“Manajemen Risiko” Pengertian & ( Cara Melakukan – Langkah )

Posted on

“Manajemen Risiko” Pengertian & ( Cara Melakukan – Langkah )

DosenPendidikan.Com – Dalam bisnis dan marketing setiap tindakan kita akan menghadapi berbagai risiko setiap tindakan yang kita ambil pasti berisiko. Entah itu risikonya kecil atau besar, karena itu kita perlu memanajemen risiko agar bisa mengurangi dan mengatasi risiko yang kita hadapi. Nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko ialah proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan penghindaran, minimalisasi atau penghapusan risiko yang tidak dapat diterima. Manajemen risiko biasanya dilakuak oleh investor atau fund manager saat melakukan analisis untuk mengukur potensi kerugian dalam investasi. Kemudian mereka mengambil tindakan yang tepat yang sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko yang telah dianalisis.

Cara Melakukan Manajemen Risiko Dengan Efektif

Untuk melakukan manajemen risiko kita perlu melalui beberapa proses yaitu:

Lingkungan Internal “Internal Environment”

Proses pertama ini berkaitan dengan lingkungan perusahaan beroperasi, mulai dari risk-management philosophy, integrity, risk-perspective, risk- appetite “penerimaan risiko”, ethical values, struktur organisasi, hingga pendelegasian wewenang yang dilakukan oleh perusahaan.

Penentuan Sasaran “Objective Setting”

Langkah selanjutnya ialah penentuan tujuan dari organisasi agar risiko dapat didentifikasi, diakses dan dikelola sesuai dengan tujuan tersebut. Objective ini bisa kita klasifikasikan menjadi dua yaitu strategic objective yang berfokus pada perwujudan visi misi dan activity objective bertujuan pada aktivitas seperti operasi, reportasi dan kompliansi.

Identifikasi Peristiwa “Event Identification”

Berikutnya ialah mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi, kejadian tidak pasti tersebut bisa berdampak positif “opportunities”, namun dapat pula sebaliknya yang lebih sering kita sebut sebagai risiko “risks”.

Penilaian Risiko “Risk Assessment”

Langkah ini menilai sejauh mana kejadian atau keadaan tadi dapat mengganggu pencapian tujuan. Besarnya dampak dapat dianalisis melalui dua perspektif yaitu: likelihood “kecenderungan atau peluang” dan impact/consequence “besaran dari terealisirnya risiko”.

Tanggapan Risiko “Risk Response”

Setelah itu organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko. Tanggapan ini dapat berupa menghindari “avoidance” risiko, mengurangi “reduction” risiko, memindahkan “sharing” risiko dan menerima “acceptance” risiko, tergantung dengan risiko yang dihadapi.

Aktivitas Pengendalian “Control Activities”

Proses ini berperanan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktifitas pengendalian ini berupa pembuatan kebijakan dan prosedur, pengamanan kekayaan organisasi, delegasi wewenang dan pemisahan fungsi dan supervisi atasan.

Informasi Dan Komunikasi “Information anda Communication”

Fokus dari langkah ini ialah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai dan tepat. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi dan komunikasi ialah kualitas informasi, arah komunikasi dan alat komunikasi.

Pemantauan “Monitoring”

Langkah terakhir ialah monitoring. Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus menerus “ongoing” maupun terpisah “separate evaluation”. Pada proses monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan “tidak relevan”.

Tiga Langkah Efektifkan Manajemen Risiko

Langkah-langkah dalam manajemen risiko yaitu:

Perencanaan

Proses perencanaan ini bisa disesuaikan dengan keadaan perusahaan. Untuk perusahaan besar misalnya perencanaan manajemen risiko membutuhkan persiapan banyak. Sedangkan perusahaan kecil mungkin hanya memerlukan beberapa spreadsheet yang fokus pada risiko dari beberapa produk.

Perencanaan ini dimulai dengan mendaftar risiko yang mungkin terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko mana yang mungkin terjadi dan bagaimana tingkat keberhasilan mengatasi risiko tersebut. Terakhir menentukan rencana tindakan yang akan diambil.

Tujuan perencanaan ini ialah mengidentifikasi risiko utama, memprioritasikan risiko tersebut berdasarkan kecenderungan dan dampak dan menilai seberapa efektif kendali saat ini pada risiko yang dihadapi.

Penanganan

Untuk penangan risiko kita bisa menggunakan empat cara yang sama seperti pada proses yang diberikan COSO yaitu menghindari, mengurangi, memindahkan dan menerima.

Menangani risiko dengan menghindar bisa sangat efektif bila keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan risiko yang akan diterima. Tapi strategi ini juga tidak bisa digunakan sebagai cara utama karena kita mungkin melewatkan keuntungan besar dari risiko yang kita hadapi. Jadi kita harus tahu secara jelas bagaimana karakteristik dari risiko tersebut dan telah mengujinya dengan beberapa cara lain.

Cara yang kedua ialah dengan mengurangi risiko yang diterima, cara ini bisa dibilang paling umum dan cocok pada rentang risiko yang luas. Kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa namun dengan bahaya yang berkurang. Namun kekurangannya ialah saat kontrol kita tidak efektif risiko yang kita takutkan bisa terjadi.

Memindahkan risiko ini sering sekali kita gunakan, risiko dapat dipindahkan melalui asuransi. Properti, kendaraan, ruamh yang memiliki risiko seperti hilang, rusak atau terbakar bisa kita pindahkan risikonya ke perusahaan asuransi dengan asuransi yang kita pilih sehingga menjadi lebih aman.

Dalam kasus risiko yang ringan, langkah terbaik yang bisa kita pilih ialah menerimanya. Untuk risiko yang mendapatkan nilai dampak dan kecendrungan yang rendah, solusi sederhana dan murah akan lebih menguntungkan jika kita menerimanya dan melanjutkan bisnis seperti biasa.

Monitoring

Langkah terakhir yang dilakukan ialah monitoring atau mengontrol sistem yang sudah dibuat. Kontrol ini dilakukan mulai dari proses awal, apakah perlu ada modifikasi pada perencanaan atau yang lainnya. Begitu juga pada penanganan agar tetap berjalan dengan baik.

Demikianlah pembahasan mengenai “Manajemen Risiko” Pengertian & ( Cara Melakukan – Langkah ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: