Jaringan Dasar Pada Tumbuhan Dalam Biologi

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Jaringan dasar pada tumbuhan merupakan jaringan yang dalam hal ini mengisi sebagian besar tumbuh-tumbuhan. Dalam hal ini fungsi utama dari jaringan dasar pada tumbuhan ialah mengisi biomassa, yang menjalankan berbagai fungsi fisiologi vital dan menopang serta memberi bentuk tubuh tumbuhan. Jaringan dasar pada tumbuhan biasanya dikelompokkan menjadi 3 jenis jaringan berdasarkan derajat penebalan dinding selnya yaitu:

Parenkima

Parenkimia merupakan jaringan dasar yang utama, yang sel-sel parenkim ditemukan pada akar dan batang terutama sebagai pengisi bagian korteks batang, daun, bunga, buah dan biji. Parenkim di daun yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis disebut juga dengan klorenkima yakni jaringan mesofil yang mencakup jaringan tiang/palisade dan jaringan spons.

Disebut klorenkima karena mengandung klorofil. Parenkima praktis mengisi hampir semua bagian tumbuhan seperti:

  • Parenkima pada buah, biji atau umbi dapat mengalami spesialisasi yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi.
  • Pati ini disimpan sebagai butir-butir pati dalam sitoplasma.
  • Lemak disimpan sebagai butir-butir minyak/lemak.
  • Berbagai minyak atsiri terlarut dalam cairan sel di vakuola.
  • Tumbuhan yang mengapung atau beradaptasi dengan lingkungan anaerob “tergenang” mengembangkan aerankima, suatu parenkima yang memiliki ruang antarsel luar biasa besar yang sehingga terisi udara.
  • Sel-sel parenkima pada buah yang menyimpan karbohidrat dalam bentuk gula, sitoplasmanya dipenuhi oleh produk metabolit tersebut dan sel-selnya terpisah-pisah karena aktivitas pektinase yang membuat pektin penyusun dinding sel tercerai-berai.

Kolenkima

Kolenkimia merupakan sejenis jaringan dasar yang berperan sebagai jaringan penguat atau mekanik. Dinding sel kolenkim mengalami penebalan pada dinding primer. Yang penebalan ini tidaklah menyeluruh, biasanya hanya pada sudut atau sisi tertentu saja.

Yang keberadaan kolenkima akan memperkuat struktur organ pada tumbuhan, organ tumbuhan mendapat bentuknya karena adanya tekanan turgor sel pada dinding sel. Kolenkima akan memperkuat struktur organ yang sehingga tidak mudah menjadi layu apabila tekanan turgor menjadi menurun. Contoh:

  • Pada tangkai dau kentang yang mengalami penebalan pada bagian sudut-sudut sel.
  • Sel-sel kolenkim pada tangkai daun wortel yang mengalami penebalan pada dinding sisi tangensial “tepi”, tetapi tidak pada sisi atas bawahnya, yang sehingga tangkai daunnya lebih kokoh.

Sklerenkima

Sklerenkima merupakan sekelompok jaringan dasar yang tersusun dari struktur dinding sel yang mengeras karena mengandung endapan selulosa dan lignin. Endapan ini demikian tebal yang sehingga menyisahkan sedikit lumen “ruang di dalam dinding sel”, sklerenkima yang “masak” terbentuk setelah protoplasmanya mengalami lisis “pecah”, sehingga meninggalkan karengaka keras yang akan menopang tubuh tumbuhan.

Jaringan Dasar Pada Tumbuhan Dalam Biologi

Sklerenkima mudah dapat ditemukan pada bagian batang dan akar, khususnya pada bagian yang mengeras, seperti lapisan serat dan bagian pelindung jaringan pembuluh. Berbagai serat nabati bermanfaat yang digunakan dalam industri, seperti serat rami dan serat yute, terbentuk dari sklerenkima. Batok kelapa merupakan endokarp buah yang tersusun dari sklerenkima dengan lignifikasi yang dahsyat.

Demikianlah pembahasan mengenai Jaringan Dasar Pada Tumbuhan Dalam Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Most popular articles related to Jaringan Dasar Pada Tumbuhan Dalam Biologi
Shares