“Dekrit Presiden” Alasan Dikeluarkannya & ( Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 )

Posted on

“Dekrit Presiden” Alasan Dikeluarkannya & ( Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 )

DosenPendidikan.Com – Dekret “dari bahasa latin decernere = mengakhiri, memutuskan, menentukan” ialah perintah yang dikeluarkan oleh kepala negara maupun pemerintahan dan memiliki kekuatan hukum. Dalam hal ini banyak konstitusi memungkinkan dekret dalam masalah tertentu, seperti pada pernyataan keadaan darurat. Dekret sampai sekarang menjadi daya pendorong dalam debat kontroversi ekstrem. Dalam beberapa yuridiksi, jenis perintah pengadilan tertentu oleh hakim dapat disebut sebagai dekret. Salah satu dekret yang terkenal ialah Dekret Presiden 5 Juli 1959 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Untuk menaggulangi hal-hal yang dapat membahayakan negara, Letjen A. H Nasution, selaku Kepala Staf Angkatan Darat, mengeluarkan larangan bagi semua kegiatan politik terhitung sejak tanggal 3 Juni 1959. Yang dalam hal ini partai nasional melalui ketuanya, Soewirjo mengirim surat kepada Presiden Soekarno, yang waktu itu berada di Jepang. Surat itu berisi anjuran agar presiden mendekritkan kembali berlakunya UUD 1945 dan membubarkan Konstituante.

Partai komunis Indonesia melalui ketuanya, Aidit memerintahkan segenap anggotanya untuk tidak menghiri sidang-sidang, kecuali sidang Konstituante. Kehidupan politik semakin buruk dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Di daerah-daerah terjadi pemberontakan merebut kekuasaan.

Partai-partai yang memiliki kekuasaan tidak mampu menyelesaikan persoalan. Soekarno dan TNI tampil untuk mengatasi krisis yang sedang melanda Indonesia dengan mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke UUD 1945.

Alasan Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Pertimbangan dikeluarkannya dekrit Presiden atau latar belakang dekrit presiden 5 Juli 1959 ialah sebagai berikut:

  • Anjuran untuk kembali kepada UUD 1945 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante.
  • Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugasnya karena sebagaian besar anggotanya telah menolak menghadiri sidang.
  • Kemelut dalam Konstituante membahayakan persatuan, mengancam keselamatan negara dan merintangi pembangunan nasional.

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Oleh karena itu, Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan keputusan “dekrit”, keputusan itu dikenal dengan nama “Dekrit Presiden 5 Juli 1959”. Isi dekrit ini ialah sebagai berikut:

  • Pembubaran Konstituante.
  • Berlakunya UUD 1945.
  • Akan dibentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara “MPRS” dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara “DPAS”.

Demikinalah pembahasan mengenai “Dekrit Presiden” Alasan Dikeluarkannya & ( Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: