9 Tata Cara Dalam Penggunaan Dan Penulisan Ejaan

Posted on
9 Tata Cara Dalam Penggunaan Dan Penulisan Ejaan
5 (100%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Ejaan ialah seperangkat aturan dalam penulisan bunyi bahasa untuk mencapai keseragaman. Dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukkan pengertian dalam kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Kalau mengeja ialah suatu kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata dan kalau ejaan ialah suatu aturan jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa.

ejaan

Ejaan ialah suatu kaidah yang dimana harus dipatuhi oleh pengguna bahasa hal ini bertujuan demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahsa tulis. Keteraturan bentuk itu akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Misalnya saa mengemudi kendaraan, ejaan ialah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Apabila para pengemudi dapat mematuhi rambu-rambu yang ada, maka terciptalah lalu lintas yang teratur dan tertib. Seperti demikianlah kira-kiranya bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan.

Ejaan yang sekarang dinamakan ejaan yang disempurnakan ( EYD ), EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 agustus 1972. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini merupakan upaya penyempurnaan ejaan yang sebelumnya yang sudah ada dipakai selam kurung waktu 25 tahun yang dikenal dengan ejaan republic atau ejaan soewandi. ( diresmikan pada tahun 1947 ).

eyd

Ejaan yang pertama kali bahasa Indonesia ialah ejaan van Ophuijsen ini seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa, yang diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. Ejaan van Ophuijsen ini telah dipakai selama 46 tahun lebih lama dari ejaan republic dan baru diganti setalah dua tahun Indonesia merdeka.

Ejaan yang disempurnakan ( EYD ) mengatur :

Pemakaian huruf

  • Huruf abjad
    Di dalam bahasa Indonesia terdapat huruf abjad yaitu :
    A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, Dan Z
  • Huruf Vokal
    Untuk huruf vokal di dalam bahasa Indonesia yaitu a, i, u, e dan o
  • Huruf Konsonan
    Huruf konsonan didalam bahasa Indonesia yaitu
    A, b, c, d, e, f, g, h, I, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, dan z
  • Huruf Diftong
    Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan denga ai, au, dan oi.
  • Penggabungan Huruf Konsonan
    Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan yakni : kh, ng, ny, dan sy. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.

Pemenggalan Kata

Untuk pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan dengan cara yaitu :
Bila ditengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu misalnya : aula menjadi au-la bukan a-u-l-a-
Apabila ditengah kata ada konsonan termasuk gabungan huruf konsonan, pemenggalan itu dilakukan sebelum huruf konsonan misalnya : paman menjadi pa-man-

Penggunaan Huruf Kapital Dan Huruf Miring

  • Huruf kapital atau huruf besar
    Pada huruf kapital ini dipakai sebagai huruf pertama dalam pada penggunaan awal kalimat, petikan langsung, ungkapan yang berhubungan dengan nama gelar kehormatan, nama orang, nama bangsa, suku, tahun bulan, unsure nama jabatan dan lain-lain.
  • Huruf miring
    Huruf miring dalam cetakan digunakan untuk menuliskan nama buku, majalag, surat kabar, yang dikutip dalam tulisan, nama ilmiah atau ungkapan asing, dan untuk menegaskan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.

Penulisan Kata

  • Kata dasar, kata dasar ditulis sebagai salah satu kesatuan
  • Kata turunan, kata turunan ( imbuhan )
  • Bentuk ulang, bentuk kata ulang ditulis hanya dengan tanda hubung ( – )
  • Gabungan kata, gabungan kata yang dianggap senyawa ditulis dengan serangkai
  • Kata ganti ku, mu, kau dan nya, ditulis serangkai dengan kata yang megikutinya
  • Kata depan di, ke, dan dari, kata depan di dan ke ditulis terpisah
  • Kata si dan sang, kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang megikutinya
  • Partikel, partikel per yang berarti tiap-tiap ditulis terpisah

Singkatan Dan Akronim

Singkatan ialah sebuah bentuk istilah yang tulisannya dipersingkat terdiri dari huruf awalnya saja, menanggalkan sebagian unsurnya atau lengkap menurut lisannya misalnya NKRI,cm, lab.

Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, atau gabungan kombinasi huruf dan suku kata misalnya rudal (peluru kendali), tilang (bukti pelanggaran)

Angka Dan Lambang Bilangan

Dalam penulisan angka dan bilangan terdiri dari beberapa cara ialah

  • Berasal dari satuan dasar sistem internasional misalnya arus listrik ditulis A = ampere
  • Menyatakan tanda decimal misalnya 3,05 atau 3.05

Penulisan Unsur Serapan

Dalam penulisan unsur serapan pada umumnya mengadaptasi atau mengambil dari istilah bahasa asing yang sudah menjadi sitilah dalam bahasa indonesia misalnya president menjadi presiden.

Pemakaian Tanda Baca

Dalam pemakian tanda baca terdiri dari tanda ( . ), ( , ), ( – ), ( ; ). ( : ), ( ” )

Pedoman Umum Pembentukan Istilah

Dalam pembentukan istilah asing yang sudah menjadi perbendaharaan kata dalam bahasa indonesia telah mengikuti kaidah yang telah ditentukan yaitu :

  • Penyesuaian Ejaan
    Misalnya : ae jika tidak bervariasi dengan e tetap e, aerosol tetap aerosol
  • Penyesuain huruf gugus konsonan
    Misalnya : flexible menjadi fleksibel
  • Penyesuain akhiran
    Misalnya : etalage menjadi etalase
  • Penyesuaian awalan
    Misalnya : amputation menjadi amputasi

Memiliki gaya bahasa

Gaya bahasa ialah penggunaan kata kiasan dan perbandingan yang sangat tepat untuk mengungkapkan perasaan atau pikiran dengan maksud tertentu. Gaya bahasa berguna untuk menimbulkan keindahan dalam karya sastra atau dalam berbicara, gaya bahasa disebut juga majas.

  • Gaya bahasa simbolik ialah gaya bahasa yang menggunakan perbandingan simbol benda, lambang, binatang atau tumbuhan. Misalnya : litah darat harus dibasmi ( lintah darat adalah simbol pemeras, rentenir atau pemakan riba )
  • Gaya bahasa hiperbola ialah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlebihan misalnya : tawanya menggelegar hingga membelah bumi.

Demikianlah pembahasan mengenai 9 Tata Cara Dalam Penggunaan Dan Penulisan Ejaan ini semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi anda, sekian dan terima kasih.

Baca Juga: