“Autisme” Pengertian & ( Jenis – Tingkatan )

Posted on

“Autisme” Pengertian & ( Jenis – Tingkatan )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Autisme yang dimana dalam hal ini meliputi jenis dan tingkatan, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Autisme

Autisme atau autis merupakan salah satu gangguan perkembangan pada anak, dimana terjadi permasalahan pada interaksi sosial, masalah komunikasi dan bermain imajinatif “seolah-olah hidup memiliki dunia bermain sendiri” yang mulai muncul sejak anak berusia di bawah tiga tahun. Istilah autisme berasal dari bahasa Yunani yaitu autos yang berarti aku atau diri “self”.

Jenis-Jenis Autisme

Menurut ICD-10 “International Classification of Diseases, WHO 1993” dan DSM-IV (American Psychiatric Association, 1994), autisme diklasifikasikan menjadi lima jenis yaitu sebagai berikut “Prasetyono, 2008:54-65”:

Autisme Masa Kanak-Kanak “Childbood Autism”

Autisme pada masa kanak-kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur tiga tahun. Ciri-ciri gangguan autisme ini ialah kualitas komunikasinya tidak normal, adanya gangguan dalam kualitas interkasi sosial dalam aktivitas, perilaku serta interesnya sangat terbatas, diulang-ulang dan streotip.

Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified “PDD-NOS”

Gejala ini tidak sebanyak seperti pada autisme masa kanak-kanak. Kualitas dari gangguan tersebut lebih ringan, sehingga anak-anak ini masih bisa bertatap mata, ekspresi facial tidak terlalu datar, dan masih bisa diajak bergurau.

Sindrom Rett “Rett’s Syndrome”

Gangguan perkembangan yang hanya dialami oleh anak wanita. Sekitar umur enam bulan, bayi mulai mengalami kemunduran perkembangan. Pertumbuhan kepala mulai berkurang pada umur lima bulan sampai empat tahun. Gerakan tangan menjadi tidak terkendali, gerakan yang terarah hilang dan disertai dengan gangguan komunikasi serta penarik diri secara sosial. Selain itu terjadi gangguan berbahasa, perseptivitas, ekspresif, serta kemunduran psikomotor yang hebat. Hal yang sangat khas adalah timbulnya gerakan tangan yang terus menerus.

Gangguan Disintegratif Masa Kanak-Kanak “Childbood Disintegrative Disorder”

Gejala timbul setelah umur tiga tahun. Perkembangan anak sangat baik selama beberapa tahun sebelum terjadinya kemunduran yang hebat. Pertumbuhan yang normal terjadi pada usia 1 sampai 2 tahun, kemudian anak akan kehilangan kemampuan yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik.

Asperger Syndrome “AS”

Lebih banyak terdapat pada anak laki-lakim perkembangan bicaranya tidak terganggu tetapi mereka kurang berkomunikasi secara timbal balik. Berbicara dengan tata bahasa yang baku dan dalam berkomunikasi kurang menggunakan bahasa tubuh. Sangat terobsesi kuat pada suatu benda mempunyai daya ingat yang kuat dan tidak mempunyai kesuliyas dalam pelajaran di sekolah.

Tingkatan Autisme

Berdasarkan tingkat kecerdasan “IQ”, autisme dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu ” Pusponegoro dan Solek 2007″:

  • Low Functioning “IQ rendah”
    Apabila penderitanya masuk ke dalam kategori low functioning “IQ rendah” maka di kemudian hari hampir dipastikan penderita ini tidak dapat diharapkan untuk hidup mandiri sepanjang hidup penderita memerlukan bantuan orang lain.
  • Medium Functioning “IQ sedang”
    Apabila penderita masuk ke dalam kategori medium functioning “IQ sedang” maka dikemudian hari masih bisa hidup bermasyarakat dan penderita ini masih bisa masuk sekolah khusus yang memang dibuat untuk anak penderita autis. c. High Functioning “IQ tinggi”. Apabila penderitanya masuk ke dalam kategori high functioning “IQ tinggi” maka dikemudian hari bisa hidup mandiri bahkan mungkin sukses dalam pekerjaannya dapat juga hidup berkeluarga.

Menurut Childhood Autism Rating Scale “CARS”, autisme dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu “Mujiyanti, 2011”:

  • Autis Ringan
    Pada kondisi ini anak autisme masih menunjukkan adanya kontak mata walaupun tidak berlangsung lama. Anak autisme ini dapat memberikan sedikit respon ketika dipanggil namanya, menunjukkan ekspresi-ekspresi muka dan dalam berkomunikasi dua arah meskipun terjadinya hanya sesekali.
  • Autis Sedang
    Pada kondisi ini anak autisme masih menunjukkan sedikit kontak mata namun tidak memberikan respon ketika namanya dipanggil. Tindakan agresif atau hiperaktif, menyakiti diri sendiri, acuh dan gangguan motorik yang stereopik cenderung agak sulit untuk dikendalikan tetapi masih bisa dikendalikan.
  • Autis Berat
    Anak autisme yang berada pada kategori ini menunjukkan tindakan-tindakan yang sangat tidak terkendali. Biasanya anak autisme memukul-mukulkan kepalanya ke tembok secara berulang-ulang dan terus menerus tanpa henti. Ketika orang tua berusaha mencegah namun anak tidak memberikan respon dan tetap melakukannya bahkan dalam kondisi berada dipelukan orang tuasnya, anak autisme tetap memukul-mukulkan kepalanya, anak baru berhenti setelah merasa kelelahan kemudian langsung tertidur.

Demikianlah pembahasan mengenai “Autisme” Pengertian & ( Jenis – Tingkatan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Baca Juga: