“Kata Hubung Subordinatif” Pengertian & ( Ciri – Contoh )

Posted on

“Kata Hubung Subordinatif” Pengertian & ( Ciri – Contoh )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengani kata hubung Subordinatif yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, dan contoh,, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak uraiannya dibawah ini.

Pengertian Kata Hubung Subordinatif

Apakah yang dimaksud dengan kata hubung Subordinatif?? Dalam hal ini kata hubung Subordinatif ialah kalimat-kalimat yang mengandung kata penghubung atau kinjungsi subordinatif.

Dan sementara itu,, pengertian konjungsi Subordinatif sendiri merupakan kata penghubung yang memiliki fungsi untuk menghubungkan dua buah kalimat atau klausa yang berkedudukan tidak setara atau sederajat.

Berdasarkan pengertian diatas kita dapat mengetahui bahwa kalimat konjungsi Subordinatif merupakan salah satu dari beberapa jenis kalimat majemuk yaitu kalimat majemuk bertingkat.

Ciri-Ciri Kata Hubung Subordinatif

Adapun ciri-ciri kata hubung Subordinatif yaitu:

  • Memiliki dua buah atau lebih unsur kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi Subordinatif.
  • Kedua unsur kalimat tersebut tidak setara atau tidak sederajat,, dengan kata lain salah satu unsur kalimat berkedudukan sebagai inti kalimat.
  • Menggunakan konjungsi-konjungsi Subordinatif.

Contoh Konjungsi Subordinatif

Adapun contoh-contoh konjungsi Subordinatif yaitu:

  • Agar,, supaya, untuk
  • Yang
  • Jika,, kalau, apabila
  • Sejak, semenjak, ketika, tatkala, selama, serta, sambil, setelah, sesudah, sebelum
  • Andaikan, seumpama, sekiranya
  • Walaupun, sekalipun
  • Seperti, seakan-akan, seolah-olah, laksana, ibarat
  • Sebab, karena, oleh karena
  • Sehingga, sampai
  • Dengan, tanpa
  • Bahwa,
  • Sma, dengan, lebih, dari

Perhatikan contoh berikut ini:

  • Ayah sedang menonton televisi dan ibu sedang membaca majalah di dapur.
  • Ayah bekerja siang dan malam untuk menghidupi keluarganya.

Bila kita perhatikan contoh diatas tersebut,, kalimat yang pertama bukanlah kalimat konjungsi Subordinatif karena ada dua buah unsur kaliamt yang memiliki hubungan setara,, yaitu ayah menonton dan ibu membaca.

Dan sementara itu untuk kalimat yang kedua ialah kalimat konjungsi Subordinatif karena kedua unsur kalimatnya tidak sederajat. Yang salah satu unsur kalimat berperan sebagai induk kalimat/inti kalimat yaitu Ayah bekerja siang dan malam, sementara untuk menghidupi keluarganya merupakan anak kalimat. Selain itu, kalimat yang kedua ditandai dengan konjungsi Subordinatif yaitu Untuk.

Bagaimana dalam hal ini apakah sudah dapat dimengerti mengenai pengertian dari konjungsi Subordinatif?? Nah berikut ini beberapa contoh konjungsi Subordinatif yang lain yaitu:

  • Arip mengerjakan semua pekerjaan rumahnya agar tidak dimarahi oleh ibunya.
  • Saya tidur lebih awal supaya tidak bangun kesiangan pada keesokan harinya.
  • Para nelayan pergi berlayar untuk mengais rejeki di laut.
  • Aku bertemu dengan pria yang memakai baju hitam dan celana merah di pasar.
  • Wanita itu setia menunggui ibunya yang tengah dirawat di rumah sakit.

Demikianlah pembahasan mengenai “Kata Hubung Subordinatif” Pengertian & ( Ciri – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: