“Pemberontakan PKI Madiun” Latar Belakang & ( Terjadinya )

Posted on
“Pemberontakan PKI Madiun” Latar Belakang & ( Terjadinya )
3.5 (70%) 2 votes

“Pemberontakan PKI Madiun” Latar Belakang & ( Terjadinya )

DosenPendidikan.Com – Untuk hal ini apakah kamu sudah mengetahui pembahasan mengenai pergolakan-pergolakan yang terjadi di dalam negeri… ??? Apakah yang menyebabkan pergolakan-pergolakan tersebut menjadi terjadi..?? Dalam hal ini semua pergolakan dalam negeri muncul karena masalah hubungan pusat dan daerah-daerah. Selain itu pergolakan juga muncul karena persaingan ideologis. Dalam pembahasan ini kamu akan dapat mempelajari pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948.

Pemberontakan PKI Di Madiun Tahun 1948

Adapun beberapa pembahasan mengenai pemberontakan PKI di Madiun ini mulai dari latar belakang hingga pada penumpasan pemberontakannya. Untuk lebih jelasnya simak saja pemaparannya dibawah ini.

Latar Belakang Pemberontakan PKI Di Madiun 1948

Setelah penandatanganan Persetujuan Renville, timbul pro dan kontra terhadap persetujuan tersebut. Pada waktu itu, Partai Masyumi dan PNI menarik diri dari kabinet. Masyumi dan PNI merupakan dua partai besar yang dimana pendukung kabinet yang dipimpin Amir Syarifuddin. Akibatnya, Kabinet Amir Syarifuddin jatuh. Kabinet baru pun dibentuk dengan Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri, akan tetapi partai-partai yang berhaluan sosialis-komunis tidak ikut dalam kabinet yang baru tersebut. Akibatnya terjadilah pertentangan yang makin tajam antara kelompok sosialis-komunis dan pendukung Kabinet Hatta.

Amir Syarifuddin menentang politik pemerintah, ia mendirikan Front Demokrasi Rakyat “FDR”, Front Demokrasi Rakyat ini terjadi dari organisasi-organisasi ekstrem kiri. Mereka melancarkan propaganda anti pemerintah, melakukan pemogokan dan pengacauan.

Terjadinya Pemberontakan PKI Di Madiun 1948

Golongan anti-pemerintah semakin kuat setelah Muso kembali dari Rusia, mereka berpendapat bahwa pimpinan nasional harus dikendalikan PKI. Gerakan anti-pemerintah memuncak dengan pecahnya pemberontakan PKI di Madiun.

Melalui pemberontakan PKI di Madiun, PKI sebenarnya berusaha merebut kekuasaan dan menjadikan Republik Indonesia sebagai negara komunis. Rencana perebutan kekuasaan diawali dengan demonstrasi, penculikan dan pembunuhan tokoh-tokoh yang dianggap musuh di kota Solo. Selain itu, kesatuan-kesatuan TNI saling diadu.

Pada tanggal 11 September 1948, terjadi bentrokan antara pasukan pro pemerintah RI “Divisi Siliwangi” dengan pasukan pro PKI “Divisi IV”. Untuk mengatasi keadaan, pemerintah mengangkat Kolonel Gatot Soebroto sebagai Gubernur Militer Surakarta dan sekitarnya “Semarang, Pati, dan Madiun”.

Pada tanggal 18 September 1948, PKI dapat menguasai daerah Madiun dan sekitarnya. Pada tanggal 19 September 1948, PKI mengumumkan pembentukan pemerintah baru. Selain di Madiun. PKI juga membentuk pemerintah baru di Pati, untuk mencapai tujuan politiknya, PKI tidak segan-segan menggunakan kekerasan dan kekejaman. Kekejaman yang dilakukan PKI bahkan diluar batas kemanusian, semua lapisan masyarakat menjadi korban keganasan mereka.

Setelah PKI menguasai Madiun, Presiden Soekarno mengambil tindakan tegas terhadap para pemberontak. Para perwira yang terlibat dalam pemberontakan PKI di Madiun dipecat. Ketegasan sikap Presiden Soekarno tersebut tampak dari bagian pidatonya yang ditujukan kepada rakyat Indonesia berikut:

“Rakyatku yang tercinta, atas nama perjuangan untuk Indonesia Merdeka, aku berseru kepadamu; pada saat yang begini genting di mana engkau dan kita sekalian mengalami percobaan yang sebesar-besarnya dalam menentukan nasib kita sendiri, bagimu ada pilihan antara dua; ikut Muso dengan PKI-nya yang akan membawa bangkrutnya cita-cita Indonesia Merdeka, atau ikut Soekarno-Hatta yang insya Allah dengan bantuan Tuhan akan memimpin Negara RI kita ke Indonesia yang merdeka, tidak dijajah oleh negeri apa pun juga”.

Penumpasan Pemberontakan PKI Madiun 1948

Dalam hal ini Operasi penumpasan pemberontakan PKI Madiun berakhir pada awal bulan Desember 1948. Operasi itu dilaksanakan oleh pasukan gabungan yang dipimpin Kolonel Gatot Subroto dari Jawa Tengah, Kolonel Sungkono dari Jawa Timur dan Pasukan Divisi III Siliwangi dari Jawa Barat. Muso tertembaj dalam pengejaran di Ponorogo, sedangkan Amir Syarifuddin tertangkap dan dihukum mati.

Demikianlah pembahasan mengenai “Pemberontakan PKI Madiun” Latar Belakang & ( Terjadinya ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...