majas Perbandingan dibagi menjadi:

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Asosiasi pembicaraan atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada dasarnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Ini kiasan ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti, seperti, bagaikan, dan sejenisnya.
contoh:

  • Semangat kegiatanya keras seperti baja.
  • Wajahnya pucat bagaikan mayat.
  • Wajahnya bersinar seperti bulan purnama.

2) Metafora
Metafora adalah kiasan yang mengungkapkan ekspresi langsung dalam bentuk perbandingan analogis. Penggunaan kata atau kelompok kata bukan arti sebenarnya.
contoh :

  • Raja siang keluar dari ufuk timur.
  • Shela adalah bintang kelas dunia.
  • Dia dianggap anak emas majikannya.
  • Perpustakaan adalah gudang pengetahuan.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah kiasan yang membandingkan benda mati tampaknya memiliki sebagai sifat manusia.
contoh:

  • Badai mengamuk dan merobohkan rumah-rumah.
  • Gelombang pantai bermain-main ke tepi.
  • Panjang jeritan wasit peluit tanda berakhirnya pertandingan.

4) Alegori
Alegori yang diumumkan, melalui kiasan atau penggambaran. Alegori  kiasan yang membandingkan terkait satu sama lain dalam suatu kesatuan yang utuh.
Contoh:

  •   Suami sebagai kapten, istri sebagai juru mudi

Alegori biasanya dalam bentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol moral dikenakan.
contoh:

  • Perjalanan hidup manusia seperti air yang mengalir disungai mengarungi lembah, yang kadang-kadang sulit untuk memprediksi kedalaman, yang bersedia menerima semua sampah, dan akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolis adalah kiasan yang menggambarkan sesuatu dengan menggunakan benda-benda, hewan, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
contoh:

  • Rumah itu hangus  dilalap api.
  • Bunglon, simbol orang-orang yang tidak memiliki pendirian.

6) metonymy
Metonymy adalah kiasan yang menggunakan fitur atau label dari suatu objek untuk menggantikan obyek tersebut.Pengungkapan penggunaan nama untuk benda-benda lain ke dalam merek, karakteristik, atau atribut.
contoh:

  • Dalam sakunya selalu terselib gudang garam.
  • Setiap pagi ayah saya selalu bernapas kapal api.
  • Ayah pulang dari luar negeri naik garuda

7) Sinekdok
Sinekdok adalah kiasan yang menyebutkan bagian untuk menggantikan seluruh hal, atau sebaliknya. Angka Sinekdokhe pidato yang terdiri dari dua bentuk berikut.
a) pars pro toto, yang menyebutkan beberapa untuk keseluruhan.
contoh:

  • Sampai sekarang dia sudah tidak tampak batang hidungnya.
  • Dusun Sidodai Per kepala mendapat bantuan uang Rp. 100.000.

b)Totem parte pro, yang menyebutkan keseluruhan untuk bagian.
contoh:

  • Dalam pertandingan terakhir bulutangkis Rt.03 terhadap Rt. 07.
  • Indonesia akan memilih idola malam itu.

8). Simile
Pengungkapan secara eksplisit dinyatakan dengan perbandingan dengan preposisi dan penghubung, seperti, “misalnya”,
contoh:

  • Apakah kamu mengira bahwa aku suka air, seperti Aan dan Ani jatuh cinta mengorbankan segalanya.

B. Majas Konflik
Kata-kata berkias menyatakan ketidaksetujuan dengan yang sebenarnya dimaksudkan oleh pembicara atau penulis dengan tujuan untuk mengkondisikan atau meningkatkan efek dan mempengaruhi pembaca atau pendengar”.

Jenis-jenis Majas Konflik dapat dibagi menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah kiasan yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan berarti.
contoh:

  • Tua dan muda, besar dan kecil, meramaikan festival.
  • Miskin kaya, sangat buruk semua sama di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah kiasan yang berisi kontradiksi antara penjelasan dan fakta.
contoh;

  •  Saya merasa sendirian di tengah-tengah kota ini ramai Jakarta.
  • Hatiku merintih di tengah ingar-bingar pesta yang sedang berlangsung.

3) Hiperbola
Hiperbola adalah sosok tokoh pidato dalam bentuk pernyataan berlebihan fakta dengan tujuan memberi kesan mendalam atau meminta perhatian.
contoh:

  • Suaranya menggelegar membelah langit.
  • Hatiku tersayat-sayat setelah mendengar kata-katanya.

4) litotes
Litotes adalah kiasan yang merupakan kebalikan dari realitas. Tujuannya adalah untuk merendahkan.
contoh:

  • Makan seadanya hanya dengan nasi dan air saja.
  • Mengapa Anda meminta orang bodoh seperti saya ini?

C. Majas Penegasan
Angka Perbandingan berbicara adalah kata-kata menyatakan berkias untuk meningkatkan citra dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.
Majas penegasan dari tujuh berikut bentuk.

1) redundansi
Redundansi adalah kiasan yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti dari sebuah kata.
contoh:

  • Semua siswa di atas untuk segera turun.
  • Mereka mendongak untuk melihat pertunjukan tempur.

2) Pengulangan
Pengulangan adalah  pengulangan kalimat pada pidato kata sebagai penegasan.
contoh:

  • Dia yang menunggu, dia yang Kunanti, dia yang berharap.
  • Mari kita menyambut pahlawan kita, marilah kita menyambut idola kita, marilah kita menyambut anak bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah kiasan pengulangan yang biasanya dalam puisi.
contoh:

  • Cinta adalah pemahaman.
  • Cinta adalah kesetiaan.
  • Cinta adalah rela mengorbankan.

4) Tautologi
Tautologi adalah kiasan penegasan untuk mengulang beberapa kali kata dalam kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang-kadang pengulangan kata sinonim.
contoh:

  • Tidak, tidak, tidak apa yang saya maksud. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
  • Jika teman kita hidup dalam harmoni, bergaul, dan saudara-saudara.

5) Klimaks
Puncaknya adalah kiasan yang mengungkapkan beberapa hal berturut-turut dan secara bertahap meningkat.
contoh:

  • Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua agar dapat mengikuti lomba Agustus.
  • Ketua RT, RW, kepala desa, gubernur, dan juga presiden tidak berhak untuk mengurus hal-hal pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah kiasan yang mengungkapkan beberapa hal berturut-turut yang secara bertahap menurun. Merupakan kebalikan dari Majas Klimaks.

  • Kepala sekolah, guru, staf sekolah, dan siswa juga menghadiri pesta perayaan kelulusan.
  • Di kota-kota dan desa-desa ke pelosok terpencil semua orang merayakan ulang tahun ke -62 Indonesia.

7) Retorika
Angka retoris pidato dalam bentuk kalimat pertanyaan dan tidak perlu jawaban. Tapi mempunyai maksud memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
contoh:

  • Siapa bilang mimpi dapat diperoleh hanya dengan sekolah formal?
  • Apakah orang ini untuk ini Anda bangga-banggakan?

D. Majas Satire
Adalah kata-kata yang mengungkapkan berkias sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruh pada pendengar atau pembaca.

1) Ironi
Ironi adalah kiasan yang menyatakan sebaliknya bahwa niat untuk menyindir seseorang.
contoh:

  • ini mahasiswa namana kehormatan baru, setiap hari selalu pulang malam.
  • menulis sangat baik, itu sangat baik sampai saya tidak bisa membaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah kiasan yang mengekspresikan sindiran langsung kepada orang lain
contoh:

  • Kata-kata Anda sangat menjengkelkan, tidak pantas diucapkan oleh orang-orang berpendidikan seperti Anda.
  • Setelah lama aku bisa gila melihat perilaku Anda.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah kiasan paling kasar. Ini kiasan biasanya diucapkan oleh orang-orang yang marah.
contoh:

  • Ingin muntah aku melihat wajah Anda, pergi Anda!
  • Dasar kerbau bodoh, pekerjaan tidak kompeten seperti ini

Semoga Pembahasan Tentang 100 Pengertian Majas Dan Contohnya Menurut Pakar Bahasa Bermanfaat Untuk Para Pembaca Setia DosenPendidikan 🙂


Tags: