“Pembelajaran Probing Prompting” Pengertian – Langkah & ( Kelebihan – Kekurangan )

Posted on

“Pembelajaran Probing Prompting” Pengertian – Langkah & ( Kelebihan – Kekurangan )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Pembelajaran Probing Prompting yang dimana dalam hal ini meliputi langkah, kelebihan dan kekurangan, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Pembelajaran Probing Prompting

Model pembelajaran probing prompting merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Berdasarkan asal katanya, probing artinya penyelidikan, pemeriksaan sedangkan prompting artinya mendorong atau menuntun. Model pembelajaran Probing Prompting berhubungan dengan pertanyaan yang dikenal dengan Probing question dan Prompting question.

Langkah-Langkah Probing Prompting

Fase pembelajaran dengan menggunakan teknik probing prompting umumnya terdiri dari tiga fase kegiatan yaitu:

  • Kegiatan awal, guru menggali pengetahuan prasyarat yang sudah dimiliki siswa dengan menggunakan teknik probing. Hal ini berfungsi untuk introduksi, revisi dan motivasi. Apabila prasyarat telah dikuasai siswa, langkah yang keenam dari tahapan teknik probing tidak perlu dilaksanakan. Untuk memotivasi siswa, pola probing cukup tiga langkah yaitu langkah 1,2 dan 3.
  • Kegiatan inti, pengembangan materi maupun penerapan materi dilakukan dengan menggunakan teknik probing.
  • Kegiatan akhir, teknik probing digunakan untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam belajarnya setelah siswa selesai melakukan kegiatan inti yang telah ditetapkan sebelumnya. Pola meliputi ketujuh langkah itu dan diterapkan terutama untuk ketercapaian indikator.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran probing promting adalah sebagai berikut “Mayasari dkk, 2014:57”:

  • Guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sebelumnya telah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran apa yang akan dicapai.
  • Guru memberikan waktu untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut kira-kira 1-15 detik sehingga siswa dapat merumuskan apa yang ditangkapnya dari pertanyaan tersebut.
  • Setelah itu secara acak, guru memilih seorang siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut sehingga semua siswa berkesempatan sama untuk dipilih.
  • Jika jawaban yang diberikan siswa benar, maka pertanyaan yang sama juga dilontarkan kepada siswa lain untuk meyakinkan bahwa semua siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran namun, jika jawaban yang diberikan salah, maka diajukan pertanyaan susulan yang menuntut siswa berpikir ke arah pertanyaan yang awal tadi sehingga siswa bisa menjawab pertanyaan tadi dengan benar. Pertanyaan ini biasanya menuntut siswa untuk berpikir lebih tinggi, sifatnya menggali dan menuntun siswa sehingga semua informasi yang ada pada siswa akan membantunya menjawab pertanyaan awal.
  • Meminta siswa lain untuk memberi contoh atau jawaban lain yang mendukung jawaban sebelumnya sehingga jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi kompleks.
  • Guru memberikan penguatan atau tambahan jawaban guna memastikan kepada siswa bahwa kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran tersebut sudah tercapai dan mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran tersebut.

Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Probing Prompting

Kelebihan model pembelajaran probing prompting antara lain adalah sebagai berikut:

  • Mendorong siswa berfikir aktif
  • Memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas sehingga guru dapat menjelaskan kembali
  • Perbedaan pendapat antara siswa dapat dikompromikan atau diarahkan pada suatu diskusi
  • Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang ribut yang mengantuk kembali tegar dan hilang ngantuknya.
  • Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

Sedangkan kekurangan model pembelajaran probing prompting adalah sebagai berikut:

  • Siswa merasa takut, apalagi guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang melainkan akrab.
  • Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah dipahami siswa.
  • Waktu sering banyak terbuang apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua, atau tiga orang.
  • Jumlah siswa yang banyak tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.

Demikianlah pembahasan mengenai “Pembelajaran Probing Prompting” Pengertian – Langkah & ( Kelebihan – Kekurangan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: