Data Link Control
Data Link Control

100 Proses Dan Pengertian Data Link Control

Posted on
100 Proses Dan Pengertian Data Link Control
Rate this post

100 Proses Dan Pengertian Data Link Control Dalam model jaringan OSI, Data Link Control (DLC) adalah layanan yang disediakan oleh lapisan data link. Jaringan kartu antarmuka memiliki alamat DLC yang mengidentifikasi masing-masing kartu; misalnya, Ethernet dan jenis-jenis kartu memiliki 48-bit alamat MAC dibangun ke firmware kartu ‘ketika mereka diproduksi.

Ada juga sebuah protokol jaringan dengan nama Data Link Control. Hal ini sebanding dengan protokol lebih terkenal seperti TCP / IP atau AppleTalk.

Data Link Control
Data Link Control

DLC adalah protokol transport yang digunakan oleh IBM SNA komputer mainframe dan peripheral dan peralatan yang kompatibel.

Dosenpendidikan.Com/ Dalam jaringan komputer, itu biasanya digunakan untuk komunikasi antara jaringan terpasang printer, komputer dan server, misalnya dengan HP di cetak server JetDirect mereka. Sementara itu banyak digunakan sampai saat Windows 2000, versi dari Windows XP dan seterusnya tidak termasuk dukungan untuk DLC

A. Flow Control

Flow-control adalah suatu teknik untuk menjamin bahwa entitas pengirim tidak akan membanjiri data kepada entitas penerima. Entitas penerima secara khusus mengalokasikan buffer dengan beberapa kali panjangnya tansfer.

1. Memastikan pengiriman tidak overwhelm peniriman

  • Preventing buffer overflow.

2. Waktu pengiriman

  • Waktu yang diperlukan untuk memancarkan semua bit ke dalam media.

3. Waktu Propagation

  • Waktu untuk bit mentransfer link.

B. Stop and Wait Control

Bentuk paling sederhana dari flow-control adalah stop-and-wait flow-control yang bekerja sebagai berikut :

Entitas sumber mengirimkan frame, setelah diterima entitas tujuan memberi tanda untuk menerima frame berikutnya dengan mengirimkan balasan sesuai frame yang telah diterima.

Entitas sumber harus menunggu sampai ia menerima balasan dari entitas tujuan sebelum mengirimkan frame berikutnya. Selanjutnya entitas sumber dapat menghentikan aliran data dengan menahan jawaban.

  1. Sumber mengirimkan frame;
  2. Penerimaan frame pada tujuan dan replies dengan acknowledgement;
  3. Sumber menunggu ACK sebelum mengirimkan frame berikutnnya;
  4. Tujuan dapat menghentikan aliran dengan mengirimkan ACK ;
  5. Baik bekerja untuk frame besar yang sedikit.

C. Fragmentasi

  • Block data yang besar dapat dibagi-bagi menjadi frame-frame kecil;
  • Ukuran buffer yang terbatas;
  • Pendeteksian error cepat (ketika frame diterima);
  • Saat error dibutuhkan pengiriman kembali frame-frame yang kecil ;
  • Pencegahan satu stasiun menduduki media untuk waktu yang lama;
  • Stop dan wait menjadi tidak cukup.

D. Selective Reject

Selektif Ulangi ARQ / Selektif Tolak ARQ juga dikenal sebagai contoh spesifik dari Automatic Repeat Request-(ARQ) protokol yang digunakan untuk memecahkan urutan nomor dilema dalam komunikasi.

  • Disebut juga pengiriman ulang yang selektif
  • Hanya frame yang direjectyang dikirim ulang
  • Subsequent frames disetujui oleh receiver dan dibuffer
  • Meminimalisasi pengiriman ulang
  • Receiver harus menjaga buffer yang besar
  • More complex login dalam pengiriman ulang
Diagram -Selective Reject
Diagram -Selective Reject

E. Tipe HDLC Station

1.Primary station
– Mengontrol operasi pada link
– Hasil Frames disebut commands
– Memelihara separate logical link untuk tiap secondary station

2.Secondary station
– Dibawah control pada primary station
– Hasil Frames disebut responses

3.Combined station
– Dimungkinkan hasil command dan responses

F. SLIDING WINDOW FLOW CONTROL

Fakta dalam flow control ini adalah bahwa hanya satu frame yang dapat dikirimkan pada saat yang sama. Dalam keadaan antrian bit yang akan dikirimkan lebih besar dari panjang frame (a>1) maka diperlukan suatu efisiensi. Untuk memperbesar efisiensi yang dapat dilakukan dengan memperbolehkan transmisi lebih dari satu frame pada saat yang sama.

G. ERROR DETECTION

Error detection yaitu penerima mendeteksi error dan membuang PDU yang error. Ada beberapa metode error detection, seperti Parity Check dan CRC (Cyclic Redundancy Check). Error detection dilakukan pada layer MAC.

H. PARITY CHECK

Mekanisme Parity Check adalah Skema pendeteksian kesalahan (error detection) yang paling sederhana dengan melampirkan bit paritas ke ujung blok data.

I. CYCLIC REDUNDANCY CHECK

  • Kode yang Mendeteksi kesalahan yang umum serta paling akurat adalah Cyclic Redundancy Check (CRC).
  • CRC merupakan algoritma digunakan demi memastikan integritas data dan crashcek kesalahan pada data yang akan ditransmisikan atau disimpan.
  • Untuk menjelaskan hal ini, kita sajikan prosedur dalam dua cara, yaitu :
    1. Modulo 2 Aritmatik
    2. Polynomials

1. Mengijinkan banyak frame menjadi transit;
2. Receiver memiliki buffer W long;
3. Transmitter dapat mengirimkan W frames tanpa ACK;
4. Tiap frame diberi nomor;
5. ACK termasuk nomor frame yang diharapkan selanjutnya;
6. Nomor Sequence diloncati tiap ukuran dalam field (k);
7. Frame dinomiri dengan modulo 2k;

J. Sliding Window Enhancements

Receiver dapat acknowledge frames tanpa ijin pengiriman lebih lanjut (Receive tidak siap)
Harus dikirimkan acknowledge yang normal untuk resume :

  • Jika duplex, menggunakan piggybacking;
  • Jika tidak ada data yang dikirimkan, menggunakan acknowledgement frame;
  • Jika terdapat data tetap tidak acknowledgement untuk dikirimkan,mengirimkan acknowledgement terakhir lagi, atau memiliki ACK valid flag (TCP).

K. ERROR CORRECTION

Bila dijumpai kesalahan pada data yang telah diterima, maka perlu diadakan tindakan perbaikanatau diusahakan agar kesalahan ini jangan sampai memberikan dampak yang besar. Model Koreksi yang dilakukan adalah  :

  • Subtitusi simbol;
  • Mengirim data koreksi;
  • Kirim ulang.

L. ERROR CONTROL

Bertujuan untuk dapat mendeteksi dan membenahi error-error yang telah terjadi didalam transmisi frame.
Ada 2 tipe error yang mungkin :

  1. Frame yang hilang : suatu frame akan gagal mencapai sisi yang lain.
  2. Frame yang rusak : suatu frame akan tiba tetapi beberapa bit-bitnya akan error.

M.  Konfigurasi HDLC Link

Unbalanced

Satu primary dan satu atau lebih secondary stations
Mendukung full duplex dan half duplex

Balanced

Mengombinasikan dua stasiun
Mendukung full duplex dan half duplex

Mode HDLC Transfer (1)

Normal Response Mode (NRM)

  • Unbalanced configuration.
  • Primary memulai transfer untuk secondary.
  • Secondary mungkin hanya mengirim data dalam response untuk command dari primary digunakan multi-drop lines.
  • Host computer as primary.
  • Terminals as secondary.

Mode HDLC Transfer (2)

Asynchronous Balanced Mode (ABM)

  • Konfigurasi dibalance .
  • Tiap station mungkin memulai pengiriman tanpa menerima ijin.
  • Digunakan Most widely No polling overhead.

Mode HDLC Transfer (3)

Asynchronous Response Mode (ARM)

  • Unbalanced configuration.
  • Secondary mungkin memulai pengiriman tanpa menerima ijin.
  • Primary merespon line.
  • Digunakan rarely.

N. Struktur Frame

  • Pengiriman Synchronous .
  • Semua pengiriman dalam frame.
  • Single frame di format untuk semua data dan mengontrol sentral

M. Flag Fields

Flags biasanya ditemukan sebagai anggota struktur data yang didefinisikan, seperti catatan database, dan makna nilai yang terkandung dalam bendera umumnya akan ditentukan dalam kaitannya dengan struktur data yang merupakan bagian dari.

Dalam banyak kasus, nilai biner bendera akan dipahami untuk mewakili salah satu dari beberapa negara mungkin atau status.

Dalam kasus lain, nilai-nilai biner dapat mewakili satu atau lebih atribut dalam bidang bit, sering berhubungan dengan kemampuan atau izin, seperti “dapat ditulis” atau “dapat dihapus”.

Namun, ada banyak arti lain mungkin dapat ditugaskan untuk nilai bendera. Salah satu penggunaan umum dari bendera adalah untuk menandai atau menunjuk struktur data untuk proses selanjutnya.

  • Delimit frame at both ends.
  • 01111110;
  • Mungkin menutup satu frame dan membuka yang lain.
  • Receiver mencari flag sequence untuk synchronize.
  • Bit stuffing digunakan untuk menghindari confusion dengan data containing 01111110.
  • 0 dimasukkan setelah semua sequence pada five 1s
    1. Jika receiver mendeteksi five 1s it checks next bit
    2. Jika 0, ini dihapus
    3. Jika 1 dan tujuh bit adalah 0, flag disetujui
    4. Jaka sixth dan seventh bits 1, pengirim mengindikasikan abort

O. Address Field

  • Identifikasi secondary stationyang mengirim atau menerima frame;
  • Selalu panjangnya 8 bits;
  • Mungkin extended untuk multiples pada7 bits;
  • LSB pada tiap octet diindikasikan bahwa octet terkhir adalah octet (1) atau not (0);
  • Semua ones (11111111) adalah broadcast.

P. Control Field

Beda untuk tipe frame berbeda :

  • Informasi – data akan dikirimkan untuk (layer up selanjutnya).
  • Flow dan error control piggybacked dalam frame-frame informasi .
  • Supervisory – ARQ ketika piggyback tidak digunakan.
  • Unnumbered – supplementary link control.
  • Pertama satu atau dua bit dari control filed mengidentifikasi tipe frame.
  • Sisa bits dijelaskan selanjutnya
Diagram Control Field
Diagram Control Field

Poll/Final Bit

Digunakan mengandalkan dalam context

  • Command frame
    1. P bit
    2. 1 to solicit (poll) response from peer
  • Response frame
    1. F bit
    2. 1 indicates response to soliciting command

Informasi Field

  • Hanya informasi dan beberapa frame yang tidak bernomor;
  • Harus contain integral number pada octets;
  • Variable length

Frame Check Sequence Field

  • FCS
  • Deteksi error
  • 16 bit CRC
  • Optional 32 bit CRC

Operasi HDLC

  • Sentral pada informasi supervisory dan frame-frame tidak bernomor
  • Tiga fase
    1. Inisialisasi
    2. Data transfer
    3. Disconnect

Demikian Pembahasan Tentang 100 Proses Dan Pengertia Data Link Control Selamat Menikmati Sajian Kami Semoga Bermanfaat 😀

loading...