4 Pengertian Dan Macam-Macam Kalimat Majemuk Beserta Contohnya

Bahasa Indonesia dudung

4 Pengertian Dan Macam-Macam Kalimat Majemuk Beserta Contohnya – Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi di dalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.

Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk

Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:

  • Kalimat Majemuk Setara
  • Kalimat Majemuk Rapatan
  • Kalimat Majemuk Bertingkat
  • Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.

Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:

Contoh:

  • Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
  • Ragil berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
  • Juminten pergi ke pasar sedangkan Ragil berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)
  • Ragil berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. (kalimat majemuk)

Kalimat majemuk rapatan

Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama,maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.

Contoh:

  • Pekerjaannya hanya makan – kalimat tunggal 1
  • Pekerjaannya hanya tidur – kalimat tunggal 2
  • Pekerjaannya hanya merokok – kalimat tunggal 3
  • Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok – kalimat majemuk rapatan

Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.

Contoh:

  • Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat)
  • Ketika matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
  • Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
  • Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)

Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.

Contoh:

  • Toni bermain dengan Kevin. – kalimat tunggal 1
  • Rina membaca buku di kamar kemarin. – kalimat tunggal 2, induk kalimat
  • Ketika aku datang ke rumahnya. – anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu
  • Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. – kalimat majemuk campuran

Pola Kalimat

Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah yang berlaku.

Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe sebagai berikut.

Kalimat Dasar Berpola S – P

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:

Mereka- sedang berenang. = S – P – Kata Kerja
Ayahnya- guru SMA. = S – P – Kata Benda
Gambar itu – bagus.= S – P – Kata Sifat
Peserta penataran ini – empat puluh orang. = S – P – Kata Bilangan

Kalimat Dasar Berpola S P O

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

Mereka – sedang menyusun – karangan ilmiah. = S – P – O

Kalimat Dasar Berpola S P Pel.

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva. Misalnya:

Anaknya – beternak – ayam. = S – P – Pel.

Kalimat Dasar Berpola S P O Pel

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

Dia – mengirimi – saya – surat. = S – P – O – Pel.

Kalimat Dasar Berpola S P K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Mereka – berasal – dari Surabaya. = S – P – K

Kalimat Dasar Berpola S P O K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Kami – memasukkan – pakaian – ke dalam lemari. = S – P – O – K

Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K

Kalimat dasar tipa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya

Ungu – bermain – musik – di atas panggung. = S – P – Pel. – K

Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Dia – mengirimi – ibunya – uang – setiap bulan. = S – P – O – Pel. – K

Kalimat pasif dan negatif

Kalimat pasif

Subyek sebagai kata ganti orang

  • Saya memasak nasi goreng.- kalimat aktif
  • Nasi goreng kumasak. – kalimat pasif
  • Dia memarahi Agung. – kalimat aktif
  • Agung dia marahi. – kalimat pasif

Subyek bukan sebagai kata ganti orang

  • Bapak memasak nasi goreng. = kalimat aktif
  • Nasi goreng dimasak (oleh) bapak. = kalimat pasif
  • Rini memarahi Dia. = kalimat aktif
  • Dia dimarahi (oleh) Rini. = kalimat pasif

Kalimat negatif

  • Saya memasak nasi goreng. = kalimat positif
  • Saya tidak memasak nasi goreng. = kalimat negatif
  • Dia memarahi Adi. = kalimat positif
  • Dia tidak memarahi Adi. = kalimat negatif

 

Demikian Ulasan Tentang 4 Pengertian Dan Macam-Macam Kalimat Majemuk Beserta Contohnya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀

Most popular articles related to 4 Pengertian Dan Macam-Macam Kalimat Majemuk Beserta Contohnya
Shares