34 Perbedaan Teks Dongeng Dengan Teks Anekdot

34 Perbedaan Teks Dongeng Dengan Teks Anekdot

Posted on

34 Perbedaan Teks Dongeng Dengan Teks Anekdot Beserta Penjelasannya

DosenPendidikan.Com – Teks dongeng dan teks anekdot dalam hal ini merupakan salah satu materi yang dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Walaupun sama-sama berupa teks, dalam hal ini keduanya memiliki perbedaan mandasar.

34 Perbedaan Teks Dongeng Dengan Teks Anekdot

Apabila dalam penyajiannya teks dongeng akan menceritakan tentang suatu kejadian yang luar biasa dalam bentuk fiksi atau khayalan atau sesuatu yang secara akal pikiran kita merupakan hal yang tidak mungkin terjadi, maka teks anekdot biasanya disajikan dalam bentuk cerita pendek yang bersifat lucu.

Namun mengandung maksud untuk mengkritik, yang biasanya teks anekdot akan membahas tema di bidang hukum, sosial, politik dan lingkungan. Anekdot yang lucu dan menghibur ini biasanya dari pengalaman nyata seseorang. Nah dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa perbedaan antara teks dongeng dengan teks anekdot ialah:

Teks dongen menyampaikan kisah fiksi yang berupa kejadian luar biasa yang tidak mungkin jadi kenyataan tapi dapat terjadi di dunia dongeng, yang sementara itu teks anekdot menyampaikan kisah nyata dari pengalaman seseorang dalam bentuk bahasa yang lucu namun mengandung maksud untuk mengkritik.

Ciri-ciri Teks Dongen Dan Teks Anekdot

Ada beberapa ciri-ciri teks dongeng dan teks anekdot yang diantaranya yaitu:

Ciri-Ciri Teks Dongeng

  • Diceritakan dengan alur yang sederhana.
  • Alur cerita singkat dan cepat.
  • Tokoh yang ada tidak diceritakan secara detail.
  • Peristiwa yang ada di dalamnya kebanyakan fiktif atau khayalan.
  • Ditulis dengan gaya pencitraan secara lisan.
  • Lebih menekankan pada bagian isi atau peristiwa.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

  • Lebih dekat dengan perumpaaan tentang dongeng.
  • Menampilkan karakter hewan dan figur manusia yang pada umumnya berhubungan dengan kenyataan “realita”.
  • Bersifat humor atau lelucon.
  • Memiliki tujuan tertentu “mengkritik”.
  • Ditujukan untuk orang penting.
  • Bersifat menggelitik dimana pembacanya akan merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.

Struktur Teks Dongeng Dan Teks Anekdot

Ada beberapa struktur teks dongeng dan teks anekdot yang diantaranya yaitu:

Struktur Teks Dongeng

  • Pendahuluan merupakan bagian yang berisi kalimat pengantar untuk memulai dongeng.
  • Isi “Peristiwa” merupakan bagian penting dari dongeng yang isinya mengenai urutan kejadian dari suatu peristiwa.
  • Penutup merupakan bagian akhir cerita yang dibuat untuk mengakhiri cerita.

Struktur Teks Anekdot

  • Abstraksi merupakan bagian awal paragraf yang berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas tentang isi teks anekdot tersebut.
  • Orientasi merupakan suasana pada awal kejadian cerita.
  • Event merupakan bagian yang menceritakan rangkaian kejadian dari suatu peristiwa.
  • Krisis merupakan masalah utama yang ada dalam sebuah teks anekdot.
  • Reaksi merupakan cara menyelesaikan masalah yang timbul di dalam krisis.
  • Koda merupakan perubahan yang terjadi pada tokoh.
  • Re-Orientasi merupakan penutup atau bagian akhir dari teks anekdot.

Berbeda dengan jenis teks lainnya, teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri yang berupa:

  • Menggunakan kata keterangan waktu lampau.
  • Menggunakan kata penghubung.
  • Menggunakan kata kerja.
  • Urutan peristiwa berdasarkan waktu.
  • Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab.

Sementara itu, teks dongeng memiliki beberapa jenis, yang antara lain yaitu:

  • Mite itu merupakan salah satu bentuk dongeng yang menceritakan mengenai hal-hal gaib seperti cerita dewa, hantu, peri dan hal-hal gaib lainnya.
  • Sage ialah cerita dongeng yang menceritakan tentang kepahlawanan, keperkasaan dan kesaktian dari seseorang tokoh.
  • Fabel merupakan bentuk dongeng yang tokoh utamanya ialah hewan yang memiliki perilaku seperti manusia.
  • Legenda ialah dongeng yang menceritakan tentang peristiwa atau kejadian atau asal-usul dari suatu tempat atau benda.
  • Cerita jenaka merupakan cerita yang berisi tentang kejadian-kejadian lucu yang menghibur siapa saja yang menontonnya.
  • Cerita pelipur lara merupakan cerita yang biasanya digunakan untuk menjamu tamu dan menggunakan media seperti wayang dan alat lainnya.
  • Cerita perumpamaan merupakan bentuk dongeng yang mengandung kiasan/ibarat nasihat-nasihat.

Demikianlah pembahasan mengenai 34 Perbedaan Teks Dongeng Dengan Teks Anekdot semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: