“Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )

Posted on
“Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )
5 (100%) 1 vote

“Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai kalimat konotasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, cara membedakan dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan di mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Konotasi

Kalimat konotasi merupakan kalimat yang memiliki makna ekplisit atau makna yang bukan sebenarnya seperti yang tertulis pada kalimat. Kalimat konotasi biasanya mengandung ungkapan-ungkapan atau kiasan tertentu. Dalam bahasa Indonesia, kalimat konotasi dapat bermakna positif maupun bermakna negatif. Konotasi yang bermakna positif misalnya “ringan tangan” yang bermakna suka menolong.

Sedangkan konotasi yang bermakna negatif ialah “panjang tangan” yang bermakna suka mencuri. Kalimat konotasi biasanya sering digunakan pada karya-karya sastra seperti puisi, pantun, cerpen, dan lain-lain karena kalimat konotasi terdengar lebih indah dari pada kalimat denotasi.

Cara Membedakan Kalimat Konotasi

Untuk mengidentifikasi apakah suatu kalimat tersebut merupakan kalimat konotasi atau bukan dapat dilihat melalui keambiguitasan maknanya. Jika makna kalimat tersebut masuk akal, maka itu ialah kalimat denotasi. Sedangkan jika tidak masuk akal, maka kalimat tersebut adalah kalimat konotasi.

Contoh Kalimat Konotasi

  • Rina menjadi anak emas di dalam keluarganya.
  • Rina merupakan anak kesayangan di dalam keluarganya.

Kalimat nomor satu merupakan kalimat konotasi karena memiliki makna yang tersirat, yang dimaksud “anak emas” bukan anak yang terbuat dari emas sehingga tidaklah masuk akal. Oleh karena itu, kalimat nomor satu merupakan kalimat konotasi.

Contoh Kalimat Konotasi Lainnya

  • Dia hidup sebatang kara di kota ini.
    Sebatang kara = sendirian
  • Tidak ada yang mengetahui bahwa Budi ialah serigala berbulu domba.
    Serigala berbulu domba = penjahat yang berpura-pura baik
  • Berhati-hatilah terhadap musuh di dalam selimut!
    Musuh dalam selimut = musuh yang berpura-pura menjadi teman
  • Dia tidak menyadari bahwa dirinya dijadikan sapi perah oleh teman-temannya.
    Sapi perah = orang yang hanya dimanfaatkan saja
  • Aku tidak akan percaya dengan kabar angin seperti itu.
    Kabar angin = berita yang tidak jelasa informasinya

Demikianlah pembahasan mengenai “Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...