“Pencemaran Lingkungan” Menurut UU No 4 Tahun 1982 & ( Contoh – Jenis )

Posted on
“Pencemaran Lingkungan” Menurut UU No 4 Tahun 1982 & ( Contoh – Jenis )
Rate this post

“Pencemaran Lingkungan” Menurut UU No 4 Tahun 1982 & ( Contoh – Jenis )

DosenPendidikan.Com – Untuk hal ini pencemaran lingkungan merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. Yang sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yaang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya “Undang-undang pokok pengelolaan lingkungan hidup No. 4 Tahun 1982”.

Pencemaran Lingkungan Menurut UU No 4 Tahun 1982

Yang ketentuan umum menurut undang-undang No 4 tahun 1982 sebagai berikut:

Undang-undang Pasal 1

Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:

  • Lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
  • Pengelolaan lingkungan hidup ialah upaya terpadi dalam pemanfaatan, penataan, pemelihraan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup.
  • Ekosistem ialah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
  • Daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup yang lainnya.
  • Sumber daya ialah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam hayati, sumber daya alam nonhayati dan sumber daya buatan.
  • Baku mutu lingkungan ialah batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi atau komponen yang ada atau harus ada atau unsur pencemar yang ditenggang adanya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.
  • Pencemaran lingkungan ialah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualiatas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
  • Perusakan lingkungan ialah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat-sifat fisik dan atau hayati lingkungan yang mengakibatkan lingkungan itu kurang atau tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan yang berkesinambungan.
  • Dampak lingkungan ialah perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh suatu kegiatan.
  • Analisis mengenai dampak lingkungan ialah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.
  • Konservasi sumber daya alam ialah pengelolaan sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbaharui menjamin kesinambungan persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.
  • Lembaga swadaya mesyarakat ialah organisasi yang tumbuh secara dewasa atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat dan berminat serta bergerak dalam bidang lingkungan hidup.
  • Pembangunan berwawasan lingkungan ialah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup.
  • Menteri ialah menteri yang ditugaskan mengelola lingkungan hidup.

Undang-undang Pasal 2

Lingkungan hidup Indonesia berdasarkan wawasan nusantara mempunyai ruang lingkup yang meliputi ruang, tempat Negara Republik Indonesia melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, serta yurisdiksinya.

Dalam hal ini peristiwa pencemaran lingkungan disebut dengan polusi, zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup.

Contohnya: Karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila:

  • Jumlahnya melebihi jumlah normal.
  • Berada pada waktu yang tidak tepat.
  • Berada pada tempat yang tidak tepat.

Sifat Polutan ialah:

  • Merusak untuk sementara, tetapi bila telah beraksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
  • Merusak dalam jangka waktu lam.

Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah, akan tetapi dalam jangka waktu lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Macam-Macam Pencemaran

Dalam hal ini menurut tempat terjadinya, untuk hal ini pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:

  • Pencemaran Udara
  • Pencemaran Air
  • Dan pencemaran tanah

Pencemaran Udara

Pencemaran udara dapat berupa gas dan partikel, contohnya sebagai berikut:

  • Gas HzS, Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
  • Gas CO dan COz, karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempuran dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-ganggu pernapasan. Selain itu, gas CO2 yang terlalu berlebihan dibumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat CO2 disebut juga sebagai efek rumah kaca.
  • Partikel SOZ dan No2, kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan, partikel padat misalnyua bakteri, jamur, virus, bulu dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
  • Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida bersama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang dan benih.

Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. Materi radioakstif ini akan terakumulasi di tanah, air, hewan, tumbuhan dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian pencemaran udara dinyatakan dengan ppm ” part per million” yanga rtinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.

Pencemaran Air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut:

  • Pembuangan limbah industri, sisa insektisida dan pembuangan sampah domestik, misalnya sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn dan Co dapat terakumulasio dan bersifat racun.
  • Sampah organik yang dibusukan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga menggangu aktivitas kehidupan oragnisme air.
  • Fosfat hasil pembusukan bersama ho3 dan pupuk pertanian terkumulasi dan menyenbabkan eutrofikasi yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga “Blooming alga”, akibatnya tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang.

Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpukan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minya sering terjadi. Banyak organisme akuatik yan g mati atau keracunan karenanya, untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat, pada organisme pemangsa yang lebih besar.

Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini:

  • Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca dan kaleng.
  • Detergen yang bersifat non bio degradable “secara alami sulit diuraikan”
  • Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

Demikianlah pembahasan mengenai “Pencemaran Lingkungan” Menurut UU No 4 Tahun 1982 & ( Contoh – Jenis ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...