Ciri-Ciri Morfologi Dan Fisiologi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya

Posted on
Ciri-Ciri Morfologi Dan Fisiologi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Dalam fermentasi pada pembuatan sebuah tempe dibantu oleh suatu jamur atau cendawan, kapang atau sering disebut juga dengan fungi. Dalam hal ini sebenarnya masih banyak jenis jamur di sekitar kita. Coba anda amati lagi di sekitar halaman rumah, sekolah atau kebun. Apakah pernah melihat jamur yang hidup di batang kayu atau disekitar sampah ?? lalu bagaimanakah bentuk dari jemur tersebut, dan termasuk jenis apakah jamur tersebut ?? Pada jamur ada yang bisa di makan seperti jamur merang dan jamur kuping. Pada jamur tersebut ini memiliki nilai gizi yang begitu tinggi, termasuk jenis apakah jamur tersebut.

Ciri-Ciri Morfologi Dan Fisiologi Jamur ( Fungi )

Pada jamur adan juga menguntungkan, namun ada juga yang dapat merugikan, misalnya dapat menyebabkan penyakit dan kebusukan. Untuk contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur seperti panu, kadas dan keputihan. Sedangkan untuk kebusukan dapat menyerang akar, batang, daun dan buah tanaman yang menyebabkan petani rugi. Hal ini karena jamur berhubungan dengan kehidupan kita, maka untuk itu kita mempelajari jamur lebih mendalam.

Pembahasan Ciri-Ciri Morfologi Jamur

Untuk bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, akan tetapi tidak memiliki daun dan akar yang sejati, juga tidak memiliki klorofil sehingga dia tidak dapat melakukan fotosintesis. Untuk itulah jamur digolongkan atau diklasifikasikan tersendiri karena tidak dapat digolongkan dalam tumbuhan atau hewan. Jamur ini ada yang bisa dilihat secara langsung atau bentuknya makroskopis dan ada yang harus diamati menggunakan mikroskop karena bentuknya mikroskopis.

Pada umumnya jamur memiliki sel banyak ( multiseluler ) misalnya jamur merang dan jamur tempe, tetapi ada juga yang bersel tunggal ( uniseluler ) seperti ragi atau yeast / saccharomyces. Jamur yang multiseluler tersusun atas benang-benang yang disebut dengan hifa. Apabila dilihat dengan mikroskop tampak bentuk hifa ini bersekat-sekat ( bersepta ) dan tidak bersekat.

Untuk jamur bentuk hifa yang bersekat, untuk tiap sekat terdapat satu sel yang terdiri atas satu atau beberapa inti sel. Adapun pada hifa yang tidak bersekat, inti selnya tersebar di dalam sitoplasma yang disebut dengan sinositik. Seperti yang terlihat pada mikroskop, sel-sel jamur ini sudah memiliki membrane inti sel, sehingga dikelompokkan sebagai organisme eukariotik. Dinding sel jamur ini terbuat dari kitin yang dapat memberikan bentuk dari sel-sel jamur. Yang jalinan/kumpulan hifa-hifa ini akan membentuk suatu miselium dan miselium inilah yang tumbuh menyebar di atas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya.

Lalu bagaimanakah cara jamur mendapatkan makanan ?? seperti yang kita ketahui, jamur tidak memiliki klorofil, jadi dia tidak dapat berfotosintesis, sehingga hidup secara heterotrof dengan memperoleh zat makanannya dengan cara menyerap dari lingkungannya atau substratnya. Tetapi makanannya yang masih berbentuk senyawa-senyawa kompleks akan diuraikan terlebih dahulu di luar sel jamur yaitu dengan menghasilkan enzim-enzim hidrolitik ekstraseluler.

Untuk makanan jamur itu sendiri dapat berasal dari sumber-sumber tanah subur, produk makanan buatan pabrik, tubuh hewan atau tumbuhan, baik yang sudah mati ( sebagai saprofit ) atau yang masih hidup. Jamur yang hidup pada inang hidup dapat bersimbiosis mutualisme yaitu dapat membantu tumbuhan memperoleh mineral dari tanah. Tetapi kebanyakan bersifat parasit, jamur ini memiliki haustorium yaitu suatu hifa yang khusus digunakan untuk menyerap makanan dari inangnya.

Cara Jamur Bereproduksi

Secara alamiah jamur dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan yaitu dengan cara sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa, pengucupan yaitu dengan cara sel anak yang tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inangnya atau pembentukan spora.

Spora aseksual ini berfungsi untuk menyebarkan speciesnya dalam jumlah yang besar dengan melalui perantara angina tau air. ada beberapa macam spora aseksual diantaranya seperti beikut.

  • Konidiospora
    Merupakan konidium yang terbentuk di ujung atau di sisi hifa. Ada yang berukuran kecil, bersel satu yang disebut mikrokonidium, sebaliknya konidium yang berukuran besar dan bersel banyak disebut makrokonidium.
  • Sporangiospora
    Merupakan spora bersel satu yang terbentuk dalam kantung yang disebut sporangium pada ujung hifa khusus.

Ada dua macam sporangiospora yang tidak bergerak ( nonmotil ) disebut aplanospora dan sporangiospora yang dapat bergerak karena memiliki flagella yang disebut dengan zoospora.

  • Oidium / artrospora yaitu spora bersel tunggal yang terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
  • Klamidospora merupakan spora bersel satu, berdinding tebal dan sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, spora ini terbentuk dari sel-sel hifa yang somatic.
  • Blatospora merupakan tunas/kuncup pada sel-sel khamir.

Dan sedangkan perkembangbiakan jamur secara seksual dilakukan dengan peleburan inti sel/nukleus dari dua sel induknya. Reproduksi secara seksual ini lebih jarang dilakuak dan jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan secara aseksual. Dalam perkembangbiakan ini terjadi apabila berada dalam kedaan tertentu, seperti halnya spora aseksual jamur, jenis spora seksual jamur pun bermacam-macam yaitu sebagai berikut.

Definisi Ciri-Ciri Fisiologi Jamur

Dalam hal ini cobalah amati makanan seperti selai atau manisan yang sudah basi. Apabila sudah basi sering makanan itu terlihat berwarna kehitaman, warna itu merupakan jamur yang merusak, bukan bakteri. Dengan demikian, dapat diketahui jamur lebih tahan hidup dalam keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan jasad-jasad renik lainnya. Jamur dapat tumbuh pada suhu yang luas dari suhu yang mendekati 0 derajat celius hingga 37 derajat celcius.

Demikianlah pembahasan mengenai Ciri-Ciri Morfologi Dan Fisiologi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...