“Audit” Pengertian & ( Tujuan – Manfaat – Jenis )

Posted on

“Audit” Pengertian & ( Tujuan – Manfaat – Jenis )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Audit yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, tujuan, manfaat dan jenis, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Audit

Audit merupakan proses yang dilakukan oleh seorang auditor dimana untuk mendapatkan bukti yang akurat mengenai aktivitas ekonomi suatu entitas, proses audit ini akan dilakukan untuk menyetarakan derajat kewajaran aktivitas ekonomi suatu entitas tersebut apakah telah sesuai dengan yang telah ditetapkan dan melaporkan hasilnya kepada para pihak yang berkepentingan.

Tujuan Audit

Tujuan audit secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kelengkapan “Completeness”
    Untuk menyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukkan.
  • Ketepatan “Accurancy”
    Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan dan dicatat dengan tepat.
  • Eksistensi “Existence”
    Untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.
  • Penilaian “Valuation”
    Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
  • Klasifikasi “Classification”
    Untuk memastikan bahwa transaksi yang di cantumkan dalam jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-angka yang dimasukkan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat.
  • Ketepatan “Accurancy”
    Untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar, serta penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.
  • Pisah Batas “Cut-Off”
    Untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji ialah transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu periode akuntansi.
  • Pengungkapan “Disclosure”
    Untuk menyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

Manfaat Audit

Adapun manfaat audit dibagi menjadi tiga bagian dasar yang menikmati manfaat audit yaitu:

Bagi Pihak Yang Diaudit

  • Menambah integritas laporan keuangannya sehingga laporan tersebut bisa dipercaya untuk kepentingan pihak luar entitas seperti pemegang saham, kreditor, pemerintah dan lain-lain.
  • Mencegah dan menemukan fraud yang dilakukan oleh manajemen perusahaan yang diaudit.
  • Memberikan dasar yang dapat lebih dipercaya untuk penyiapan surat pemberitahuan pajak yang diserahkan kepada pemerintah.
  • Membuka pintu bagi masuknya sumber-pembiayaan dari luar.
  • Menyiapkan kesalahan dan penyimpangan moneter dalam catatan keuangan.

Bagi Anggota Lain Dalam Dunia Usaha

  • Memberikan dasar yang lebih menyakinkan para kreditur atau para rekanan untuk mengambil keputusan pemberian kredit.
  • Memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada perusahaan asuransi untuk menyelesaikan klaim atas kerugian diasuransikan.
  • Memberikan dasar yang terpercaya kepada para investor dan calon investor untuk menilai prestasi investasi dan kepengurusan manajemen.
  • Memberikan dasar yang objektif kepada serikat buruh dan pihak yang diaudit untuk menyelesaikan sengketa mengenai upah dan tunjangan.
  • Memberikan dasar yang independen kepada pembeli maupun penjual untuk menentukan syarat penjualan, pembelian atau penggabungan perusahaan.
  • Memberikan dasar yang lebih baik, meyakinkan kepada para langganan atau klien untuk menilai profitabilitas atau audit finansial, audit manajemen, dan sistem pengendalian intern 45 rentabilitas perusahaan itu, efisiensi operasionalnya dan keadaan keuangannya.

Bagi Badan Pemerintah Dan Orang-Orang Yang Bergerak Di Bidang Hukum

  • Memberikan tambahan kejelasan yang independen tentang ketelitian dan jaminan laporan keuangan.
  • Memberikan dasar yang independen kepada mereka yang bergerak di bidang hukum untuk mengurus harta warisan dan harta titipan, menyelesaikan masalah dalam kebangkrutan dan insolvensi dan menentukan pelaksanaan perjanjian persekutuan dengan cara semestinya.
  • Memegang peranan yang menentukan dalam mencapai tujuan undang-undang keamanan sosial.

Jenis-Jenis Audit

Adapun jenis-jenis audit yang diantaranya yaitu:

Audit Laporan Keuangan

Ada beberapa jenis audit, untuk audit laporan keuangan ini ketika perusahaan menyajikan sebuah laporan-laporan dan auditor melakukan audit, maka proses audit yang dilakukan oleh auditor tersebut ialah audit laporan keuangan. Serta audit ini hasilnya akan disampaikan kepada beberapa pihal seperti pemegang saham dan kreditor.

Audit Kinerja

Ketika auditor melakukan audit untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan operasi perusahaan, maka proses audit yang dilakukan oleh auditor tersebut ialah audit kinerja, audit ini dilakukan bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti yang ditemukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh entitas.

Audit Kepatuhan

Audit kepatuhan ialah audit yang dilakukan oleh seorang auditor untuk melihat kegiatan operasi suatu entitas apakah telah sesuai dengan ketetapan, ketentuan, peraturan, persyaratan yang berlaku atau telah disetujui, seperti perjanjian dengan kreditor, perundang-undangan disuatu negara.

Demikianlah pembahasan mengenai “Audit” Pengertian & ( Tujuan – Manfaat – Jenis ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Baca Juga: