Keadaan/Hal-hal Yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Beserta Penjelasannya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Bagi orang Islam bulan Ramadhan merupakan saatnya berpuasa karena hukumnya ialah wajib. Namun karena adanya suatu kondisi tertentu seseorang diperbolehkan untuk tidak puasa.

Musafir

Nah berikut ini kondisi yang diperbolehkan bagi seseorang untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan yaitu :

Kondisi Sakit

Bagi seseorang yang kondisi sakit yang menyebabkan seseorang tidak mampu berpuasa. Pada kondisi tersebut wajib mengqada puasa yang ditinggalkannya setelah sembuh dari sakit dan waktunya setelah Ramadhan ( qada = mengganti ).

Melakukan Perjalanan Yang Jauh ( Musafir )

Seperti halnya kondisi sakit, yang bersangkutan juga wajib mengqada puasanya sebagaimana. Firman Allah Swt, Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya :

  • Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan ( dia tidak berpuasa ) maka ( wajib menggantinya ), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Usia Yang Sudah Lanjut

Bagi usia yang sudah lanjut yang tidak mampu lagi berpuasa. Orang boleh tidak berpuasa dan baginya wajib membayar fidyah. Fidyah ialah sejenis denda atau tebusan yang dikeluarkan oleh orang yang tidak kuat berpuasa karena uzur. Pembayaran fidyah ini dengan cara memberikan sedekah kepada fakir miskin berupa makan yang mengenyangkan untuk ukuran di Indonesia, diperkirakan ¾ liter beras setiap hari.

Allah Swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 184 yang artinya :

  • Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah yaitu memberi makan seorang miskin.

Hamil Atau Menyusukan Anak

Wanita hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak melakukan puasa tetapi wajib menggantinya pada hari yang lain. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan.

  • Pertama, mereka digolongkan kepada orang sakit sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban mengqadha ( mengganti ) di hari lain.
  • Kedua, mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu, sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah.
  • Ketiga, mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu karena itu selain wajib mengqadha, mereka wajib membayar fidyah.

Pendapat terakhir ini didukung oleh Imam As-Syafi’I RA. Tetapi ada juga para ulama yang memilih sesuai dengan motivasi berbukanya. Jika motivasi tidak puasa karena khawatir akan kesehatan/kekuatan dirinya sendiri, bukan bayinya maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah.

Demikianlah pembahasan mengenai Keadaan/Hal-hal Yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂