“Farmakognosi” Pengertian & ( Sejarah – Peran – Contoh )

Posted on

“Farmakognosi” Pengertian & ( Sejarah – Peran – Contoh )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai farmakognosi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, sejarah dan peran, nah agar lebih memahami dan di mengerti simak ulasannya berikut ini.

"Farmakognosi" Pengertian & ( Sejarah - Peran - Contoh )

Sejarah Farmakognosi

Dalam sejarah penemuan obat bahan alam di mulai dari pengetahuan manusia akan khasiat bahan alam bagi kesehatan yang merupakan awal dari berkembangnya farmakognosi.

Bukti dari hal itu dapat diketahui melalui buku Materia Medika yang diterbitkan sebelum abad 19 yakni buku pertama yang memuat tentang khasiat dan penggunaan lebih kurang 600 macam obat dari bahan alam “tanaman, hewan, mineral”.

Sejak saat itu terjadi peningkatan yang pesat terhadap pengetahuan mengenai obat dari bahan alam sehingga dianggap perlu untuk mengadakan pemisahan disiplin ilmu, oleh karena itu pada abad 19, materia medika sudah memiliki dua disiplin ilmu yaitu:

  • Farmakologi yang mempelajari kerja obat “action of drug”.
  • Farmakognosi yang mempelajari segala aspek obat dari alam.

Pengertian Farmakognosi

Farmakognosi sendiri berasal dari kata Pharmakon yang berarti obat dan Gnosis yang berarti pengetahuan, melalui perkembangan ilmu lebih lanjut, para ahli kimia mulai memberikan perhatian pada senyata-senyawa kimia kandungan bahan alam yang di duga mempunyai khasiat bagi kesehatan.

Farmakognosi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tanaman atau hewan yang dapat digunakan sebagai obat alami yang telah melewati berbagai macam uji seperti uji farmakodinamik, uji toksikologi dan uji biofarmasetika.

Farmakognosi ialah sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa sehingga ruang laingkupnya menjadi luas seperti yang diuraikan dalam definisi Fluckiger. Sedangkan di Indonesia saat ini untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis dan organoleptis yang seharusnya juga mencakup indentifikasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan bila perlu penyelidikan dilanjutkan ke arah sintesa.

Sebagai contoh Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakkan cendawan Streptomyces venezuela. Pada akhir abad 19 mereka mulai mencoba mensitesis senyawa kimia yang mempunyai khasiat terapi tersebut dan melakukan modifikasi struktur senyawa dengan tujuan tertentu. Hal ini yang membidangi lahirnya disiplin ilmu baru yaitu kimia medisinal.

Dengan demikian, melalui pengetahuan tentang khasiat bahan alam telah berkembang tiga disiplin ilmu dasar yaitu:

  • Farmakologi yang berhubungan dengan aktivitas dan efek obat.
  • Farmakognosi yang mencakup semua informasi obat dari sumber bahan alam “tumbuhan, hewan, mineral, mikroorganisme”.
  • Kimia medisinal yang berhubungan dengan semisintesis obat.

Peran Farmakognosi

Penggunaan tumbuhan obat sebagai obat di Indonesia telah meningkat, akan tetapi dalam penggunaannya masih banyak hanya sebatas pengalaman yang diturunkan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Disini peran ilmu farmakognosi yang memilah tanaman yang berkhasiat obat atau tidaknya dengan berbagai tes yang dilakukan terhadap tumbuhan tersebut seperti kromatografi, spektrofotometrik dan lain-lain.

Alam memberikan kepada kita bahan alam darat dan laut berupa tumbuhan, hewan dan mineral yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistematikanya maka diperoleh bahan alam berkhasiat obat. Jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dikoleksi, dikeringkan, diolah, diawetkan dan disimpan, akan di peroleh bahan yang siap pakai atau yang disebut dengan simplisia disinilah keterkaitannya dengan farmakognosi.

Demikianlah pembahasan mengenai “Farmakognosi” Pengertian & ( Sejarah – Peran – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: