7 Tahapan Replikasi Virus Dalam Biologi

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Virus merupakan parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus ini bersifat parasit obligat karena virus hanya bisa bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak mempunyai perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri.

Tahapan Replikasi Virus

Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat “DNA atau RNA” tetapi tidak kombinasi kduanya, yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein atau kombinasi ketiganya.

Tahapan Replikasi Virus

Replikasi virus terdiri atas beberapa tahapan-tahapan yaitu:

Pelekatan Virus

Pelekatan virus “Adsorpsi” ialah proses interaksi awal antara partikel virus dengan molekul reseptor pada permukaan sel inang. Pada tahap ini, terjadi ikatan spesifik antara molekul dengan reseptor seluler dengan antireseptor pada virus.

Beberapa jenis virus ini memerlukan molekul lainnya untuk dalam proses pelekatan, yakni koreseptor. Molekul koreseptor pada permukaan sel bisa berbentuk protein “glikoprotein” atau residu karbohidrat yang terdapat pada glikoprotein glikolipid. Beberapa virus kompleks seperti poxvirus dan herpesvirus memiliki lebih dari satu reseptor yang sehingga memiliki beberapa rute untuk berikatan dengan sel.

Penetrasi

Penetrasi ini dapat terjadi pada waktu yang sangat singkat setelah pelekatan virus pada reseptor di membran sel. Yang dalam proses ini memerlukan energi 3 mekanisme yang terlibat, yaitu:

  • Translokasi Partikel Virus
    Proses translokasi relatif jarang terjadi di antara virus dan mekanismenya belum sepenuhnya dipahami benar, kemungkinan diperantarai oleh protein di dalam virus kapsid dan reseptor membran spesifik.
  • Endositosis Virus Ke Dalam Vakuola Intraseluler
    Proses endositosis ini ialah mekanisme yang sangat umum sebagai jalan masuk virus ke dalam sel. Tidak diperlukan protein virus spesifik selain yang telah digunakan untuk pengikatan reseptor.
  • Fusi Dari Sampul Dengan Membran Sel
    Proses fusi virus bersampul dengan membran sel baik secara langsung maupun dengan permukaan sel maupun mengikuti endositosis dalam sitoplasma. Diperlukan adanya protein fusi spesifik dalam sampul virus, seperti HA influenza dan glikoprotein transmembran “TM” Rhinovirus.

Pelepasan Mantel

Untuk tahap ini dapat terjadi setelah proses penetrasi di mana kapsid virus baik seluruhnya maupun sebagian dipindahkan ke dalam sitoplasma sel iang. Yang pada tahap ini, genom virus terekspos dalam bentuk kompleks nukleoprotein. Dalam beberapa kasus, tahap ini akan berlangsung cukup sederhana dan terjadi selama fusi pada membran virus dengan membran plasma. Untuk virus lainnya, tahap ini merupakan proses multisep yang melibatkan jalur endositosis dan membran nukleus.

Replikasi Genom Dan Ekspresi Gen

Strategi replikasi dari beberapa virus tergantung pada material genetik alami dari virus tersebut. Yang dalam hal ini, virus dibagi dalam 7 kelompok atas dasar pengelompokan yang dilakukan oleh David Baltimore. Yang proses ekspresi gen akan menentukan semua proses infeksi virus “akut, kronis, persisten atau laten”.

Perakitan

Perakitan ialah proses pengumpulan komponen-komponen virion pada bagian khusus di dalam sel. Selama proses ini, terjadi pembentukan struktur partikel virus. Dalam proses ini tergantung kepada proses replikasi di dalam sel dan tempat di mana virus akan melepaskan diri dari sel. Untuk mekanisme perakitan bervariasi untuk virus yang berbeda-beda.

Pematangan

Dalam tahap pematangan ini merupakan tahap dari siklus hidup virus dan bersifat infeksius. Pada tahap ini dapat terjadi perubahan struktur dalam partikel virus yang kemungkinan dihasilkan oleh pemecahan spesifik protein kapsid untuk menghasilkan produk yang matang. Protease virus dan enzim seluler lainnya biasanya terlibat dalam proses ini.

Perlepasan

Semua virus kecuali virus tanaman melepaskan diri dari sel inang melalui 2 mekanisme yaitu:

  • Untuk virus litik “semua virus non-selubung”, pelepasan merupakan proses yang sederhana dimana sel yang terinfeksi terbuka dan virus keluar.
  • Untuk virus berselubung, diperlukan membran lipid ketika virus keluar dari sel melewati membran. Proses ini dikenal sebagai budding. Proses perlepasan partikel virus kemungkinan bisa merusak sel “Paramyxovirus Rhabdovirus dan Togavirus” dan kemungkinan sebagian lagi tidak merusak sel “Retrovirus”.

Demikianlah pembahsan mengenai 7 Tahapan Replikasi Virus Dalam Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: