“Kalimat Ambigu” Pengertian & ( Bentuk – Contoh – Faktor )

Posted on
“Kalimat Ambigu” Pengertian & ( Bentuk – Contoh – Faktor )
5 (100%) 1 vote

“Kalimat Ambigu” Pengertian & ( Bentuk – Contoh – Faktor )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai kalimat ambigu yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, bentuk dan contoh, nah agar lebih memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Kalimat Ambigu

Amabigu atau ketaksaan merupakan suatu bentuk konstruksi yang ditafsirkan memiliki makna lebih dari satu. Oleh karena itu, kalimat ambigu ialah kalimat yang memiliki makna ganda.

Bentuk Kalimat Ambigu

Berdasarkan bentuknya, keambiguitasan didalam kalimat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:

Amabiguitas Fonetik

Ambiguitas fonetik ialah keambiguan yang terjadi akibat dari kesamaan bunyi-bunyi yang diucapkan dan biasanya banyak terjadi dailog atau percakapan sehari-hari.

Contoh

Dia datang kemari memberi tahu.

Kalimat diatas menimbulkan keambiguan karena memiliki banyak tafsir yakni apakah dia datang memberi tahu yang terbuat dari kacang kedelai atau apakah dia datang memberi suatu informasi. Untuk mengetahui arti atau makna kalimat tersebut secara keseluruhan maka harus mendengarkan pembicaraan secara utuh.

Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas gramtikal terjadi karena proses pembentukan suatu ketatabahasaan baik pembentukan kata, prasa maupun kalimat. Kata-kata atau frasa yang memiliki keambiguitasa jenis ini akan hilang jika dimasukan ke dalam konteks kalimat.

Contoh

Orang tua

Kata tersebut memiliki dua makna yakni ibu dan bapak atau orang yang sudah tua. Oleh sebab itu untuk mengetahui makna yang sebenarnya perlu disatukan ke dalam satu kalimat.

  • Orang tua Deni tidak bisa hadir hari ini.
  • Aku bertemu dengan orang tua yang kemarin tersesat di jalanan.

Ambiguitas Leksikal

Keambiguan jenis ini terjadi karena faktor kata itu sendiri, pada dasarnya setiap kata memiliki makna lebih dari satu tergantung dari kalimat yang menyertainya.

Contoh

Kata “lari” memiliki makna yang berbeda yaitu mengerjar sesuatu atau menjauh dari sesuatu.

  • Dia berlari mengejar bus sekolahnya.
  • Aku lari dari kenyataan.

Faktor-Faktor Penyebab Keambiguan

Adapun faktor-faktor penyebab keambiguan yaitu:

Faktor Morfologi

Keambiguan yang terjadi akibat dari pembentukan kata itu sendiri:

Contoh

Permen itu tertelan olehku

  • Permen itu sengaja tertelan atau
  • Permen itu akhirnya dapat ditelan.

Faktor Sintaksis

Faktor ini terjadi karena susunan kata di dalam kalimat yang kurang jelas.

Contoh

Gigit jari

  • Ani hanya bisa gigit jari melihat barang yang diinginkan tak bisa didapat.
  • Ani menggigit jarinya hingga berdarah.
  • Kata gigit jari diatas memiliki dua makna yaitu putus asa atau benar-benar menggigit jarinya.

Faktor Struktural

Faktor struktural ialah faktor yang menyebabkan keambiguitasan akibat dari struktur kalimat itu sendiri.

Contoh

  • Pembacaan, puisi baru dilaksanakan pada hari minggu “yang dibaca puisi baru”.
  • Pembacaan puisi baru dilaksanakan pada hari minggu “yang dibaca hari minggu ialah puisi”.

Contoh-Contoh Kalimat Ambigu

Saya membaca buku sejarah musik baru

Kalimat diatas menimbulkan pertanyaan-pertanyaan apakah bukunya yang baru, sejarahnya yang baru atau musiknya yang baru. Untuk menghindari keambiguan pada kalimat diatas seharunya penulisannya ialah sebagai berikut:

  • Saya membaca buku-sejarah-musik yang baru “jika bukunya yang baru”.
  • Saya membaca buku tentang sejarah-musik yang baru “jika sejarahnya yang baru”.
  • Saya membaca buku sejarah tentang musik yang baru “jika musiknya yang baru”.

Mobil pegawai baru sedang diperbaiki di bengkel

Kalimat diatas masih tidak jelas apakah mobilnya yang baru atau pegawainya yang baru. Untuk menghindari keambiguan pada kalimat diatas seharusnya ditulis:

  • Mobil-pegawai yang baru sedang diperbaiki di bengkel “jika mobilnya yang baru”.
  • Mobil pegawai baru itu sedang diperbaiki di bengkel “jika pegawainya yang baru”.

Guru Andre yang gemuk itu tidak bisa datang hari ini.

Kalimat diatas masih menimbulkan pertanyaan apakah gurunya yang gemuk atau andrenya yang gemuk sehingga penulisannya seharunya sebagai berikut:

  • Guru-Andre yang gemuk itu tidak bisa datang hari ini “gurunya yang gemuk”.
  • Andre yang gemuk itu gurunya tidak bisa datang hari ini “Andrenya yang gemuk”.

Sumbangan ke dua sekolah itu telah dikirimkan

Kalimat diatas juga menimbulkan keambiguitasan apakah itu merupakan sumbangan yang ke dua kalinya, sumbangan yang diberikan kepada dua sekolah ataukah sumbangan dari kedua sekolah yang berbeda.

Oleh karena itu untuk menghindari keambiguitasan kalimat diatas seharunya ditulis sebagai berikut:

  • Sumbangan yang kedua kalinya itu telah dikirimkan “jika sumbangannya yang kedua kali”.
  • Sumbangan untuk dua sekolah itu telah dikirimkan “jika sumbangan tersebut untuk dua sekolah”.
  • Sumbangan kedua-sekolah itu telah dikirimkan “jika dua sekolah yang menyumbang”.

Demikianlah pembahasan mengenai “Kalimat Ambigu” Pengertian & ( Bentuk – Contoh – Faktor ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...