Cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Moneter Dan Fiskal Lengkap

Cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Moneter Dan Fiskal Lengkap
3 (60%) 3 votes

DosenPendidikan.Com – Dalam ilmu ekonomi, inflasi ialah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus ( continue ) berkaitan dengan mekanisme pasar yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang terbilang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang demikian memicu konsumsi atau bahkan spekulasi hingga termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lian inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang dengan secara kontinu.

kebijakan moneter dan fiskal

Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa bukan tinggi-rendahnya tingkat harga, artinya tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi ialah indikator untuk melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi bila proses kenaikan harga berlangsung dengan secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Jadi istilah inflasi ini juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan unag yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi dua yang paling sering digunakan ialah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan yakni inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi bila kenaikan harga berada dibawah angka 10% setahun, inflasi sedang antara 10%-30% setahun, inflasi berat antara 30%-100% setahun dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada diatas 100% setahun.

Cara Mengatasi Inflasi

Untuk mengatasi inflasi pada intinya pemerintah dapat melakukan tiga hal yaitu :

  • Dengan mengurangi jumlah uang yang beredar.
  • Memperbanyak jumlah berang dan jasa.
  • Dengan menetapkan harga maksimum ( agar harga tidak terus naik ).

Kebijakan Moneter Yang Bersifat Mengurangi Jumlah Uang Beredar

Hal ini salah satu untuk mengatasi inflasi tentu digunakan kebijakan moneter yang bersifat mengurangi jumlah uang yang beredar yang meliputi :

  • Kebijakan Pasar Terbuka

    Kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menjual SBI ( Surat Bank Indonesia ).Dengan menjual SBI, Bank Sentral akan menerima uang dari masyarakat dengan artinyan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

  • Kebijakan Diskonto

    Kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah ng yang beredar dengan cara menaikan suku bunganya. Dengan menaikkan suku bunga, diharapkan masyarakat akan menabung dibank lebih banyak. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

  • Kebijakan Cadangan Kas

    Kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menaikkan cadangan kas minimum. Sehingga bank umum harus menahan uang lebih banyka dibak sebagai cadangan, dengan demikian jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

  • Kebijakan Kredit Selektif

    Kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar dengan cara memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Syarat pemberian yang ketat akan mengurangi jumlah pengusaha yang bisa memperoleh kredit, dengan demikian jumlah uang yang beredar dapat dikurangi

  • Sanering

    Kebijakan Bank Sentral memotong nilai mata uang dalam negeri jika negara sudah mengalami hiperinflasi ( inflasi diatas 100% ), dengan memotong nilai mata uang maka nilai uang yang beredar dapat dikurangi.

  • Menarik Atau Memusnahkan Uang Lama

    Kebijakan Bank Sentral mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menarik atau memusnahkan uang yang lama seperti uang logam pecahan Rp 5,00 Rp 10,00 dan Rp 25,00 serta uang kertas Rp 100,00.

  • Membatasi Pencetakan Uang Baru

    Untuk mengatasi inflasi pemerintah harus membatasi pencetakan uang baru agar jumlah uang yang beredar tidak semakin bertambah.

Kebijakan Fiskal ( Kebijakan Anggaran )

Kebijakan fiskal ini ialah kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara, untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan fiskal sebagai berikut :

  • Mengurangi Pengeluaran Pemerintah

    Untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat mengurangi pengeluaran sehingga permintaan terhadap barang dan jasa berkurang yang pada akhirnya dapat menurunkan harga-harga.

  • Menaikkan Tarif Pajak

    Untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat menaikkan tarif pajak, kenaikan tarif pajak akan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Berkurangnya tingkat konsumsi akan mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa yang akhirnya dapat menurunkan harga-harga.

Kebijakan Bukan Moneter Dan Bukan Fiskal

Selain dengan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat menjalankan kebijakan berikut ini.

  • Menambah Hasil Produksi

    Untuk menambah hasil produksi pemerintah dapat memberikan subsidi dan premi atau membuat peraturan yang mendorong pengusaha-pengusaha menjadi lebih produktif sehingga mampu menambah hasil produksi. Dengan bertambahnya hasil produksi berupa barang dan jasa diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar.

  • Mempermudah Masuknya Barang Impor

    Dengan masuknya barang impor jumlah barang yang masuk ke dalam negeri menjadi lebih banyak dan diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar. Untuk mempermudah masuknya barang impor dapat melalui penurunan bea masuk impor dan mempermudah aturan impor.

  • Tidak Mengimpor Barang-Barang Dari Negara Yang Sedang Mengalami Inflasi

    Untuk mencegah menularnya imported inflation ( inflasi dari luar negeri ) sebaiknya pemerintah tidak mengimpor barang-barang dari negara yang sedang mengalami inflasi yang umumnya menjual barang dengan harga lebih mahal.

  • Dengan Menetapkan Harga Maksimum

    Agar harga tidak terus-menerus naik, pemerintah dapat menerapkan harga maksimum sehingga produsen ( penjual ) tidak bisa menjual melebihi harga maksimum.

  • Melarang Penimbunan Barang Yang Biasa Dilakukan Pedagang

    Penimbunan barang dapat menyebabkan langkanya barang dipasaran sehingga memicu kenaikan harga-harga. Dengan melarang penimbunan berarti mencegah kenaikan harga-harga.

  • Dengan Menjaga Kestabilan Tingkat Upah

    Dengan menjaga kestabilan tingkat upah ( tidak membiarkan upah naik terus-menerus ) maka kenaikan biaya produksi dapat ditekan.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Moneter Dan Fiskal Lengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂