“Kebangkrutan” Pengertian & ( Faktor Penyebab – Tanda Atau Indikator )

Posted on

“Kebangkrutan” Pengertian & ( Faktor Penyebab – Tanda Atau Indikator )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kebangkrutan yang dimana dalam hal ini meliputi Faktor Penyebab dan Tanda Atau Indikator, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Kebangkrutan

Kebangkrutan ialah suatu kondisi disaat perusahaan mengalami ketidakcukupan dan untuk menjalankan usahanya. Menurut Lesmana “2003:174”, kebangkrutan ialah ketidakpastian mengenai kemampuan atas suatu perusahaan untuk melanjutkan kegiatan operasinya jika kondisi keuangan yang dimiliki mengalami penurunan.

Menurut Undang-undang No. 4 tahun 1998 tentang kepailitan, menyatakan bahwa kebangkrutan sebagai suatu situasi yang dinyatakan pailit oleh keputusan pengadilan. Kebangkrutan sebagai suatu kegagalan yang terjadi pada sebuah perusahaan dapat diartikan sebagai berikut “Brigham, 2001:2-3”:

  • Kegagalan Ekonomi “Economic Distressed”
    Yaitu kondisi perusahaan kehilangan uang atau pendapatan perusahaan tidak mampu menutupi biayanya sendiri, ini berarti tingkat labanya lebih kecil dari biaya modal atau nilai sekarang dari arus kas perusahaan lebih kecil dari kewajiban. Kegagalan terjadi bila arus kas sebenarnya dari perusahaan tersebut jauh dibawah arus kas yang diharapkan.
  • Kegaggalan Keuangan “Financial Distressed”
    Kondisi perusahaan dimana kesulitan dana baik dalam arti dana dalam pengertian kas atau dalam pengertian modal kerja. Sebagian assetliability management sangat berperan dalam pengaturan untuk menjaga agar tidak terkena kegagalan keuangan. Kegagalan keuangan bisa juga diartikan sebagai insolvensi yang membedakan antar dasar arus kas dan dasar saham.

Faktor Penyebab Kebangkrutan

Terdapat tiga faktor penyebab kebangkrutan atau kegagalan perusahaan yaitu “Sartono, 1994”:

  • Perusahaan yang menghadapi technically insilvent jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya yang segera jatuh tempo tetapi asset perusahaan nilainya lebih tinggi dari pada hutangnya.
  • Perusahaan yang menghadapi legallyinsolvent, jika nilai asset perusahaan lebih rendah dari pada nilai utang perusahaan.
  • Perusahaan yang menghadapi kebangkrutan yaitu jika tidak dapat membayar utangnya dan oleh pengadilan dinyatakan pailit.

Penyebab kebangkrutan biasanya merupakan akibat keputusan yang tidak tepat di masa lalu atau mungkin karena pihak manajemen perusahaan gagal mengambil tindakan yang tepat pada saat yang dibutuhkan, antara lain dijelaskan sebagai berikut “Yanuar, 2009:12”:

  • Kredit yang diberikan pada pelanggan terlalu besar karena persyaratan kredit yang sangat longgar atau jangka waktu kredit sangat panjang.
  • Ketidak mampuan manajemen sering kali suatu bisnis gagal karena kualifikasi personalia pihak manajemen yang kurang bagus dan kurangnya kemampuan, pengalaman, keterampilan, serta kurang inisiatif dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan perusahaan.
  • Kekurangan modal, jika perusahaan mengalami kerugian operasi juga mengalami kekurangan modal maka kemungkinan besar perusahaan tidak akan mampu lagi untuk membiayai operasi dan membayar kewajibannya tepat pada tanggal jatuh tempo.

Tanda Atau Indikator Kebangkrutan

Kebangkrutan yang akan terjadi pada perusahaan dapat diprediksi dengan melihat beberapa indikator-indikator yaitu “Hanafi, 2003:264”:

  • Analisis aliran kas untuk saat ini atau masa mendatang.
  • Analisis strategi perusahaan yaitu analisis yang memfokuskan pada persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.
  • Struktur biaya relatif terhadap pesaingnya.
  • Kualitas manajemen.
  • Kemampuan manajemen dalam mengendalikan biaya.

Demikianlah pembahasan mengenai “Kebangkrutan” Pengertian & ( Faktor Penyebab – Tanda Atau Indikator ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: