1001 Pengertian Paru-Paru Serta Struktur Dan Fungsinya Lengkap

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Paru-Paru “Pulmo” merupakan organ yang bertanggung jawab untuk proses respirasi yang terdiri dari pulmo dekstra (paru kanan) dan pulmo sinistra (paru kiri). Paru-paru sangat penting bagi tubuh manusia, sebab salah satu fungsi paru-paru ialah memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ketika tubuh menghirup udara.

Pengertian Paru-Paru Serta Struktur Dan Fungsinya

Struktur Paru-Paru

Paru-Paru merupakan salah satu organ pada saluran napas bawah pada sistem pernapasan manusia. Sebelum kita lebih jauh atau lebih detail lagi mengenai paru, berikut ini organ lain yang termasuk dalam saluran napas bawah yang nantinya berhubungan dengan paru-paru.

Trakea

Yang merupakan saluran napas bawah lanjutan dari laring, yang menghantarkan udara menuju ke pulmo untuk mengalami proses di fusi. Terletak di mediastinum (daerah kompartemen yang berada di tengah diantara dua rongga paru di regio thoraks ), bagian superior dan terdiri dari tracheal ring yang dibentuk oleh kartilago (tulang rawan) dan menempati bagian tengah leher. Trakheal ring ini berbentuk cincin yang tidak sempurna yang menyerupai huruf C yang dimana pada bagian ujung-ujungnya yang terbuka dibagian belakang dihubungkan oleh otot polos (musculus trachealis) serta terletak di bagian anterior (depan) dari esophagus (saluran makanan).

Bronkus

Yang merupakan lanjutan dari trakea yang berupa saluran konduksi udara dan juga sebagai tempat di fusi oksigen-karbon dioksida di ujung terminal dibagian yang berkaitan langsung dengan alveolus. Bronkus principalis (bronkus primer) yang terdiri dari bronkus principalis dekstra (yang akan menuju ke pulmo dekstra) dan bronkus principalis sinistra (yang akan menuju ke pulmo sinistra). Perbedaan bronkus principalis yaitu:

  • Bronkus principalis dekstra >> diameter lebih lebar, ukuran lebih pendek, berjalan lebih vertical.
  • Bronkus principalis sinistra >> diameter lebih kecil, ukuran lebih panjang, berjalan agak Horizontal.

Setelah menjadi bronkus principalis dan memasuki pulmo yang melalui hilus, lalu bronkus principalis tersebut menjadi 5 bronkus lobaris (bronkus sekunder) yang memasuki lobus pulmo. Yang lobus pulmo dekstra terdapat 3 lobus yakni lobus superior, lobus medius dan lobus inferior. Sedangkan pada pulmo sinistra terdapat 2 lobus yakni lobus superior dan lobus inferior.

Masing-masing bronkus lobaris akan bercabang menjadi bronkus segmentalis (bronkus tersier) yang akan memasuki segmen bronkopulmonal yang dimiliki oleh lobus paru. Yang selanjutnya terdapat 20 hingga 25 kali kelipatan percabangan dari bronkus segmental hingga akhirnya menjadi bronkus terminalis yang kemudian bercabang menjadi bronkus respiratorius yang berkaitan langsung dengan 5 hingga 6 saccus alveolaris yang dilapisi oleh alveoli (tempat terjadinya difusi oksigen-karbon dioksida).

Alveolus

Unit fungsional paru-paru ialah kantung udara kecil yaang muncul dari bronkiolus yang disebut dengan alveoli. Ada sekitar 300-400 juta alveoli dalam paru-paru orang dewasa. Diameter rata-rata dari alveolus ialah sekitar 200 hingga 300 mikron. Fungsi dasar dari alveoli ialah pertukaran gas, Struktur alveoli ialah tempat di mana pertukaran gas selama respirasi berlangsung. Struktur ini dikelilingi oleh kapiler yang membawa darah.

Dalam pertukaran karbon dioksida dalam darah dari kapiler ini terjadi melalui dinding alveolus. Alveoli mulai berfungsi ketika kita menghirup udara yang melalui lubang hidung kita. Udara yang melewati rute yang panjang yang terdiri dari berbagai organ pada sistem pernapasan. Organ-organ ini termasuk saluran hidung, faring, laring, trakea, bronkus utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus dan akhirnya mencapai alveolus yang melalui kantung udara kecil. Udara yang mengandung oksigen yang diserap oleh darah mengalir melalui kapiler. Oksigen ini kemudian diteruskan ke sistem peredaran darah, sehingga menyelesaikan siklus pertukaran gas.

Nah bagaiman apakah sudah memahaminya mengenai organ-organ pada saluran napas bawahnya?? Untuk selanjutnya akan mengulas mengenai struktur paru sebagai organ akhir dari sistem pernapasan manusia.

Paru-Paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, yang dibagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan dibagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru pada orang yang sehat berupa organ yang ringan, kenyal dan seperti spon (karena terisi oleh udara). Paru kanan dan paru kiri menempati cavum thoraks (rongga dada) yang diantaranya dipisahkan oleh ruang yang disebut mediastinum.

Paru Kanan

Pada paru kanan memiliki 3 lobus (belahan paru) yakni lobus superior (atas), lobus medius (tengah), dan lobus inferior (bawah). Pada lobus inferior di pisahkan oleh 2 fissura yakni fissure horizontal dan fissure oblique.

Paru Kiri

Paru kiri memiliki 2 lobus yakni lobus superior dan lobus inferior yang dipisahkan oleh 1 fissura yakni fissure oblique. Untuk ukuran paru kanan lebih besar dan berat jika dibandingkan dengan paru kiri, sedangkan paru kanan lebih pendek dan lebar dikarenakan kubah diafragma sisi kanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sisi kirinya.

Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis yaitu pleura. Pleura terbagi menjadi pleura viseralis dan pleura pariental dimana diantara kedua pleura ini terdapat rongga yang disebut kavum pleura. Pleura viseralis yakni selaput yang langsung membungkus paru sedangkan pleura parietal yakni selaput yang menempel pada rongga dada. Pada keadaan normla kavum pleura ini vakum/hampa udara sehingga paru-paru dapat berkembang kempis. Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru sehingga menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada dimana sewaktu bernafas bergerak.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu fungsi paru ialah untuk memasukkan O2 ke dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 keluar tubuh maka tubuh membutuhkan proses meliputi inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi ialah pergerakan dari atmosfer ke dalam paru, sedangkan ekspirasi ialah pergerakan dari dalam paru ke atmosfer. Supaya proses ventilasi dapat berjalan lancar dibutuhkan fungsi yang baik pada otot pernafasan dan elastisitas jaringan paru. Otot-otot untuk proses pernapasan dibagi menjadi dua yaitu:

  • Otot Inspirasi (Otot Saat Menarik Napas) terdiri atas, otot interkostalis eksterna, sternokleidomastoideus, skalenus dan diafragma.
  • Otot-otot Ekspirasi (Otot Saat Menghembuskan Napas) terdiri atas rektus abdominis dan interkostalis internus.

Fungsi Paru-Paru

Untuk fungsi utama paru-paru yakni untuk pertukaran gas antara darah dan atmosfer. Pertukaran gas tersebut bertujuan untuk menyediakan oksigen bagi jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida. Udara masuk ke paru-paru melalui sistem berupa pipa yang menyempit (bronchi dan bronkiolus) yang bercabang di kedua belah paru-paru utama (trachea).

Pada pipa tersebut berakhir di gelembung-gelembung paru-paru (alveoli) yang merupakan kantong udara terakhir dimana oksigen dan karbon dioksida dipindahkan dari tempat dimana darah mengalir. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, pernapasan dapat dibagi menjadi empat mekanisme dasar yaitu:

  • Ventilasi merupakan proses masuk dan keluarnya udara/oksigen antara alveoli dan atmosfer.
  • Difusi merupakan proses perpindahan oksigen dari alveoli ke dalam pembuluh darah dan berlaku sebaliknya untuk karbon dioksida.
  • Transport merupakan proses perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan aliran darah.
  • Untuk pengaturan ventilasi.

Faktor-Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Fungsi Paru

Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi fungsi paru yaitu:

  • Usia
    Kekuatan otot maksimal pada usia 20 hingga 40 tahun dan dapat berkurang sebanyak 20% setelah usia 40 tahun. Selama proses penuaan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru.
  • Jenis Kelamin
    Untuk fungsi ventilasi pada laki-laki lebih tinggi 20 hingga 25% dari pada wanita, karena ukuran anatomi paru laki-laki lebih besar jika dibandingkan dengan wanita. Selain itu, aktivitas laki-laki lebih tinggi sehingga recoil dan compliance paru sudah terlatih.
  • Tinggi Badan Dan Berat Badan
    Seorang yang memiliki tubuh tinggi dan besar, fungsi ventilasi parunya lebih tinggi dari pada orang yang memiliki tubuh kecil pendek.

Demikianlah pembahasan mengenai 1001 Pengertian Paru-Paru Serta Struktur Dan Fungsinya Lengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Most popular articles related to 1001 Pengertian Paru-Paru Serta Struktur Dan Fungsinya Lengkap
Shares