“Frasa” Pengertian & ( Ciri – Jenis – Contoh )

Posted on

“Frasa” Pengertian & ( Ciri – Jenis – Contoh )

DosenPendidikan.Com – Untuk kali ini kami akan mengeulas mengenai frasa yang dimana dalam hal ini yang dibahas seperti pengertian, ciri, jenis dan contoh, untuk lebih jelasnya simak saja ulasan dibawah ini.

"Frasa" Pengertian & ( Ciri - Jenis - Contoh )

Pengertian Frasa

Frasa merupakan suatu gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat non-predikatif.

Dikatakan non-predikatif yaitu karena frasa yang terdiri atas dua kata atau lebih tidak memiliki hubungan/berstruktur subjek-predikat atau berstruktur perdikat-objek.

Frasa dalam sebuah kalimat hanya akan menempati satu fungsi saja, entah itu menjadi subjek saja, objek saja, predikat dan sebagainya.

Ciri-Ciri Frasa

Adapun beberapa ciri-ciri frasa antara lain yaitu:

  • Frasa minimal terdiri dari dua kata bahkan lebih.
  • Frasa bersifat non-predikatif.
  • Frasa mempunyai fungsi gramatikal “makna yang berubah-ubah menyesuaikan dengan konteks”.

Jenis-Jenis Frasa

Adapun jenis-jenis frasa yang diantaranya yaitu:

Jenis Berdasarkan Distribusi Unsurnya

  • Frasa eksosentrik ialah frasa yang tidak memiliki distribusi yang sama dengan semua unsurnya. Contoh: halaman, pada ibunya, ke perpustakan.
  • Frasa endosentrik ialah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya. Frasa endosentrik dibagi menjadi tiga glongan.
    1. Frase endosentrik koordinatif yaitu frasa yang unsur-unsurnya setara. Contoh: satu dua, kaka adik, plus minus.
    2. Frase endosentrik atributif yaitu frasa yang salah satu unsurnya merupakan atribut. Contoh: minggu depan, sedang bekerja, lapangan luas.
    3. Frasa endosentrik apositif yaitu frasa yang salah satu unsurnya merupakan aposisi. Aposisi ialah ungkapan yang menambah keterangan atau penjelasan pada uraian yang diucapkan sebelumnya. Contoh: herwa teman dekatku, blora kota sate.

Jenis Frasa Berdasarkan Kedudukannya

  • Frasa setara yaitu frasa yang hubungan antara unsurnya setara. Contoh: buka tutup, keluar masuk, asal-usul, hitam putih, dan tua muda.
  • Frasa setara bertingkat yaitu frasa yang hubungan antar unsurnya tidak setara salah satu unsur menjadi pusat. Contoh: uang tunai, daya kritis, cara baru, pedagang kecil.

Jenis Frasa Berdasarkan Jenis Kata Yang Menjadi Unsur Intinya

  • Frasa nominal yaitu frasa yang unsur intinya berjenis kata benda. Contoh: kamar mandi, toko bangunan, sendok makan, bangku cadangan.
  • Frasa verbal yaitu frasa yang unsur intinya berjenis kata kerja. Contoh: sedang tampil, ingin pergi, mau menerima, dapat diketahui.
  • Frasa averbal/keterangan yaitu frasa yang menggandung unsur keterangan. Contoh: minggu lalu, tengah malam, tadi sore, akhir minggu, kemarin malam, masa lampau.
  • Frasa preposisi/kata depan yaitu frasa yang mengandung unsur kata depan. Contoh: dari rumah, ke kantor.
  • Frasa adjektif/kata sifat yaitu frasa yang mengandung unsur kata sifat. Contoh: mahal sekali, amat penting, begitu indah, cukup hebat.

Jenis Frasa Berdasarkan Makna Yang Dikandung

  • Frasa biasa yaitu frasa yang hasil pembentukannya memiliki makna sebenarnya “denotasi”. Contoh: kakek membeli kambing hitam, frasa kambilng hitam diatas memiliki arti yang sebenarnya yakni kambing yang berwarna hitam.
  • Frasa idomatik yaitu frasa yang hasil pembentukannya menimbulkan/memiliki makna baru atau makna yang buka sebenarnya “makan konotasi”. Contoh: Dalam peristiwa kebakaran kemarin, seorang penjaga toko dijadikan kambing hitam. Frasa kambing hitam diatas memiliki makna konotasi yang berarti orang yang disalahkan.

Demikianlah pembahasan mengenai “Frasa” Pengertian & ( Ciri – Jenis – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: