Kebudayaan Zaman Batu ( Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum Dan Megalitikum ) Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Kenapa disebut dengan kebudayaan batu ??? hal ini karena alatnya terbuat dari batu, yang terdiri dari :

zaman batu

  • Paleolitikum
  • Mesolitikum
  • Neolitikum
  • Dan Megalitikum

Kebudayaan Batu Tua ( Paleolitikum )

Kebudayaan Batu Tua merupakan alat peninggalannya dari batu yang masih kasar atau belum dihaluskan. Pendukung kebudayaan ini ialah manusia purba. Berdasarkan daerah penemuannya, kebudayaan batu tua ini dibedakan menjadi kebudayaan pacitan dan kebudayaan ngandong.

Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan pacitan merupakan hasil budayanya terdapat didaerah Pacitan ( Pegunungan Sewu, Pantai Selatan Jawa ). Alat yang ditemukan ini berupa chopper ( kapak penetak ) atau disebut dengan kapak genggam. Pendukung kebudayaannya ialah Pithecanthropus erectus dan budaya batu ini disebut stone culture. Selain tempat diatas alat Paleolitikum ini juga ditemukan di atas, untuk alat Paleolitikum ini juga ditemukan di Parigi ( Sulawesi ), Gombong ( Jawa Tengah ), Sukabumi ( Jawa Barat ) dan Lahat ( Sumatera Selatan ).

Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong merupakan hasil kebudayaannya ditemukan di daerah Ngandong, Ngawi Jawa Timur. Di sini juga ditemukan kapak seperti di Pacitan dan juga Kapak genggam, sedangkan di Sangiran ditemukan batu flakes dan batu chalcedon yang sangat indah.

Di Ngandong ini juga ditemukan alat yang terbuat daru tulang yang disebut dengan bone culture. Pendukung kebudayaan Ngandong ialah Homo Soloensis dan Homo wajakensis. Untuk penghidupan mereka terbilang masih mengumpulkan makanan ( food gathering ), mereka mencari makanan dari jenis ubi-ubian dan berburu binatang.

Kebudayaan Batu Tengah ( Mesolitikum )

Zaman Mesolitikum merupakan zaman yang terjadi pada masa Holosen setelah zaman es berakhir. Pendukung kebudayaannya ialah Homo Sapiens yang merupakan manusia cerdas. Untuk penemuannya berupa fosil manusia purba, banyak ditemukan di Sumatra Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores.

Manusia zaman Mesolitikum hidup di gua-gua, tepi pantai atau sungai disebut dalam bahasa Denmark, kjokkenmoddinger ( bukit sampah = bukit kerang ) yang banyak ditemukan di pantai timur Sumatera. Untuk penemuan alatnya ialah pebble disebut juga dengan ( kapak Sumatera ), kapak pendek ( hache courte ) dan pipisan ( batu penggiling ). Selain tempat-tempat diatas, juga terdapat abris sous roche ( gua sampah ) di Gua Sampung ( Ponorogo, Jawa Timur ), Pulau Timor, Pulau Roti dan Bojonegoro ( tempat ditemukannya alat dari tulang ).

Kebudayaan Batu Muda ( Neolitikum )

Kebudayaan Batu Muda ( Neolitikum ) sebab semua alaynta sudah dihaluskan. Mereka sudah meninggalkan hidup berburu dan mulai menetap serta mulai menghasilkan makanan. Mereka menciptakan alat-alat kehidupan mulai dari alat kerajinan menenun, periuk, membuat rumah dan juga dengan mengatur masyarakat.

Alat yang biasa digunakan pada masa ini ialah kapak persegi dan kapak lonjong. Untuk daerah penemuan kapak persegi di Indonesia bagian barat ialah di Lahat ( Sumatera ), Bogor, Sukabumi, Karawang, Tasikmalaya, Pacitan dan Lereng Gunung Ijen. Adapun kapak lonjong banyak ditemukan di Indonesia bagian timur, seperti di Papua, Tanimbar, Seram, Serawak, Kalimantan Utara dan Minahasa.

Kebudayaan Batu Besar ( Megalitikum )

zaman batu besar

Kebudayaan Megalitikum merupakan zaman yang dimana alat yang dihasilkan berupa batu besar. Kebudayaan ini merupakan kelanjutan dari zaman Neolitikum karena dibawa oleh bangsa Deutero Melayu yang dating di Nusantara. Kebudayaan ini berkembang bersama dengan kebudayaan logam di Indonesia, yakni kebudayaan Dongson. Ada beberapa alat dan bangunan yang dihasilkan pada zaman kebudayaan Megalitikum.

  • Menhir

    Menhir ialah tiang tugu batu besar yang memiliki fungsi sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang, daerah penemuannya di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

  • Dolmen

    Dolmen ialah meja batu besar yang biasanya terletak dibawah menhir tempat meletakkan sesaji. Daerah temuannya di Sumba, Sumatera Selatan dan Bodowoso ( Jawa Timur ).

  • Keranda ( sarkofagus )

    Keranda ialah peti mati yang terbuat dari batu, yang bentuknya seperti lesung dan diberi tutup dari batu, daerah temuannya di Bali.

  • Peti Kubur Batu

    Peti kubur batu ialah suatu kuburan dalam tanah yang sisi-sisi, alas dan tutupnya diberi papan dari lempeng batu. Peti kubur ini banyak ditemukan di Kuningan, Jawa Barat.

  • Punden Berundak

    Punden berundak ialah bangunan dari batu yang disusun bertingkat-tingkat ( berundak-undak ), yang fungsinya sebagai bangunan pemujaan roh nenek moyang yang kemudian menjadi bentuk awal bangunan candi. Banguna punden berundak ialah bangunan asli Indonesia.

  • Waruga

    Waruga merupakan kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat, waruga biasanya dibuat dari batu utuh. Untuk daerah temuannya di Sulawesi Tengah dan Utara.

  • Arca

    Arca-arca megalit merupakan bangunan batu besar yang berbentuk binatang atau manusia yang banyak ditemukan didataran tinggi Pasemah, Sumatera Selatan yang menggambarkan sifat dinamis. Contohnya Batu Gajah, sebuah patung batu besar dengan gambaran seorang yang sedang menunggang binatang dan sedang berburu.

Zaman Batu Besar Kebiasaan-Kebiasaannya Sebagai Berikut :

Pemujaan Matahari

Di Indonesia matahari dipuja sebagai matahari, bukan sebagai dewa matahari seperti di Jepang.

Pemujaan Dewi Kesuburan

Dapat dilihat di Candi Sukuh dan Candi Ceto sebagai lambing kesuburan, di Jawa pada umumnya Dewi Sri dipuja sebagai dewi kesuburan dan pelindung padi.

Adanya Keyakinan Alat Penolak Bala ( Tumbal )

Biasanya dengan menanam kepala kerbau ditengah bangunan atau tempat tertentu, maka akan terlindungi dan terbebas dari marabahaya.

Adanya Upacara Ruwatan

Upacara ruwatan ialah upacara untuk mengembalikan orang atau masyarakat kepada penduduk yang suci seperti semula misalnya anak tunggal, anak kembar, pandawa lima dan bersih desa.

Demikianlah pembahasan mengenai Kebudayaan Zaman Batu ( Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum Dan Megalitikum ) Di Indonesia Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂