Cara Perkembangbiakan Virus “ Lisogenik Dan Daur Litik ”

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Virus merupakan organisme parasit yang berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus termasuk bersifat parasit obligat, hal ini karena virus hanya bisa bereproduksi didalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak mempunyai perlengkapan selular untuk dapat bereproduksi sendiri.

bakteriofag

Virus bisa hidup didalam dan di luar sel-sel hidup yang menjadi inangnya, virus bisa berkembang biak didalam sel bakteri, sel tumbuhan dan sel hewan. Yang salah satu jenis bakteri yang sering dijadikan contoh untuk menjelaskan perkembangbiakan virus ialah bakteriofag. Bakteri ini ialah merupakan virus yang menyerang sel bakteri, baktriofag merupakan parasit interseluler yang tidak mempunyai peralatan untuk mensintesis protein dan sistem konversi energi. Oleh karenanya, bakteriofag sangat membutuhkan bakteri hidup sebagai inang untuk melakukan siklus reproduksinya.

Dalam perkembangbiakan virus terdiri dari dua siklus atau daur yakni :

Siklus litik

Siklus ini disebut litik karena pada siklus ini akan terjadinya suatu penghancuran pada sel bakteri oleh bakteriofag, siklus litik yang diawali dengan menempelnya atau melekatnya virus pada bakteri hingga hancurnya DNA bakteri dan terbentuknya virus yang baru, berikut inilah tahapan yang terjadi dalam siklus litik yaitu :

  • Virus menempel pada bakteri
  • Virus melakukan penetrasi yakni setelah menempel virus mencoba untuk membentuk lubang pada dinding sel bakteri menggunakan enzim. Enzim ini melarutkan dinsing sel bakteri sampai terbentuk lubang, melalui lubang itulah virus memasukkan DNA ke dalam bakteri.
  • Pembentukan komponen virus ialah DNA yang akan masuk ke dalam bakteri telah mengambil alih tugas DNA bakteri dan menggunakan metabolik bakteri untuk menghasilkan komponen-komponen virus, seperti kapsid, ekor, serabut ekor dan kepala, pada tahap mulai terbentuk virus baru.
  • Penghancuran dinding sel bakteri yakni virus yang baru terbentuk kemudian mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri, setelah dinding bakteri telah hancur, virus-virus baru bisa keluar dan menyerang sel-sel bakteri lainnya sehingga bakteri akan mengalami kematian. Virus yang telah menginfeksi sel lain pun mengulangi siklus litiknya kembali. Siklus litik yang mengahasilkan virus-virus baru ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk setiap siklusnya.

Siklus Lisogenik

Merupakan siklus perkembangbiakan virus apabila bakteri yang menjadi inangnya mempunyai daya tahan yang lebih kuat sehingga virus menjadi tidak virulen. Pada siklus ini, virus hanya menempelkan DNA-nya saja pada DNA bakteri dan tidak dengan secara langsung mengambil laih metabolisme sel inang DNA yang menempel disebut profage, nah berikut inilah tahapan siklus lisogenik yaitu :

  • Penetrasi
    Virus yang menempel pada bakteri berusaha memasukkan DNA-nya ke dalam bakteri, tahapan ini tidak jauh berbeda dengan siklus lisis. Virus melakukan penetrasi materi genetik DNA ke dalam tubuh bakteri.
  • Pembentukan Profage
    DNA tersebut yang tekah berhasil masuk ke dalam tubuh bakteri kemudian menempel pada DNA bakteri dan membentuk profage yang merupakan cikal bakal terbentuknya virus yang baru.
  • Pembelahan Profage
    Pada saat bakteri ini membelah diri, profage ikut membelah sehingga anakan sel bakteri pun mengandung profage, hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah bakteri yang mengandung profage menjadi sangat banyak.
  • Pembentukan Virus Baru
    Apabila kondisi lingkungan mendukung dan sistem imunitas bakteri menurun, profage akan menjadi virulen ( mampu menyebabkan penyakit dan merusak jaringan tubuh ) dan menghancurkan bakteri, virus-virus yang terbentuk siap menyerang sel-sel lainnya dan terus berkembang biak.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Perkembangbiakan Virus “ Lisogenik Dan Daur Litik ” semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂