“Close Source” Pengertian & Contoh ( Kelebihan – Kekurangan )

Posted on

“Close Source” Pengertian & Contoh ( Kelebihan – Kekurangan )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Close source yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, contoh, kelebihan maupun kekurangan, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Close Source

Close source merupakan software yang source codenya tidak dibuka untuk umum. Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak open source.

Kelebihan Dan Kekurangan Close Source

Nah berikut ini merupakan kelebihan maupun kekurangan close source, simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Kelebihan Close Source

  • Linux gratis, gratis disini berarti tidak harus membeli lisensi.
  • Linux stabil.
  • Linux open source, source code yang disertakannya.
  • Linux aman “secure”, Linux mengimplementasikan standar protocol keamanan yang sangat aman.
  • Linux cepat dan jalan terus “keep on running”, tidak harus restrat saat selesai install aplikasi.
  • Banyak dukungan dan dokumentasi, Linux dan komunitasnya menyediakan milyaran dokumentasi “Readme, HOWTO, Guide, Manual, Info”.
  • Linux menjunjung tinggi kemerdekaan tiap orang untuk berkreasi.
  • Bebas virus, Linux itu merupakan like-Unix dan Unix itu bebas virus. Mengapa bebas virus?? karena didalam system operasi Unix, setiapkali akan mengakses sistem, mengubah, menghapus, menambah bagian dari sistem, selalu diminta konfirmasi password , sedangkan virus tidak tahu password sistem kecuali pemilik sistem tersebut.
  • Linux mempunyai banyak pilihan, kita bisa memilih Linux menurut selera kita, banyak sekali distro “perusahaan yang menyediakan sistem operasi Linux” yang ada dimuka bumi ini.
  • Tampilan Linux tidak lagi mengecewakan.

Kekurangan Close Source

  • Pengoperasiannya yang sulit.
  • Linux mengeluarkan banyak distro sehingga membuat user bingung.
  • Tidak ada Game Linux berkualitas sama dengan Game Windows.
  • Masih minimnya dukungan Hardware dan Driver.
  • Software yang digunakan tidak tersedia di Linux.
  • Tidak ada waktu untuk belajar.
  • Kurangnya sosialiasi.
  • Ketergantungan dengan software bajakan.
  • Tidak adanya dukungan resmi.

Pengelompokan & Contoh Software Close Source

Adapun pengelompokan & Contoh software close source diantaranya yaitu:

Sistem Operasi

Contoh perangkat lunak dam kelompok sistem operasi yang menggunakan lisensi Close Source ialah Microsoft Windows.

Bahasa Pemrograman

Ada banyak jenis bahasa pemrograman, diantaranya software pemrograman tersebut banyak yang memiliki lisensi close source, contohnya ASP.Net, Pascal, Visual Basic.

Web Browser

Contoh Web Browser dengan kode sumber tertutup ialah Internet Explorer yang sejak dahulu dipakai oleh Microsoft dalam Sistem Operasi Windows-nya.

Aplikasi

Banyak sekali aplikasi yang menggunakan lisensi kode tertutup atau close source, contoh aplikasi terkenal ialah CorelDraw, Adobe Photoshop.

Aplikasi Perkantoran

Microsoft Office menjadi aplikasi paling populer berbasis close source untuk membantu menyelesaikan perkerjaan kantor dan lainnya.

Anti Virus

Untuk mengamankan komputer dari serangan program-program jahat maka diperlukan penangkalnya, banyak sekali software anti virus, dan berikut ini contoh anti virus close source yaitu Norton dan McAfee.

Demikianlah pembahasan mengenai “Close Source” Pengertian & Contoh ( Kelebihan – Kekurangan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Baca Juga: