1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara

1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara
5 (100%) 1 vote

1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar NegaraDosenpendidikan.ComSecara etimologis, Pancasila  berasal dari  bahasa sansekerta  yang  terdiri dari kata Panca dan Syila, Panca artinya lima dan syila artinya alas atau dasar.  Jadi Pancasila artinya lima dasar (aturan) yang harus ditaati dan dilaksanakan. Didalam agama Budha juga terdapat istilah Pancasila yang ditulis dalam  bahasa Pali yaitu  “Pancha Sila”  yang artinya  lima larangan atau lima pantangan sebagai berikut :

1.  Tidak boleh membunuh
2.  Tidak boleh mencuri
3.  Tidak boleh berzina
4.  Tidak boleh berkata bohong/dilarang berdusta
5.  Tidak boleh minuman keras

Secara Terminologis,  istilah Pancasila dipergunakan oleh Ir.Soekarno  yang dicetuskan  dalam  pidatonya didepan sidang BPUPKI (Dokuritsu Ziumbi Tyoosakai) pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila adalah dasar Negara Indonesia yang merupakan identitas Negara Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara lain.

Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia atau Dasar Falsafah Negara atau Philosofis Granslog.

Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan Negara, atau pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara yang sesuai dengan bunyi pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara

1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara

Yang dimaksud dengan Pancasila sebagai Ideologi Negara adalah kesatuan gagasan-gagasan dasar yang sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya baik individual maupun sosial dalam kehidupan kenegaraan. Ideologi negara menyatakan suatu cita-cita yang ingin dicapai  sebagai titik tekanannya dan mencakup nilai-nilai yang menjadi dasar serta pedoman negara dan kehidupannya.

Pancasila adalah ideologi negara yaitu gagasan fundamental mengenai bagaimana hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia bukan ideologi milik negara atau rezim tertentu. Dan juga Pancasila Sebagai Sistem Nilai

Sebagai ideologi, yaitu  selain kedudukannya sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila berkedudukan juga sebagai ideologi nasional Indonesia yang dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila sebagai ikatan budaya (Cultural Bond) yang berkembangan secara alami dalam kehidupan masyarakat Indonesia bukan secara paksaan atau Pancasila adalah sesuatu yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

Sebuah ideologi dapat bertahan atau pudar dalam menghadapi perubahan masyarakat tergantung daya tahan dari ideologi itu.  Menurut Alfian, kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang dimiliki oleh ideologi itu, yaitu dimensi realita, idealisme, dan fleksibelitas. Pancasila sebagai sebuah ideologi memiliki tiga dimensi tersebut :

1.  Dimensi realita, yaitu nilai-nilai dasar yang ada pada ideologi itu yang mencerminkan realita atau kenyataan yang hidup dalam masyarakat dimana ideologi itu lahir atau muncul untuk pertama kalinya paling tidak nilai dasar ideologi itu mencerminkan realita masyarakat pada awal kelahirannya.
2.  Dimensi idealisme, adalah kadar atau kualitas ideologi yang terkandung dalam nilai dasar itu mampu memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan masyarakat tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik kehidupan bersama
sehari-hari.
3.  Dimensi  fleksibelitas  atau dimensi pengembangan, yaitu kemampuan ideologi dalam mempengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya. Mempengaruhi artinya ikut mewarnai proses perkembangan zaman tanpa menghilangkan jati diri ideologi itu sendiri yang tercermin dalam nilai dasarnya.

Mempengaruhi berarti pendukung ideologi itu berhasil menemukan tafsiran  –  tafsiran terhadap nilai dasar dari ideologi itu yang sesuai dengan realita  –  realita baru yang muncul di hadapan mereka sesuai perkembangan zaman. Dengan demikian, Pancasila merupakan sebuah ideologi  yang  tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat terbuka.

Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila  adalah bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar Pancasila namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkrit, sehingga  memiliki kemampuan yang labih tajam untuk memecahkan masalah-  masalah baru dan aktual.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila  memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

a.  Nilai  –  nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari  suatu kekayaan rohani, moral dan budaya
masyarakat itu sendiri.

b.  Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah.

c.  Milik seluruh rakyat Indonesia Pancasila sebagai ideologi negara dengan tujuan segala sesuatu dalam bidang pemerintahan ataupun semua yang behubungan dengan hidup kenegaraan harus dilandasi dalam hal titik tolak pelaksanaannya dan diarahkan dalam mencapai tujuannya dengan pancasila. Dengan menyatukan cita-cita yang ingin dicapai ini maka dasarnya adalah sila kelima,  ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang dijiwai oleh sila-sila yang lainnya sebagai kesatuan.

 Demikianlah Penjelasan Mengenai 1000 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara Semoga Bermanfaat 🙂

Dan Berikut Adalah Fungsi Pancasila Lainya :