Pengertian Archaebacteria Dan Eubacteria Beserta Ciri Dan Perbedaannya

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Archaebacteria Dan Eubacteria merupakan nama pengelompokan untuk bakteri. Sebagai besar bakteri memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi dari biologi molekuler ditemukan adanya perbedaan pada RNA ribosom. Perbedaan itu dapat dijadikan dasar pembagian Archaebacteria dan Eubacteria Bakteri dan Cyannobacteria ialah sebagai contoh dari Eubacteria. Pembagian ini dilakukan dengan metode sequencing gen yang dilakukan oleh Woese dan kawan-kawan.

Archaebacteria Dan Eubacteria

Apabila kita amati dengan mikroskop kebanyakan bakteri memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi bukti biologi molekuler menunjukkan adanya perbedaan pada RNA ribosom. Pada ahli mikrobiologi bakteri menjadi dua yaitu Archaebacteria dan Eubacteria. Dengan metode skeunsing gen. woese dan kawan-kawan membagi kelompok bakteri menjadi Archaebacteria dan Eubacteria.

eubacteria dan archaebacteria

Pengertian Archaebacteria

Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana uniseluler mikroskopik, dinding sel bukan peptidoglikon dan secara biokimia berbeda dengan Eubacteria. Selain itu sifat Archaebacteria yang lain ialah bersifat anaerob, yang dapat hidup di sampah, tempat-tempat kotor, saluran pencernaan manusia dan hewan, halofil ekstrem, lingkungan bergaram, serta termoplastik pada suhu panas dan lingkungan asam. Archaebacteria dianggap sebagai nenek moyang dari bakteri yang ada saat ini.

Archaebacteria mencakup makhluk hidup autotrof dan heterotrof, Archaebacteria terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut.

  • Bakteri metanogen.
  • Halobakterium. Genus Halobacterium dan Halococcus mencakup bakteri yang halofil ekstrem, bersifat aerob dan heterotrof. Bakteri genus ini banyak ditemukan ditambak garam laut. Pada saat terjadi penggadaan sel dari halobakterium yang mengandung karotenoid, air akan berwarna merah intensif. Selain itu Halobakterium dan Halococcus dapat tumbuh optimum pada larutan NaCl 3,5 hingga 5 molar serta mampu memanfaatkan energi cahaya untuk metabolism tubuhnya.
  • Bakteri termo-asidofil dalam kelompok ini terhimpun Archaebacteri yang bersifat nonmetanogen yang berbeda-beda. Didalamnya juga terdapat wakit autotrof dan heterotrof, asidofil ekstrem, neurofil serta aerob dan anaerob.

Pengertian Eubacteria

Eubacteria merupakan bakteri yang bersifat prokariot inti dan organelnya tidak mempunyai membrane, bersifat uniseluler, bersifat mikroskopik serta memiliki dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. Selnya dapat berbentuk bulat atau batang yang lurus terpisah-pisah atau membentuk koloni berupa rantai serta bertindak sebagai decomposer pengurai. Bakteri ini hidup secara parasit dan patogenik.

Akan tetapi ada pula yang bersifat fotosintetik dan kemoautotrof. Eubacteria menjadi unsure yang sangat penting dalam proses daur ulang nitrogen dan eleman lain. Selain itu beberapa Eubacteria dapat dimanfaatkan dalam proses industri. Eubacteria terbagi menjadi enam filum yaitu bakteri ungu, bakteri hijau, bakteri gram positif. Spirochaet, prochlorophyta dan Cyanobacteria.

Beberapa Eubacteria bergerak secara peritrik atau tidak bergerak. Beberapa kelas dalam Eubacteria ialah sebagai berikut.

Kelas Azotobacteraceae

Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri kela Azotobacteraceae ialah sel berbentuk batang, hidup bebas didalam tanah mirip sel khamir dan pada kondisi aerob dapat menambah N misalnya Azotobacter Chlorococcum, Azotobacter indicus dan Azotobacter agilis.

Kelas Rhizobiaceae

Ciri-ciri bakteri kelas Rhizobiaceae ialah sel berbentuk batang atau bercabang, bersimbiosis denga legominosae, membentuk bintil akar dan mengonversi nitrogen udara yang dapat bermanfaat bagi tumbuhan leguminosae misalnya Rhizobium leguminosarum membentuk bintil akar pada akar lathyrus Pisum Vicia : Rhizobium japonicum pada kedelai : Agrobacterium tumefaciens menimbulkan pembengkakan pada akar pohon.

Kelas Micrococcaceae

Ciri-ciri bakteri kelas Micrococcaceae ialah sel berbentuk peluru, berbentuk koloni tetrad serta kubus dan massa tidak beraturan. Contohnya Sarcia dan Staphyloccus aureus yang bersifat pathogen serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Kelas Enterobacteriaceae

Eubacteria yang terdapat dalam kelas Enterobacteriaceae dapat menimbulkan fermentasi anaerobic pada glukosa atau laktosa, hidup sebagai decomposer pada serasah atau pathogen pada manusia, juga pada saluran pernapasan dan saluran kencing Vertebrata. Contohnya E.coli yang terdapat di usus besar manusia dan Vertebrata : Salmonela typhosa yaitu pathogen penyebab penyakit tifus serta Shigella dysenteriae penyebab disentri.

Kelas Lactobacillaceae

Sel Lactobacillaceae berbentuk peluru dan dapat menimbulkan fermentasi asam laktat contohnya, Lactobacillus caucasicus yang membantu pembuatan yogurt, Streptococcus pyogenes yang dapat menimbulkan nanah atau keracunan darah pada manusia serta Diplococcus pneumonia sebagai penyebab pneumonia.

Sel Bacillaceae berbentuk batang dan berfungsi sebagai pembentuk endospora misalnya Bacillus antraks penyebab penyakit antraks dan Clostridium pasteurianum yaitu bakteri anaerob penambat N2.

Kelas Neisseriaceae

Sel Neisseriaceae berbentuk peluru dan umumnya berpasangan misalnya Neisseria meningitidia yaitu bakteri penyebab meningitis. Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit kencing nanah serta Veillonella parvula berada dimulut dan saluran pencernaan manusa dan hewan.

Perbedaan Menurut Jenis Dan Sifatnya

Eubecteria dapat dibedakan menurut jenis dan sifatnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dibawah ini.

Eubacteria Positif

Actinomycetes

merupakan sel memanjang mirip hifa, memiliki peptidoglikon, inti tidak berselaput, merupakan decomposer pada bahan organic tanah sebagian merupakan penghasil antibiotika dan penyebab penyakit paru-paru pada manusia dan hewan.

Bakteri Asam Laktat

Penghasil asam laktat dan membantu fermentasi.

Clostridia

Bersifat anaerob dan merupakan penyebab penyakit tetanus.

Mycobacteri

Mengandung substansi wax pada dinding sel dan penyebab TBC ( Mycobacterium tuberculosis ) dan kusta ( mycobacterium leprac )

Staphylococci

Dapat hidup dimulut atau alat pencernaan manusia dan beberapa hewan, penyebab karies gigi, demam dan rematik.

Streptococci

Dapat hidup disekitar mulut dan alat pencernaan manusia dan hewan penyebab demam, karies gigi dan rematik.

Eubacteria Negatif

Azotobacteria

Sel berbentuk bulat, batang atau koloni hidup ditanah, pada keadaan aerob dapat menambat N2.

Cynobacteria

Blue algae, fotosintetik pada koloni tanah becek dan beberapa jenis dapat menambah nitrogen.

Enterobactin

Decomposer dan pathogen pada manusia misalnya E.coli

Myxobacteria

Mengeluarkan lendir

Rhizobium

Hidup bersimbiosis dengan leguminosae dan dapat menambat N2 di udara.

Ricketsia

Berbentuk batang yang sangat kecil, bersifat patogen bagi manusia dan hewan inang perantaranya adalah Arthropoda.

Peudomonas

Bersifat heterotrof, penghasil pigmen nonfotosintesis penyebab penyakit pada tumbuhan, hewan dan manusia.

Vibrio

Hidup diair laut dan penyebab penyakit kolera.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Archaebacteria Dan Eubacteria Beserta Ciri Dan Perbedaannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Pengertian Archaebacteria Dan Eubacteria Beserta Ciri Dan Perbedaannya
Shares