“Klasifikasi Protista” Sejarah Beserta Definisi

Posted on
“Klasifikasi Protista” Sejarah Beserta Definisi
5 (100%) 1 vote

“Klasifikasi Protista” Sejarah Beserta Definisi

DosenPendidikan.Com – Protista termasuk mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan ataupun jamur. Organisme dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokannya yang mudah, baik yang bersel satu atau bersel banyak tanpa memiliki jaringan.

"Klasifikasi Protista" Sejarah Beserta Definisi

Protista hidup di hampir semua lingkungan yang mengadung air, banyak protista, seperti algae ialah fotosintetik dan produsen primer vital dalam ekosistem, khsusnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain, seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa ialah penyakit berbahaya bagi manusia, seperti malaria dan tripanosomiasis.

Pelu diketahui bahwa Protista telah diklasifikasikan secara tradisional untuk pertama kalinya oleh Emst Haeckel, secara tradisional, Protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi, meliputi:

  • Protozoa yang menyerupai hewan bersel satu.
  • Protophyta yang menyerupai tumbuhan (mayoritas algae bersel satu).
  • Jamur lendir dan jamur air yang menyerupai jamur.

Selain itu, dulunya bakteri juga dianggap sebagai Protista dalam sistem 3 kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista), namun kemudian bakteri dipisah dari Protista setelah diketahui bahwa bakteri termasuk mikroorganisme prokariotik.

Sejarah Klasifikasi Protista

Tahun 1830

Protista pertama kali diusulkan untuk dipisah dari makhluk hidup lain, oleh pakar biologi Jerman, Georg A. Goldfuss yang memperkenalkan istilah Protozoa yang meliputi Ciliata dan Coral.

Tahun 1845

Penganut Goldfuss mengembangkannya agar meliputi semua hewan bersel satu seperti Foraminifera dan Amoeba.

Awal 1860

Istilah Protoctista sebagai kategori klasifikasi pertama kali diusulkan oleh John Hogg, yang menganggap protista harus juga meliputi apa yang di sebut dengan hewan dan tumbuhan primitif bersel satu, ia mendefinisikan Protoctista sebagai kingdom ke-4 setelah tumbuhan, hewan dan mineral. Namun kemudian Emst Haeckel membuang kingdom mineral dan yang tersisa hanya tumbuhan, hewan dan Protista saja.

Tahun 1938

Herbert Copeland menghidupkan lagi klasifikasi Hogg, menurutnya “Protoctista” secara harfiah berarti “makhluk hidup pertama”, ia menyanggah istilah Haeckel yakni Protista karena meliputi mikroba tak berinti sel seperti bakteri, sementara istilah Protoctista tidak meliputinya.

Sebaliknya Protoctista meliputi eukariota berinti sel seperti diatom, alga hijau, dan fungi. Prombakan besar yang dilakukan oleh Copeland ini kemudian menjadi dasar dari klasifikasi Whittaker yang hanya membagi Protoctista menjadi Protista dan Fungi.

Kingdom Protista ini kemudian berfungsi sebagai pembeda antara prokariota yang dimasukkan ke dalam kingdom Monera, dan mikroorganisme eukariotik yang dimasukkan sebagai Protista dalam definisi Whittaker.

Dalam hal ini sistem 5 kingdom bertahan hingga ditemukannya filogenetik molekular di akhir abad ke-20, karena ternyata Protista dan Monera tidak ada hubungannya “bukan kelompok monofiletik”, kemudian di tahun 2004, Cavalier-Smith menetapkan sistem 6 kingdom berdasarkan molekuler, ultrastruktur dan palaeontologikal.

Demikianlah pembahasan mengenai “Klasifikasi Protista” Sejarah Beserta Definisi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga:

loading...