“Manajemen Kualitas” Pengertian & ( Pendekatan – Kriteria )

Posted on

“Manajemen Kualitas” Pengertian & ( Pendekatan – Kriteria )

DosenPendidikan.Com – Dalam hal ini menurut KBBI kualitas berarti tingkatan baik buruknya suatu barang, atau bisa diartikan juga sebagai tingkat atau taraf. Nah kaitannya dalam bisnis kualitas atau mutu memiliki definisi relatif. Nah untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas Manajemen Kualitas yang dimana dalam hal ini meliputi pendekatan dan kriteria, nah agar dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas memiliki arti sebagai tindakan mengawasai semua kegiatan dan tugas-tugas yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat keunggulan yang diinginkan. Ini termasuk penentuan kebijakan mutu, menciptakan dan menerapkan perencanaan mutu dan jaminan dan kontrol kualitas dan peningkatan kualitas.

Kualitas yang diawasi tidak hanya terbatas pada kualitas produk tetapi juga kualitas perusahaan secara keseluruhan. Mulai dari kualitas karyawan yang dipekerjakan, bahkan hingga kualitas perusahaan dimata para konsumen.

Pendekatan Manajemen Kualitas

Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan sebelum melakukan manajemen kualitas ini. Davis menegaskan bahwa kualitas bukan hanya menekankan pada aspek akhir yaitu produk dan jasa tetapi juga menyangkut kualitas manusia, kualitas proses dan kualitas lingkungan.

Sangatlah mustahil menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas tanpa melalui manusia dan produk yang berkualitas. Davis mengidentifikasikan lima pendekatan perspektif kualitas yang dapat digunakan oleh para praktisi bisnis yaitu:

Transcendental Approach

Kualitas dalam pendekatan ini ialah sesuatu yang dapat dirasakan, tetapi sulit didefinisikan dan dioperasionalkan maupun diukur.

Product-based Approach

Kualitas dalam pendekatan ini ialah suatu karakteristik atau atribut yang dapat diukur. Perbedaan kualitas mencerminkan adanya perbedaan atribut yang dimiliki produk secara objektif, tetapi pendekataan ini tidak dapat menjelaskan perbedaan dalam selera dan preferensi individual.

User-based Approach

Kualitas dalam pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada orang yang memandangnya dan produk yang paling memuaskan preferensi seseorang atau cocok dengan selera “fitnes foe used” merupakan produk yang berkualitas paling tinggi.

Manufacturing-based Approach

Kualitas dalam pendekatan ini adalah bersifat supply-based atau dari sudut pandang produsen yang mendefinisikan kualitas sebagai sesuatu yang sesuai dengan pesyaratan “conformance quality” dan prosedur.

Pendekatan ini berfokus pada kesesuaian spesifikasi yang ditetapkan perusahaan secara internal. Oleh karena itu, yang menentukan kualitas ialah standar-standar yang ditetapkan perusahaan, dan bukan konsumen yang menggunakannya.

Value-based Approach

Kualitas dalam pendekatan ini ialah memandang kualitas dari segi nilai dan harga, kualitas didefinisikan sebagai “affordable ascellence”. Oleh karena itu kualitas dalam pandangan ini bersifat relatif, sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu produk yang paling bernilai. Produk yang paling bernilai ialah produk yang paling tepat beli.

Kriteria Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas dikatakan berhasil jika aa yang dikelolanya telah memenuhi beberapa kriteria. Pendapat ini dikemukakan oleh Garvin. Menurutnya kriteria tersebut ialah:

  • Peformance “kinerja” yaitu karakteristik pokok dari produk inti.
  • Features yaitu karakteristik pelengkap atau tambahan.
  • Reliability “kehandalan” yaitu kemungkinan tingkat kegagalan pemakian.
  • Conformance “kesesuaian” yaitu sejauh mana karakteristika desain dan operasi produk memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Durabilty “daya tahan” yaitu mengukur berapa lama suatu umur teknis maupun umur ekonomis suatu produk.
  • Serviceability “pelayanan” yaitu mudah untuk diperbaiki, yang meliputi kecepatan, kompetensi, kenyaman, fasilitas, dalam pemeliharaan dan penanganan keluahan yang memuaskan.
  • Aesthetics “estetika” yaitu menyangkut pola, rasa dan daya tarik produk.
  • Percived Quality yaitu menyangkut Citra atau reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadap produk.

Demikianlah pembahasan mengenai “Manajemen Kualitas” Pengertian & ( Pendekatan – Kriteria ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: