Nabi Ayyub a.s. Dalam Qishashul Anbiya

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Nabi Ayyub a.s. adalah putra ‘Ish bin Ishaq bin Ibrahim a.s. Beliau adalah Nabi yang kaya raya banyak mempunyai binatang ternaj yang bermacam-macam, seperti sapi, kambing, kuda, kedelai. Beliau pun mempunyai putra yang banyak, baik laki-laki maupun perempuan. Beliau orang selalu berbuat baik kepada fakir miskin, membantu anak-anak yatim piatu, memuliakan tamu dan sebagainya.

Kisah Nabi Ayyub

Allah Swt, mencoba memberi bermacam-macam cobaan yang semua cobaan itu diterimanya dengan tenang dan sabar. Kesabaran dan ketenangannya itu hendaklah menjadi cermin bagi umat sesudahnya. Karena sabarnya, ketakwaannya menjadikan dirinya hamba Allah yang baik dan Allah Swt sangat mengasihi kepada hamba-nya yang sabar dan selalu berbuat baik.

Cobaan Allah Swt Kepada Nabi Ayyub a.s.

Mula-mula Nabi Ayyub mendapat ujian dari Allah dengan berkurangnya rezeki sehingga yang tadinya kaya-raya, lama kelamaan kekayaan yang banyak itu semakin surut dan jadilah ia seorang yang miskin pula. Akan tetapi peristiwa ini tidak menggoncangkan keimanannya karena beliau selalu ingat bahwa manusia lahir ke dunia tidak mempunyai apa-apa, kemudian barulah dianugerahi rezeki oleh Allah dan Allahlah yang member kekayaan. Harta benda itu datangnya dari Allah dan kembalinya kepada Allah juga. Keimanan Ayyub a.s. tidak dapat digoda oleh setan, sesuai dengan apa yang diterangkan Allah dalam Al-Qur’an bahwa manusia tidak dapat tergoda oleh setan jika ia hamba Allah yang beriman.

Maka luluslah Nabi Ayyub dari ujian yang didatangkan Allah kepadanya, Nabi Ayyub tentu memperoleh pahala yang besar dari Allah di kemudian hari. Kemudian Allah Swt mengujinya lagi yaitu anak-anaknya yang banyak sekarang banyak yang meninggal dunia. Ujian kematian ini sangat berat dirasakan oleh manusia biasa, tetapi bagi Nabi Ayyub a.s. tidaklah demikian halnya.

Beliau ingat bahwa harta Allah akan kembali kepada-nya termasuk dirinya. Orang-orang yang beriman juga dicoba dengan bermacam-macam cobaan, mereka menerima dengan sabar dan tawakal sebagaimana yang diterangkan Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ( 2 ) 155-156 :

                وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Kami mencoba kamu dengan sedikit rasa takut dan kelaparan, kekurangan harta benda, jiwa dan buah-buahan dan berilah kabar gembira bagi orang yang sabar. ( yaitu ) orang-orang yang apabila mereka ditimpa cobaan, mereka berkata “ sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali.”

Demikianlah halnya Nabi Ayyub a.s. beliau lulus pula dari ujian ini. Beliau pun mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah Swt atas kesabarannya itu.

Nabi Ayyub a.s. Menderita Sakit

Setelah Nabi Ayyub diuji dengan kemiskinan dan kematian, kemudian Allah mendatangkan ujian berat berupa sakit yang lamanya tujuh tahun, beliau pun tidak pula berkeluh kesah dalam sakitnya itu. Segala amal ibadahnya kepada Allah Swt yang biasa dikerjakan terus juga dikerjakannya semampunya. Penyakitnya itu adalah penyakit kulit yang menjijikan bilaman orang melihatnya.

Keluarganya, sahabat dan handai tolannya telah menjauhinya. Istrinyalah yang masih setia dia selalu berada di sampingnya. Istrinya itu bernama Rahmah seorang istri yang sangat setia, taat dan beriman kepada Allah. Setan mencari jalan lain dengan cara menggoda istri Ayyub yang setia agar meninggalkan suaminya yang sedanga sakit. Lama-kelamaan istrinya tergoda juga, ia agak enggan apabila disuruh oleh suaminya.

Nabi Ayyub rupanya mengetahui tingkah istrinya yang berubah. Ayyub menjadi marah kepada istrinya seraya berkata “ jika aku sembuh niscaya engkau aku pukul seratus kali. ”

Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Shaad ( 38 ) ayat 41 :

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ

“ ingatlah ketika Ayyub menyeru kepada Allah, “ Ya Allah sesungguhnya aku diganggu setan dengan kesusahan dan siksaan. ”

Nabi Ayyub berkata demikian karena setanlah yang meminta kepada Allah supaya Ayyub diberi cobaan yang berat. Menurut pendapat setan Ayyub beriman kepada Allah karena Ayyub hidup dalam kesenangan, harta benda banyak, anak cantik-cantik dan sehat-sehat sehingga tidak kekurangan sesuatu apapun juga. Jika sekiranya Ayyub telah menderita, tentulah ia akan durhaka kepada Allah maka Allah memperlihatkan keimanan Ayyub sehingga setan kalah dan tak berdaya.

Nabi Ayyub a.s. Sembuh Dari Sakitnya

Doa Nabi Ayyub dimakbulkan Allah Swt, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ( 21 ) ayat 83-84 :

   وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ  (٨٣) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Ingat akan kisah Nabi Ayyub a.s. ketika ia berdoa kepada Allah, seraya berkata “ ya Allah! Saya telah ditimpa kemelaratan dan engkaulah yang pengasih dari segala pengasih. ”

Lalu kami perkenankan permintaannya dan kami lenyapkan penyakit yang menimpa dirinya. Kami kembalikan keluarga dia kepadanya, kami lipat gandakan bilangan mereka sebagai rahmat dari kami untuk menjadi peringatan bagi orang-orang yang menyembah kami.

Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Shaad ( 38 ) ayat 42-43 :

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢) وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Allah berfirman kepadanya, “ Rentakkanlah kakimu ke atas tanah niscaya ada mata air. Itulah air sejuk untuk mandi dan minum, maka sembuhlah penyakitnya.”

Kami anugerahi ia ( dengan mengumpulkan keluarganya ) dan ( kami tambahkan ) kepada mereka sebanyak mereka sebagai rahmat dari kami dan peringatan bagi orang yang berakal.”

Demikianlah kisah Nabi Ayyub a.s. penyakitnya menjadi sembuh, kulitnya menjadi putih kembali, hanya dengan air tawar saja, karena izin Allah Swt. Kalau buka izin Allah penyakit itu tidak akan dapat sembuh sekalipun dirawat oleh dokter spesialis.

Nabi Ayyub a.s. Akan Melakukan Nazarnya

Nabi Ayyub a.s. telah berjanji kepada dirinya sendiri dengan ucapannya yaitu apabila ia sembuh ia akan memukul istrinya 100 kali karena istrinya sudah tergoda setan ( agak enggan melayaninya dalam sakit ).

Rupanya nazar itu diperbolehkan Allah Swt, sebagaimana yang tersebut dalam Al-Qur’an surat Shaad ( 38 ) ayat 44 :

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Ambillah seikat lidi dengan tangan engkau, lalu pukullah istri engkau dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya kami mengetahui Ayyub orang yang sabar, dia sebaik-baik hamba dan banyak bertobat kepada Allah.

Demikianlah Nabi Ayyub tidak jadi memukul istrinya 100 kali, tetapi lidi yang seratus itu dijadikan satu ikatan dan dipukulkan sekali saja sebagai penebus janji. Istri Ayyub adalah wanita yang saleh dan baik, ia berbuat demikian bukan karena mempunyai tabiat jelek, tetapi karena di goda oleh setan. Allah maha pengampun lagi penyayang.

Hikmah Yang Terkandung Dalam Riwayat Ini :

  • Nabi Ayyub a.s. adalah hamba Allah yang sangat mempunyai sifat sabar sehingga apa saja cobaan Allah yang menimpa dirinya diterima dengan sabar.
  • Penyakit Nabi Ayyub bukanlah penyakit menular tetapi penyakit tidak enak dipandang mata ( penyakit kulit ), sehingga wajah Ayyub kelihatannya sudah tua. Akan tetapi Ayyub tidak mengeluh dan mengomel di waktu sakitnya. Ibadahnya kepada Allah tidak pernah tertinggal dan lalai, semua dikerjakan semampunya.
  • Istrinya seorang wanita yang saleh dan setia kepada suaminya.
  • Kesabaran dan kesalehannya hendaklah menjadi contoh bagi umat manusia.

Demikianlah pembahasan mengenai Nabi Ayyub a.s. Dalam Qishashul Anbiya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sumber : Qishashul Anbiya
Pengarang, Ny. Hj. Hadiyah Salim