Komponen Dan Manfaat Ekosistem Pantai Dalam Biologi

Posted on

DosenPendidikan.Com – Ekosistem pantai merupakan sebuah kesatuan di dalam yang dimana semua komponen, baik itu abiotik maupun biotik saling berinteraksi dan memungkinkan terjadinya aliran energi. Selain itu, interaksi tersebut juga membentuk sebuah struktur biotik serta siklus materi antara biotik dan abiotik.

Ekosistem Pantai

Komponen Ekosistem Pantai

Ada beberapa komponen dalam eksosistem pantai yang diantaranya yaitu:

Komponen Biotik

Komponen merupakan berupa makhluk hidup yang dimana makhluk hidup ini yang berada di lingkungan pantai baik binatang maupun tumbuhan. Beberapa komponen biotik yang berada di lingkungan pantai antara lain yaitu:

  • Ganggang
  • Bakau
  • Anemon laut
  • Udang
  • Kepiting
  • Ikan
  • Dan Tumbuhan serta binatang lainnya yang hidup di wilayah pantai

Komponen Abiotik

Komponen merupakan yang ada di dalam suatu ekosistem yang berupa benda tak hidup. Meskipun berupa benda tak hidup, namun keberadaan komponen-komponen ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di sekitar ekosistem pantai tersebut.

Oleh karena itulah beberapa komponen abiotik yang dimiliki oleh ekosistem pantai ini antara lain ialah Pasir, daratan, suhu, udara, kelembaban, batuan dan juga cahaya matahari. Komponen abiotik menjadi mayoritas ekosistem pantai yang ada di dunia ini karena mudah ditemukan di wilayah pantai dan sekitarnya.

Satuan Dalam Ekosistem Pantai

  • Ekosistem terumbu karang atau Coral Reef.
  • Ekosistem hutan bakau atau hutan mangrove.
  • Ekosistem padang lamun atau Sea Grass.
  • Ekosistem pantai berpasir atau Sandy Beach.
  • Ekosistem pantai berbatu atau Rocky Beach.
  • Ekosistem muara sungai atau estuari.

Dari ke-6 satuan tersebut ada 1 yang menjadi ekosistem paling utama dari ekosistem pantai yakni ekosistem terumbu karang. Karena paling utama, ekosistem terumbu karang dapat memberikan yang sangat besar untuk kelangsungan ekosistem pantai antara lain yaitu:

  • Sebagai tempat hidup/habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima raksasa dan penyu laut.
  • Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.
  • Sebagai potensi masa depan untuk sumber lapangan kerja bagi rakyat indonesia.
  • Sebagai tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan, tumbuhan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan dan menjadi tumpuan kita.
  • Sebagai sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami, pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
  • Sebagai sumber daya laut yang memiliki nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi dan menjadi penghasilan bagi nelayan “tangkapan ikan”.
  • Secara tradisonal dapat digunakan sebagai bahan bangunan karena mengandung kapur. Demikian pula pair yang diambil dari ekosistem terumbu karang digunakan sebagai bahan campuran semen.
  • Kerang atau tiram raksasa diambil cangkangnya untuk dijadikan bahan pembuat lantai bangunan.
  • Sebagai kekayaan pariwisata bahari dengan melihat keindahan bentuk dan warna terumbu karang yang memiliki daya jual tinggi.
  • Sebagai sumber pemasukan bagi masyarakat yang berdomisili di sekitar pantai terumbu karang dengan memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, snorking, memancing, restoran serta penginapan.

Manfaat Ekosistem Pantai

Ada beberapa manfaat ekosistem pantai yang diantaranya yaitu:

  • Sebagai areal tambak garam.
  • Sebagai wilayah perkebunan kelapa dan pisang.
  • Sebagai daerah pertanian pasang surut,
  • Sebagai objek wisata
  • Sebagai daerah pengembangan kerajinan khas pantai.

Demikianlah pembahasan mengenai Komponen Dan Manfaat Ekosistem Pantai Dalam Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: