Pengertian, 3 Bentuk Dan Faktor Serta Syarat Keberhasilan Integrasi Sosial

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Integrasi berasal dari (integration) Inggris yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial didefinisikan sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda satu sama lain dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki fungsi kompatibilitas.

Integrasi

Definisi lain dari integrasi adalah suatu kondisi di mana kelompok-kelompok etnis untuk beradaptasi dan menjadi komformitas terhadap kebudayaan mayoritas, tapi masih mempertahankan budaya mereka sendiri. Integrasi memiliki rasa kedua, yaitu :

  • Kontrol atas konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu.
  • Menciptakan keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.
  • Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika dikendalikan, digabung, atau dihubungkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.

Integrasi sosial membutuhkan sehingga orang tidak bubar meski menghadapi banyak tantangan, baik tantangan merupa fisik dan konflik yang terjadi di sosial budaya.

Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :

  • Masyarakat selalu terintegrasi dalam konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang mendasar (basic)
  • Masyarakat terpadu untuk berbagai anggota masyarakat serta anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Konflik antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan dinetralisir oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
  • Penganut konflik ditemukan masyarakat terintegtrasi pada paksaan dan karena saling ketergantungan antara berbagai kelompok.
  • Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial.

Bentuk-Bentuk Integrasi

Integrasi Instrumental

Adalah integrasi yang tampak secara visual dari adanya ikatan-ikatan sosial diantara individu-individu didalam masyarakat. Adapun cirri-ciri integrasi instrumental ialah :

  • Adanya norma atau kepentingan tertentu sebagai pengikat atau instrument.
  • Adanya keseragaman aktivitas keseharian.
  • Adanya keseragaman pakain.
  • Adanya tujuan tertentu yang disesuaikan dengan kepentingan kelompok.

Integrasi Ideologis

Adalah suatu bentuk integrasi yang tidak terlihat atau nampak secara visual yang terbentuk dari ikatan spiritual atau ideologis yang kuat dan mendasar melalui proses alamiah tanpa adanya suatu paksaan dan ikatan. Interaksi ieologis ini menggambarkan adanya kesepahaman dalam nilai-nilai, persepsi, serta tujuan diantara orang-orang yang terikat menjadi satu kesatuan sosial.

Ciri-ciri integrasi ini ialah sebagai berikut :

  • Adanya persamaan nilai-nilai yang mendasar yang terbentuk atas kehendak sendiri dan bukan atas dasar adanya ikatan atau paksaan.
  • Adanya persamaan persepsi, yakni suatu pandangan yang diilhami oleh nilai-nilai yang sama diantara anggota kelompok.
  • Adanya persamaan orientasi kerja diantara anggota kelompok.
  • Adanya tujuan yang sama yang mengacu pada prinsip-prinsip ideologis yang dianut.

Bentuk Integrasi Sosial

  • Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertaya ciri khas kebudayaan asli.
  • Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
  • Contoh : Sekaten, akulturasi antara budaya Jawa, Islam dan Hindu.

Faktor-Faktor Pendorong

Faktor Internal

  • Kesadaran diri sebagai makhluk sosial.
  • Tuntutan kebutuhan.
  • Jiwa dan semangat gotong royong.

Faktor External 

  • Tuntutan perkembangan zaman.
  • Persamaan kebudayaan.
  • Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama.
  • Persaman visi, misi, dan tujuan.
  • Sikap toleransi.
  • Adanya konsensus nilai.
  • Adanya tantangan dari luar.

Homogenitas Kelompok

  • Dalam masyarakat yang kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan mudah dicapai

Besar Kecilnya Kelompok

  • Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah.

Mobilitas Geografis

  • Adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi.

Efektivitas Komunikasi

  • Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.

Integrasi antara dua hati

Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

  • Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
  • Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.

Dikutip dari Sumber : wikipedia.org

Demikian Pembahasan Tentang Pengertian, 3 Bentuk Dan Faktor Serta Syarat Keberhasilan Integrasi Sosial Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀

Simak Selengkapnya link di bawah ini untuk mendapatkan informasi lain :