Definisi Insentif Beserta Bentuk, Tujuan Dan Jenisnya Lengkap

Definisi Insentif Beserta Bentuk, Tujuan Dan Jenisnya Lengkap

Posted on

Definisi Insentif Beserta Bentuk, Tujuan Dan Jenisnya Lengkap

DosenPendidikan.Com – Insentif merupakan sebagai sarana untuk memotivasi yang mendorong para karyawan untuk bekerja dengan kemampuan yang optimal, yang dimaksudkan sebagai pendapatan Ekstra di luar gaji atau upah yang telah ditentukan.

Dalam pemberian insentif dimaksudkan supaya dapat memenuhi kebutuhan para karyawan dan keluarga mereka. Istilah sisten insentif pada umumnya digunakan untuk menggambarkan rencana-rencana pembayaran upah yang dikaitkan secara langsung atau tidak langsung dengan berbagai standar kinerja karyawan atau profitabilitas organisasi.

Dalam kompensasi dan insentif memiliki hubungan yang sangat erat dimana insentif merupakan komponen dari kompensasi dan keduanya sangat menentukan dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi secara keseluruhan.

Insentif dapar dirumuskan sebagai balasa jasa yang memdai kepada karyawan yang prestasinya melebihi standar yang telah ditetapkan, insentif merupakan suatu faktor pendorong bagi karyawan untuk bekerja lebih baik supaya kinerja karyawan dapat meningkat.

Bentuk-Bentuk Insentif

Adapun bentuk-bentuk insentif ini menurut Koontz “1986:648” insentif dapat diberikan dalam berbagai bentuk, yakni berupa uang, lingkungan kerja yang baik dan partisipasi, untuk lebih jelasnya dari masing-masing berikut ini.

Uang

Merupakan suatu yang sangat penting diberikan sebagai perangsang dengan memberi uang berarti memberi alat untuk merealisasikan kehidupan pegawai, hal ini dapat merangsang pegawai untuk selalu dapat meningkatkan prestasi kerjanya. Prestasi yang meningkat akan menunjang pendapatan naik, maka dengan terpenuhinya kebutuhan maka ketenangan akan dapar dirasakan.

Lingkungan Kerja Yang Baik

Dalam pemberian insentif dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang baik sehingga dapat diberikan pula penghargaan kepada pegawai yang menghasilkan prestasi yang tinggi. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik diperlukan sikap manajer yang baik dalam mendorong bawahnya agar giat bekerja. Menurut analisis para ahli, situasi kerja yang baik dapat meningkatkan keinginan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Partisipasi

Untuk cara ini dapat memberikan dorongan yang kuat untuk meningkatkan kesadaran melakukan tugas yaitu dengan diberikannya perhatian, kesempatan untuk berkomunikasi dengan atasan. Dengan partisipasi akan memberikan pengakuan bahwa partisipasi tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik dan hal ini memerlukan suatu dukungan dan rasa persatuan sehingga para karyawan akan merasa ikut ambil bagian serta keinginan untuk berpartisipasi.

Tujuan Pemberian Insentif

Adapun tujuan insentif menurut Gorda “2004:156”, dalam pemberian insentif atau upah perangsang bertujuan:

  • Memberikan balas jasa yang berbeda di karenakan hasil kerja yang berbeda.
  • Mendorong semangat kerja karyawan dan memberikan kepuasan.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • Dalam melakukan tugasnya seorang pimpinan selalu membutuhkan bawahannya untuk melaksanakan rencana-rencananya.
  • Pemberian insentif dimaksudkan untuk menambah penghasilan karyawan sehingga dapat memenuhi kebutuhannya.
  • Mempertahankan karyawan yang berprestasi agar tetap berada dalam perusahan.

Jenis-Jensi Insentif

Berdasarkan kepada siapa insentif diberikan, maka jenis-jenis insentif dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu:

  • Individual Incentive
    Yaitu insentif yang diberikan kepada karyawan berdasarkan usaha atau prestasi kerja masing-masing karyawan.
  • Group Incentive
    Yaitu insentif yang diberikan berdasarkan standar dari masing-masing kelompok.
  • Plant Wide Incentive
    Yaitu insentif yang diberikan kepada seluruh karyawan perusahaan berdasarkan kriteria pembayaran perusahaan.

Prinsip Pemberian Insentif

Pada dasarnya pemberian insentif senantiasa dihubungkan dengan balas jasa atas prestasi ekstra yang melebihi standar yang telah ditetapkan serta telah disetujui bersama, insentif memberikan penghargaan dalam bentuk pendapatan ekstra untuk usaha ekstra yang dihasilkan.

Dalam pengaturan insentif harus ditetapkan dengan cermat dan tepat serta harus dikaitkan secara erat dengan tujuan-tujuan perusahaan yang bersangkutan. Untuk jumlah insentif yang diberikan kepada seseorang harus dihubungkan dengan jumlah atau apa yang telah dicapai selama periode tertentu, sesuai dengan rumus pembagian yang telah diketahui semua pihak secara nyata. Rumus pembagian insentif ditetapkan secara adil sehingga dapat mendorong meningkatkan lebih banyak keluaran “output” kerja dan meningkatkan keinginan kuat untuk mencapai tambahan penghasilan serta dapat menguntungkan semua pihak.

Demikianlah pembahasan mengenai Definisi Insentif Beserta Bentuk, Tujuan Dan Jenisnya Lengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: