102 Sistem Pernapasan Pada Hewan Invertebrata Lengkap

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Pada hewan-hewan Invertebrata ada yang belum mempunyai sistem pernapasan khusus, diantaranya Porifera dan sebagian cacing (Vermes). Yang umumnya hewan-hewan tersebut melakukan pernapasan langsung yakni secara difusi yang melalui permukaan tubuhnya.

Sistem Pernapasan Pada Hewan Invertebrata
Namun dalam hal ini pada hewan-hewan yang lebih tinggi, diantaranya Mollusca dan Arthropoda sudah mempunyai sistem pernapasan khusus, meskipun masih sederhana. Contohnya Insecta dan Myriapoda bernapas dengan menggunakan trakea, hewan-hewan Arachnida, contohnya laba-laba bernapas dengan menggunakan paru-paru buku. Hewan-hewan yang hidup di air seperti Crustacea (golongan udang-udangan) dan Mollusca (siput dan kerang) yang bernapas dengan menggunakan insang.

Baca Juga:

Sistem Pernapasan Pada Porifera

Pada porifera bernapas dengan cara memasukkan air melalui pori-pori (ostium) yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya, masuk ke dalam rongga spongocoel. Yang dalam proses pernapasan selanjutnya dilakukan oleh sel leher (koanosit), yakni sel yang berbatasan langsung dengan rongga spongocoel. Aliran air yang masuk melalui ostium menuju rongga spongocoel membawa oksigen sekaligus zat-zat makanan.

Dalam pengikatan O2 dan pelepasan CO2 dilakukan oleh sel leher (koanosit), selain melakukan fungsi pernapasan, sel leher sekaligus melakukan proses pencernaan dan sirkulasi zat makanan. Selanjutnya, air keluar melalui oskulum.

Sistem Pernapasan Pada Vermes (Cacing)

Yang sebagian besar Vermes bernapas dengan menggunakan permukaan tubuhnya seperti anggota filum Platyhelminthes yakni Planaria dan anggota filum Annelida yakni cacing tanah (Pheretima sp). Namun, pada beberapa Annelida bernapas dengan insang, seperti Annelida yang hidup di air yakni Polychaeta (golongan cacing berambut banyak) ini bernapas menggunakan sepasang porapodia yang berubah menjadi insang.

Pada Planaria, O2 yang terlarut di dalam air berdifusi yang melalui permukaan tubuhnya. Demikian juga dengan pengeluaran CO2. Pada cacing tanah, O2 berdifusi melalui permukaan tubuhnya yang basah, tipis, dan memiliki pembuluh-pembuluh darah. Selanjutnya, O2 diedarkan keseluruh tubuh oleh sistem peredaran darah.

Pada CO2 sebagai sisa pernapasan dikeluarkan dari jaringan oleh pembuluh darah, lalu keluar melalui permukaan tubuh secara di fusi. Permukaan tubuh cacing tanah selalu basah. Yang hal ini berfungsi untuk mempermudah proses difusi O2 melalui permukaan tubuhnya.

Sistem Pernapasan Pada Mollusca

Pada hewan bertubuh lunak (Mollusca) yang hidup di air, seperti siput, cumi-cumi dan karang (Bivalvia) bernapas dengan menggunakan insang. Aliran air masuk ke dalam insang dan terjadi pertukaran udara dalam lamela insang. Mollusca yang hidup di darat, seperti siput darat (bekicot) bernapas dengan menggunakan paru-paru.

Sistem Pernapasan Pada Arthropoda

Untuk sistem pernapasan pada Arthropda ini terbagi menjadi yaitu:

Insecta

Insecta ini bernapas dengan menggunakan sistem trakea. Sistem trakea pada serangga, seperti belalang terdiri atas spirakel, saluran (pembuluh trakea), dan trakeolus. Spirakel atau stigma merupakan jalan keluar masuknya udara dari dan ke dalam sistem trakea, terdapat di kerangka luar (eksoskeleton), berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh, dan merupakan tempat bermuaranya pembuluh trakea. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.

Udara masuk melalui empat pasang spirakel depan dan keluar melalui enam pasang spirakel belakang. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel, lalu menuju pembuluh-pembuluh trakea, selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus. Dengan demikian, oksigen dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.

Trakeolus merupakan cabang-cabang terkecil berukuran ยฑ 0,1 mยต dari saluran pembuluh trakea yang berhubungan langsung dengan jaringan tubuh dan tidak berlapis zat kitin. Trakeolus ini merupakan tempat terjadinya pertukaran udara pernapasan. Trakeolus memiliki fungsi sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada Vertebrata.

Dalam mekanisme pernapasan pada belalang diatur oleh otot perut (abdomen), ketika otot perut (abdomen) berelaksasi, volume trakea normal sehingga udara masuk. Sebaliknya, ketika otot abdomen berkontraksi, volume trakea mengecil sehingga udara keluar. Jalur yang dilalui udara pernapasan yaitu:

Udara luar >> stigma/spirakel >> saluran/pembuluh trakea >> trakeolus >> jaringan tubuh.

Jadi, sistem trakea berfungsi mengangkut O2 dan mengedarkannya ke seluruh tubh, serta sebaliknya mengangkut CO2 hasil pernapasan untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut udara pernapasan.

Pada serangga air, seperti jentik nyamuk, udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke permukaan ir untuk mengambil udara. Serangga ait tertentu memiliki gelembung udara sehingga dapat menyelam di dalam air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp memiliki gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral.

Selama menyelam, O2 dalam gelembung udara dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan. Adapula serangga yang memiliki insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya O2 diedarkan melalui pembuluh trakea.

Arthropoda Lain

Pada hewan laba-laba (Arachnida) dan kalajengking (Scorpionida) bernapas dengan paru-paru buku. Yang pada paru-paru buku ini merupakan invaginasi (pelekukan ke dalam) abdomen. Pada paru-paru buku mempunyai banyak lamela seperti halaman buku yang dipisahkan oleh batang-batang sehingga udara dapat bergerak bebas. Udara dari luar, masuk melalui spirakel secara difusi. Selanjutnya, udara masuk di antara sel-sel lamela dan berdifusi dengan pembuluh darah di sekitar lamela.

Arthropoda yang hidup di air, misalnya dari golongan Crustacea (udang-udangan), seperti udang dan ketam bernapas dengan insang buku. Insang buku ini tumbuh dari dasar anggota tubuh dan dinding tubuh yang berdekatan dan menjulur ke atas ke dalam ruang brankial. Yang tiap insang terdiri atas sumbu sentral tempat pertautan lamella atau filamen. Aliran air dihasilkan oleh gerakan mendayung dari insang timba, yakni suatu penjuluran berbentuk bulan sabit dari salah satu penjuluran mulut (maksila kedua).

Pada udang air yang masuk ke dalam ruang brankial di belakang karapaks dan di antara kaki. Yang selanjutnya, saluran di dalam sumbu insang membawa darah ke dan dari ruang di dalam lamela, yang pertukaran udara pernapasan berlangsung melalui dinding tipis lamella. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur. Baik paru-paru buku maupun insang buku, keduanya memiliki fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada Vertebrata.

Demikianlah pembahasan mengenai 102 Sistem Pernapasan Pada Hewan Invertebrata Lengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚