Fase Pertumbuhan Ikan Beserta Penjelasannya

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Reproduksi merupakan kemampuan individu untuk dapat menghasilkan keturunan sebagai upaya dalam melestarikan jenisnya atau kelompoknya. Dalam hal ini tidak setiap individu menghasilkan keturunan, tetapi tidaknya reproduksi akan dapar berlangsung pada sebagian besar individu yang yang hidup dipermukaan bumi ini. Untuk kegiatan reproduksi pada setiap jenis hewan air berbeda-beda hal ini demikian tergantung kondisi lingkungan. Ada yang berlangsung setiap musim atau kondisi tertentu yang etiap tahunnya.

Fase Pertumbuhan Ikan Beserta Penjelasannya

Pada ikan yang memiliki variasi yang luas dalam strategi reproduksi supaya keturunannya dapat mampu bertahan hidup, dalam hal ini ada tiga strategi reproduksi yang menonjol yaitu:

  • Memijah hanya bilamana energi cukup tersedia.
  • Memijah dalam proporsi ketersediaan energi.
  • Memijah dengan mengorbankan semua fungsi yang lain, bila sesudah itu individu tersebut mati.

Oleh karena itu fisiologi reproduksi sangat penting untuk dapat diketahui hal ini karena mengahasilkan banyak faedah yang baik bagi masnyarakat, maupun instansi-instansi yang terkait dalam pembudidayaaan pada ikan.

fase Pertumbuhan Pada ikan

Dalam proses pertumbuhan pada ikan mulai dari sebuah telur hingga dewasa dalam hal demikian telah banyak dibahas. Berbagai terminasi dimunculkan untuk membagi fase-fase dalam perubahan seklus ikan. Dari beberapa publikasi terdapat berbagai kategori dan istilah yang berbeda dari beberapa peneliti.

Pada sejak 60 tahun ada teralalu begitu banyak variasi dalam terminologi yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan ontogenesis awal ikan. Perbedaan menghalangi perbandingan apapun dari fase perkembangan berikutnya.

Serupa pengamatan dilakukan tiga puluh tahun yang kemudian yang ditemukan dalam literatur tentang enam puluh istilah yang berbeda menggambarkan periode dan fase-fase pembangunan antara penetasan ikan dan seksual kedewasaan. Embrio awal perkembangan dimulai saat pembuahan “fertilisasi” sebuah sel telur oleh sel sperma yang membentuk zygot “zygot”, gametogenesis merupakan fase akhir perkembangan individu dan persiapan untuk generasi berikutnya.

Dalam proses perkembangan yang berlangsung dari gemetogenesis sampai dengan membentuk zygot disebut dengan progenesis. Yang dalam proses selanjutnya disebut dengan embriogenesis “blastogene” yang mencakup pembelahan sel zygot “cleavage”, blastulasi, gastrulasi dan neurulasi. Yang proses selanjutnya ialah organogenesis, yakni pembentukan alat-alat “organ” tubuh. Embriologi mencakup proses perkembangan setelah fertilisasi sampai dengan organogenesis sebelum menetas atau lahir.

Definisi Penetasan

Dalam hal penetasan merupakan suatu proses perubahan dalam siklus hidurp suatu hewan dari bentuk intracapsular yang menjadi bentuk hidup yang bebas. Mekanisme penetasan ini secara umum terbagi dua tipe yakni secara mekanis dan enzimatik. Pada hewan-hewan akuatik, selain melalui proses mekanik yakni melalui gerakan ekor embrio, juga dibantu oleh adanya partisipasi enzim yang berfungsi melunakkan karion.

Faktor-Faktor Mempengaruhi Terjadinya Penetasan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penetasan yakni keberadaan oksigen, temperature dan cahaya.
Dalam beberapa percobaan menunjukkan bahwa akibat kekurangan oksigen mampu menstimulasi aktivitas pernapasan dari embrio dan nampaknya ada keterkaitan antara aktivitas pernapasan embrio dan penetasan. Temperature juga merupakan faktor lingkungan yang penting dalam proses penetasan.

Dalam peningkatan temperature juga dapat menstimulasi sekresi enzim penetasan. Sekali enzim diekskresi maka pencernaan karion menjadi lebih cepat pada temperatur yang tinggi dibandingkan dengan temperatur rendah, menyebabkan penetasan lebih cepat. Untuk faktor lingkungan lain yang di duga mempengaruhi penetasan ialah cahaya. Pada faktor ini nampak bahwa sekresi enzim penetasan dikontrol oleh stimulasi fotoreseptor “mata dan atau kelenjar pineal”, mungkin melalui sistem saraf pusat.

Beberapa faktor lain yang mempengaruhi sekresi enzim penetasan pada ikan. Efinefrin dan MS-222 dengan konsentrasi rendah mampu mempercepat sekresi enzim penetasan pada embrio fundulus sedangkan tobocurarine, atropine dan MS-222 dengan konsentrasi tinggi mampu menghambat sekresi.

Demikianlah pembahasan mengenai Fase Pertumbuhan Ikan Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: