Definisi Proses Terjadinya Gelombong Beserta Sifatnya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Pada dasarnya permukaan air dilautan tidaklah rata, hal ini disebabkan adanya gelombang yang ditandai dengan ayunan air yang bergerak tanpa henti. Walaupun cuaca dalam kondisi tenang tetapi hal ini sudah cukup untuk bisa menimbulkan riak gelombang. Sebaliknya dalam keadaan dimana terjadi badai yang besar bisa menimbulkan suatu gelombang besar yang bisa mengakibatkan kerusakan hebat terhadap apa yang dilewatinya.

gelombang laut

Pembangkit Utama Gelombang

Pembangkit utama gelombang dilautan ialah angin yang bertiup diatasnya, untuk gelombang yang dihasilkan cenderung bervariasi, misalnya dilihat dari tingginya, periode dan didaerah mana gelombang itu dibentuk. Gelombang yang demikian biasa dikenal dengan sebutan Sea. Gelombang diketahui kebanyakan mengalir pada jarak yang luas, gelombang tersebut bergerak makin jauh dari tempat asalnya dan tidak lagi dipengaruhi langsung oleh angin. Untuk bentuk gelombang ini sendiri biasanya lebih teratur dan dikenal dengan sebutan Swell.

Pengaruh Angin Terhadap Sifat Gelombang

Sifat-sifat gelombang dipengaruhi oleh tiga bentuk angin yaitu :

  • Kecepatan Angin

    Semakin kencang angin yang bertiup, maka akan semakin besar pula gelombang yang terbentuk, gelombang yang terbentuk dengan cara yang seperti ini memiliki puncak yang begitu kurang curam bila dibandingkan dengan yang dibangkitkan oleh angin yang berkecepatan lebih lemah.

  • Lamanya Angin Bertiup

    Tinggi, kecepatan dan panjang gelombang cenderung akan meningkat sejalan dengan meningkatnya waktu pada ketika angin pembangkit gelombang sudah mulai untuk bergerak bertiup.

  • Jarak Tanpa Rintangan Dimana Angin Sedang Bertiup ( Fetch )

    Fetch gelombang yang terbentuk pada sebuah danau didaratan akan berbeda dengan fetch gelombang yang terbentuk disebuah lautan yang bebas. Gelombang yang terbentuk didanau dimana fetchnya lebih kecil, biasanya memiliki panjang gelombang hanya beberapa sentimeter saja. Sedangkan untuk sebuah lautan bebas yang dimana fetchnya kemungkinan lebih besar, karena memiliki panjang gelombang hingga beberapa ratus meter.

Gelombang Di Perairan Yang Dangkal

Untuk bentuk gelombang itu sendiri akan berubah dan akhirnya pecah begitu hingga ke pantai. Hal yang demikian disebabkan oleh pengaruh gesekan dari dasar laut yang dangkal terhadap gerakan melingkar dari pertikel-pertikel yang terletak di bagian paling bawah gelombang. Suatu gelombang yang telah dipengaruhi akan bergerak ke depan dan tinggi gelombang tersebut menjadi naik hingga mencapai kira-kira 80% dari kedalaman perairan. Kemudian bentuk ini menjadi tidak setabil dan akhirnya pecah yang sering disertai dengan gerakan maju yang berkekuatan sangat besar.

Terbentuknya Tsunami

Tsunami ialah berasal dari kata dalam bahasa Jepang yang artinya gelombang laut dengan panjang gelombang yang sangat besarm disebabkan baik oleh gangguan seismik atau oleh pergerakan massa sedimen dasar laut akibat gravitasi yang tidak stabil. Walaupun sering disebut sebagai gelombang pasanga surut Tsunami tidak disebabkan oleh pengaruh pasang.

Tsunami ini biasanya memiliki panjang gelombang kira-kira ratusan kilometer, meskipun Tsunami menjalar dilautan terbuka dengan memiliki kecepatan yang tinggi, tinggi gelombangnya kecil, biasanya sekitar 1 meter dan seringnya tidak terdeteksi. Tsunami ini menjalar sebagai gelombang perairan dangkal, yakni kecepatannya selalu ditentukan oleh kedalaman laut yang dilewatinya. Jadi dalam mencapai perairan yang lebih dangkal, kecepatannya berkurang, tetapi energi yang dihasilkan dalam gelombang tersebut tetap sama.

Kerusakan yang sangat besar bisa ditimbulkan oleh Tsunami, hal ini tidak diketahui oleh orang-orang yang berada diatas kapal yang berlabuh dilepas pantai untuk menyadari Tsunami yang sedang lewat dibawah mereka, tapi untuk menyaksikan garis pantai terdekat yang ditumbuk oleh gelombang besar ini hanya dibutuhkan waktu beberapa detik saja.

Tsunami ini biasanya sering muncul di Lautan Pasifik, sebab daerah tersebut sering sekalai mengalami aktivitas seismik deteksi gempa bumi yang akurat bisa memberikan peringatan saat Tsunami menuju pantai dengan jarak tertentu dari pusat gempa. Disekitar Lautan Pasifik, stasiun-stasiun system pengendalian telah lama didirikan, seperti di Honolulu sebagai pusat administratif dan geografik. Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang tinggi dari pada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan angin.

Tapi sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan terjadinya pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah, para ahli oseanografis sering menggunakan istilah gelombang laut seismik ( seismic sea wave ) untuk menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat. Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba ini terjadi karena tiga sebab yaitu :

  • Gempa Bumi
  • Letusan Gunung Api
  • Dan longsoran ( land slide ) yang terjadi didasar laut.

Dari ketiga penyebab Tsunami diatas gempa bumi yang merupakan penyebab utam. Untuk besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya. Bagian terbesar sumber gangguan implusif yang menimbulkan tsunamu dahsyat ialah gempa bumi yang terjadi di dasar laut. Meskipun erupsi vulkanik juga bisa menimbulkan tsunami dahsyat, misalnya letusan gunung krakatau pada tahun 1883.

Gempa bumi di dasar laut ini menimbulkan gangguan air laut, yang disebabkan berubahnya profil dasar laut. Profil dasar laut ini umumnya disebabkan adanya gempa bumi tektonik yang dapat menyebabkan gerakan tanah tegak lurus dengan permukaan air laut atau permukaan bumi. Bila gerakan tanah horizontal dengan permukaan alut, maka tidak akan terjadi tsunami, jika gempa terjadi didasar laut meskipun gerakan tanah akibat gempa ini horizontal tetapi karena energi gempa besar maka bisa meruntuhkan tebing-tebing dilaut, yang dengan sendirinya gerakan dari runtuhan ini ialah tegak lurus dengan permukaan laut. Sehingga walaupun tidak terjadi gempa bumi tetapi karena keadaan tebing/bukit laut sudah labil, maka gaya gravitasi dan arus laut sudah dapat menimbulkan tanah longsor dan ujungnya terjadi tsunami. Hal ini pernah terjadi di Larantuka pada tahun 1976 dan di daerah padang pada tahun 1980.

Berikut ini gempa-gempa yang mungkin bisa menimbulkan tsunami ialah :

  • Gempa bumi yang terjadi di dasar laut
  • Memiliki kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km
  • Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 skala richter
  • Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun, gaya-gaya semacam ini biasanya dapat terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.

Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 6-9 skala richter, dengan tinggi gelombang tsunami maksimum yang mencapai pantai antara 5-24 meter dan jangkauan gelombang kedaratan antara 50 hingga 200 meter dari garis pantai.

Demikianlah pembahasan mengenai Definisi Proses Terjadinya Gelombong Beserta Sifatnya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂