Definisi Gejala Alam Biotik Dan Abiotik Beserta Contohnya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Sains telah berkembang dari rasa ingin tahu manusia dalam merespons gejala-gejala alam, Tuhan telah memberikan karunia pada makhluknya ( manusia ) berupa naluri dan kemampuan berpikir. Dengan memiliki kemampuan berpikirnya manusia selalu ingin berusaha mengetahui segala sesuatu yang ada disekitarnya. Pengetahuan yang diperoleh bisa dikomunikasikaan dengan orang lain dan keturunannya, pengetahuan itu ujungnya terkumpul dengan membentuk suatu disiplin ilmu.

kupu-kupu

Selain juga pengetahuan dapat berkembang karena manusia ingin hidup lebih baik dan terpenuhi semua kebutuhannya. Pengetahuan yang dituangkan atau diwujudkan menjadi sebuah alat, prosedur atau metode menghasilkan teknologi. Jadi sebuah teknologi bekembang dari ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Sains berkembang melalui pengamatan dan penelitian gejala alam bitotik dan abiotik, pengamatan dan penelitian itu harus dilakukan secara ilmiah dengan tahapan sistematis, sehingga hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya.

Dengan Mengamati Gejala Alam Biotik Dan Abiotik

Manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri, melainkan hidup saling berdampingan dan saling berinteraksi terhadapa lingkungan. Lingkungan bisa berupa makhluk hidup ( lingkungan biotik ) dan berupa makhluk tak hidup ( lingkungan abiotik ). Jenis batu dan kerikil yang berserakan di halaman rumah merupakan komponen abiotik, sedangkan kupu-kupu, burung dan bunga mawar merupakan termasuk kedalam komponen biotik. Dengan demikian berdasarkan objeknya gejala alam bisa dibedakan menjadi dua yakni gejala alam biotik dan gejala alam abiotik.

Suatu termasuk dalam gejala alam bisa berupa gejala kejadian dan gejala kebendaan. Gejala alam ialah suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di alam seperti terjadinya kebakaran, pengendapan, metamorfosisi, dan sebagainya. Sedangkan gejala alam kebendaan menunjukkan benda-benda yang ada di alam seperti tanah liat, besi, kapur, pohon dan sebagainya.

Dialam ini banyak sekalai gejala abiotik yang dapat menyebabkan timbulnya gejala abiotik baru, demikian pula banyak juga gejala alam biotik yang dapat menyebabkan timbulnya gejala biotik baru. Misalnya gejala alam panas matahari menyebabkan air menguap, uap air di uadara berkumpul membentuk awan, ketika awan telah jenuh, akan turun menjadi hujan. Selain itu ada pula gejala alam abiotik yang sangat mempengaruhi gejala alam biotik atau sebaliknya. Misalnya fotosintesis merupakan gejala biotik yang dipengaruhi oleh gejala alam abiotik seperti intensitas sinar matahri dan suhu. Gejala abiotik ini pelapukan batuan yang telah ditumbuhi lumut yang disebabkan oleh gejala biotik pertumbuhan lumut tersebut.

Gejala Alam Biotik

Seperti gejala alam biotik antara lain sebagai berikut.

  • Tumbuh dan berkembang
  • Gerak
  • Bernafas
  • Bertambah banyak karena mampu berkembang biak
  • Peka terhadap rangsang

Gejala Alam Abiotik

Gejala alam abiotik ini berkaitan dengan sifat fisik dan kimia yang diluar makhluk hidup misalnya hujan, pelapukan, erosi, ledakan dan sebagainya. Berikut ini beberapa karakteristik atau sifat gejala alam abiotik antara lain sebagai berikut.

  • Wujud
  • Bentuk
  • Warna
  • Ukuran
  • Bau
  • Rasa
  • Tekstur

Untuk melakukan pengamatan bisa dimana saja dan kapan saja. Namun demikian ada juga pengamatan yang perlu dilakukan ditempat khusus, yang berdasarkan lokasinya, pengamatan gejala alam biotik dan abiotik dibedakan menjadi.

  • Pengamatan di alam dan
  • Didalam laboratorium

Supaya pengamatan yang dilakukan dapat menghasilkan data yang benar dan dapat dipercaya, perlu dengan menggunakan alat/bahan dan prosedur kerja yang tepat. Dengan metode pengamatan yang terencana dan sistematis untuk mengamati gejala alam yang dituangkan dalam metode ilmiah. Selain itu juga perlu membekali diri dengan keterampilan kerja ilmiah agar pengamatan berjalan lancar. Baik pengamatan di alam maupun dilaboratorium kita harus selalu memperhatikan keselamatan kerja.

Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan untuk mengamati gejala alam biotik atau abiotik antara lain sebagai berikut.

  • Teropong/Binokuler

    Dengan menggunakan alat tersebut kita bisa melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh. Hal ini sangat berguna ketika mengamati sesuatu yang tidak memungkinkan untuk melakukannya dari dekat, misalnya dengan mengamati burung yang hinggap dipohon, binatang buas, gunung meletus, antena parabola dipuncak menara dan sebagainya.

  • Kamera

    Alat ini berguna untuk mengambil gambar objek-objek yang tidak memungkinkan dibawa ke laboratorium untuk dikaji lebih mendalam atau untuk mengabadikan kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan. Seperti untuk mengambil gambar batuan disungai yang besar, pagar berkarat, hewan/tumbuhan langka atau bagian-bagiannya yang ada dikawasan konservasi dan sebagainya.

  • Berbagai alat ukur

    Ketika mengamati objek biotik maupun abiotik maka harus medeskripsikan ukurannya seperti panjang, luas, volume, berat dan sebagainya. Karena itu penggunaan alat ukur yang tepat sangat diperlukan. Contohnya, rol meter sangat cocok untuk mengukur lebar lapangan, penggaris sesuai untuk mengukur panjang buku, sedangkan mengukur diameter sekrup lebih tepat menggunakan jangka sorong atau micrometer. Untuk mengukur volume bisa digunakan labu ukur atau gelas ukur. Untuk mengukur berat digunakan timbangan atau neraca. Untuk mengukur suhu benda maupun lingkungan digunakan termometer, sedangkan untuk mengukur waktu dapat dengan menggunakan alat stopwatch.

  • Lup

    Alat ini merupakan sebuah lensa cembung yang berguna untuk mengamati benda-benda kecil supaya tampak lebih besar, contohnya untuk mengamati permukaan batu apung, lumut kerak, dan sebagainya.

  • Mikroskop

    Alat ini digunakan untuk mengamati benda-benda renik seperti bakteri, irisan penampang melintang daun, permukaan kristal garam dapur dan sebagainya. Untuk menggunakan mikroskop kita dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup.

  • pH meter

    pH meter merupakan alat untuk mengetahui derajat keasaman suatu objek atau lingkungan disekitar objek.

  • Kompas

    Pada jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara-selatan medan magnet bumi, oleh karena itu kompas cukup berguna sebagai penunjuk arah ketika melakukan pengamatan di alam. Selain kompas saat ini tersedia teknologi penentu lokasi yang menggunakan satelit sehingga labih akurat, seperti GPS ( Global Positioning System ) selain tersedia dalam sebuah alat, teknologi GPS juga telah diadopsi dalam Handphone.

  • Barometer dan Altimeter

    Alat ini merupakan untuk mengukur tekanan udara. Biasanya pada barometer sekaligus terdapat altimeter yakni alat untuk menentukan ketinggian tempat dari permukaan air laut. Namun demikian ada pula barometer dan altimeter yang terpisah, barometer dan altimeter terutama berguna ketika melakukan pengamatan objek di alam.

Demikianlah pembahasan mengenai Definisi Gejala Alam Biotik Dan Abiotik Beserta Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂