“Hasil Belajar” 12 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tujuan – Jenis – Faktor )

Posted on
“Hasil Belajar” 12 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tujuan – Jenis – Faktor )
Rate this post

“Hasil Belajar” 12 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tujuan – Jenis – Faktor )

DosenPendidikan.Com – Dalam hal ini hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini ialah hasil belajar kognitif IPS yang mencakup tiga tingkatan yaitu pengetahuan, pemahaman, dan penerapan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif ialah tes.

Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli

Implementasi dari belajar ialah hasil belajar, nah berikut ini dikemukakan defenisi hasil belajar menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

Menurut Dimyati Dan Mudjiono “2006”

Hasil belajar ialah hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberikan tes hasil belajar pada setiap akhir pembelajaran. Nilai yang diperoleh siswa menjadi acuan untuk melihat penguasaan siswa dalam menerima materi pelajaran.

Menurut Djamarah Dan Zain “2006”

Hasil belajar ialah apa yang diperoleh siswa setelah dilakukan aktifitas belajar.

Menurut Hamalik “2008”

Hasil belajar ialah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat di amati dan di ukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik sebelumnya yang tidak tahu menjadi tahu.

Menurut Mulyasa “2008”

Hasil belajar ialah prestasi belajar siswa secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan prilaku yang bersangkutan. Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung.

Menurut Winkel “Dikuti Oleh Purwanto, 2010”

Hasil belajar ialah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya.

Menurut Sudjana “2010”

Menyatakan hasil belajar ialah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.

Menurut Suprijono “2009”

Hasil belajar ialah pola-pola perbuatan, niali-niali, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan.

Menurut Nana Sudjana “2009: 3”

Mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya ialah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik.

Menurut Benjamin S. Bloom “Dimyati Dan Mudjiono, 2006: 26-27”

Yang dalam hal menyebutkan enam jenis perilaku ranah kognitif sebagai berikut:

  • Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tengtang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori, prinsip atau metode.
  • Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.
  • Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru misalnya menggunakan prinsip.
  • Analisis mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik, misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang telah kecil.
  • Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru, misalnya kemampuan menyusun suatu program.
  • Evaluasi mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu, misalnya kemampuan menilai hasil ulangan.

Fungsi Penilaian

Menurut Suryabrata “2001” mengemukakan beberapa fungsi penilaian dalam proses pendidikan yaitu:

Dasar Psikologis

Secara psikologis seseorang butuh mengetahui sudah sampai sejauh mana ia berhasil mencapai tujuannya, masalah kebutuhan psikologis akan pengetahuannya mengenai hasil usaha yang telah dilakukannya dapat ditinjau dari dua sisi yaitu dari segi anak didik dan dari segi pendidik.

  • Dari Segi Anak Didik
    Seorang anak dalam menentukan sikap dan tingkah lakunya seringkali berpedoman pada orang dewasa, dengan adanya pendapat guru mengenai hasil belajar telah diperoleh maka anak merasa mempunyai pegangan, pedoman dan hidup dalam kepastian. Selain itu seoranga anak juga butuh mengetahui statusnya di hadapan teman-temannya, tergolong apakah dia “apakah anak yang pintar sedang dan sebagainya” juga terkadang dia membutuhkan membandingkan dengan teman-temannya dan alat paling baik untuk melihat ini ialah pendapat pendidik “khususnya guru” terhadap kemajuan mereka.
  • Dari Segi Pendidik
    Seorang pendidik yang profesional butuh mengetahui hasil-hasil usahanya sebagai pedoman dalam menjalankan usaha-usaha lebih lanjut.

Dasar Didaktis

Adapun dasar didaktis diantaranya yaitu:

  • Dari Segi Anak Dididk
    Pengetahuan akan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai pada umumnya berpengaruh baik terhadap prestasi selanjutnya, selain itu dengan adanya tes hasil belajar, siswa dapat juga mengetahui kelebihan kelemahan yang dimilinya sehingga siswa dapat mempergunakan pengetahuannya untuk memajukan prestasinya.
  • Dari Segi Pendidik
    Dengan adanya tes hasil belajar, maka seorang guru juga dapat mengetahuai sejauh mana kelemahan dan kelebihan dalam pengajarannya. Mengetahui kelebihan dan kekurang dalam pengajarannya akan menjadi modal bagi guru untuk menentukan usaha-usaha selanjutnya. Selain itu tes hasil belajar juga berfungsi membantu guru dalam menilai kesiapan anak didik, mengetahui status anak dalam kelasnya, membantu guru menentukan siswa dalam pembentukan kelompok, membantu guru dalam memperbaiki metode mengajarnya dan membantu guru dalam memberikan materi pelajaran tambahan.

Dasar Administratif

  • Memberikan data untuk dapat menentukan status siswa di kelasnya.
  • Memberikan iktisar mengenai segala hasil usaha yang dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan.
  • Merupakan inti laporan kemajuan belajar siswa terhadap orang tuas atau walinya.

Tujuan Penilaian Hasil Belajar

Menurut Sudjana “2005” mengutarakan tujuan penilaian hasil belajar sebagai berikut:

  • Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau meta pelajaran yang ditempuhnya. Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.
  • Mengetahui keberhasilan proses pendidkan dan pengajaran di sekolah yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
  • Menentukan tindak lanjut hasil penilaian yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta sistem pelaksanaannya.
  • Memberikan pertanggungjawaban “accountability” dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Jenis Penilaian

Ditinjau dari fungsinya, menurut Sudjana “2005” membagi penilaian ke dalam tiga jenis yang diantaranya yaitu:

  • Penilaian formatif ialah penilaian yang dilaksanakan di akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri.
  • Penilaian sumatif ialah penilaian yang dilaksanakan di akhir unit program yaitu akhir caturwulan, akhir semester dan akhir tahun, penilaian ini berorientasi pada produk bukan pada proses.
  • Penilaian diagnostik ialah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemahan siswa serta faktor penyebabnya.
  • Penilaian selektif ialah penialian yang bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya ujian saringan masuk ke lembaga pendidikan tertentu.
  • Penilaian penempatan ialah penialian yang dilakukan untuk mengetahui keterampilan prasyarat yang diperlukan bagi suatu program belajar dan penguasaan belajar seperti yang diprogramkan sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran dikela tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Menurut Sugihartono dkk “2007: 76-77”, menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut:

  • Faktor Internal ialah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, faktor internal meliputi, faktor jasmaniah dan faktor psikologis.
  • Faktor eksternal ialah faktor yang ada diluar individu, faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.

Demikianlah pembahasan mengenai “Hasil Belajar” 12 Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tujuan – Jenis – Faktor ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...