Asas Kewarganegaraan
Asas Kewarganegaraan

Pengertian Asas Kewarganegaraan Indonesia Menurut UUD

Posted on
Pengertian Asas Kewarganegaraan Indonesia Menurut UUD
5 (100%) 2 votes

Dosenpendidikan.Com – Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh hukum sebagai warga negara Republik Indonesia. Orang ini akan diberikan kartu identitas oleh Kabupaten atau (khusus Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk / warga.

Orang ini akan diberikan nomor identifikasi unik (Nomor Identitas, NIK) ketika ia berusia 17 tahun dan terdaftar di kantor-kantor pemerintah. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tatanan hukum internasional.

Asas Kewarganegaraan
Asas Kewarganegaraan

Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Menurut hukum ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah :

  1. Setiap orang yang sebelum berlakunya hukum (UU) Tersebut sudah menjadi warga negara.
  2. Seorang Anak yang lahir dari pernikahan yang sah dari ayah dan ibu WNI.
  3. Seorang Anak yang lahir dari pernikahan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga Negara Asing (WNA), atau sebaliknya.
  4. Seorang Anak yang lahir dari pernikahan yang sah dari seorang Ibu WNI dan seorang Ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan hukum atau negara asal Ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak.
  5. Seorang anak yang lahir dalam jangka waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal karena perkawinan yang sah, dan ayahnya adalah WNI
  6. Seorang anak yang lahir di luar pernikahan sah dari Ibu WNI.
  7. Seorang anak yang lahir di luar pernikahan sah dari ibu WNA diakui oleh ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan nya dilakukan sebelum anak berusia 18 tahun atau belum menikah.
  8. Seorang anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia dan pada saat lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  9. Seorang anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah Negara Republik Indonesia selama Ayah dan Ibu yang tidak diketahui
  10. Seorang anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibu tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
  11. Seorang anak yang lahir di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan Negara di mana anak tersebut di lahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anakyang bersangkutan.
  12. Seorang anak dari ayah atau ibu yang telah diberikan permohonan kewarganegaraan, dan ayah atau ibu meninggal sebelum menyatakan  sumpah kesetiaan.

Selain itu, dikenal juga sebagai warga negara jika :

  • Seorang anak WNI lahir di luar pernikahan yang sah, namun 18 tahun dan belum menikah, diakui secara sah oleh ayahnya yang merupakan warga Negara asing.
  • Seorang anak WNI yang usianya kurang dari 5 tahun, yang ditunjuk secara sah sebagai anak oleh orang asing yang didasarkan pada penentuan pengadilan.
  • Anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun atau belum menikah, terletak dan berada di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
  • Seorang anak WNA yang yang usianya belum ada 5 tahun dan diangkat anak secara sah menurut  perintah pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi berikut :

  1. Anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun atau belum menikah, terletak dan berada di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
  2. Anak-anak warga Negara asing yang memiliki usia sebelun lima tahun yang secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga Negara Indonesia.

Selain akuisisi kewarganegaraan seperti yang disebutkan di atas, tidak tertutup kemungkinan akuisisi kewarganegaraan Republik Indonesia melalui proses naturalisasi.

Warga negara asing yang secara hukum menikah dengan warga negara Indonesia dan telah tinggal di wilayah Republik Indonesia setidaknya lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut dapat memberikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan pejabat yang berwenang, yang tersedia tidak menghasilkan kewarganegaraan ganda.

Berbeda dengan UU Kewarganegaraan sebelumnya, UU Kewarganegaraan tahun 2006 memungkinkan dwikewarganegaraan secara terbatas, yaitu untuk anak usia sampai dengan 18 tahun dan belum menikah.

Untuk panduan lebih lanjut mengenai hal ini dicantumkan pada Peraturan Pemerintah no. 2 tahun 2007.

UU ini terlihat bahwa secara prinsip Republik Indonesia menganut prinsip ius sanguinis ditambah dengan ius soli terbatas (lihat poin 8-10) dan kewarganegaraan ganda terbatas (poin 11).

Asas Kewarganegaraan

Asas Kewarganegaraan adalah dalam pemikiran untuk menentukan apakah atau tidak seseorang datang dan menjadi anggota / warga negara.

Adapaun prinsip yang dianut dalam Undang-Undang No. 12 tahun 2006 adalah sebagai berikut:

  • Asas Ius Soli (Low of The Soli) Adalah prinsip yang menentukan kewarganegaraan dengan negara kelahirannya.
  • Asas Ius Sanguinis ( Law of The Blood) Adalah penentuan kewarganegaraan oleh keturunan/pertalian darah. Itu adalah penentuan kewarganegaraan berdasarkan kebangsaan orang tua tidak didasarkan pada negara kelahiran.
  • Asas Kewarganegaraan Tunggal Adalah prinsip yang menentukan kewarganegaraan untuk semua orang.
  • Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas Adalah prinsip menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.

Asas Kewarganegaraan lain

Selain asas-asas yang disebutkan di atas, beberapa asas yang juga merupakan dasar untuk penyusunan UndanUndang tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia

  • Asas kepentingan nasional yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamanakn kepentingan nasional Indonesia, yang bertekad untuk mempertahankan kedaulatan badan negara yang memiliki cita-cita.
  • Asas perlindungan maksimum adalah Asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apa pun baik di dalam Negri dan di luar Negeri.
  • Asas persamaan di depan hukum dan pemerintahan adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia untuk perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
  • Asas kebenaran substantif adalah prosedur orang naturalisasi tidak hanya secara administratif, tetapi substansi juga dan persyaratan permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  • Asas nondiskriminatif adalah asaa tidak membedakan perlakuan non-diskriminatif dalam segala hal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku, ras, agama, dan jenis kelamin.

Cara mendapatkan kewarganegaraan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 telah disebutkan beberapa cara untuk mendapatkan kewarganegaraan RI.

  • Memenuhi persyaratan naturalisasi RI.
  • Mengajukan permohon naturalisasi secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan materai kepada Presiden melalui menteri diumumkan kepada para pejabat.
  • Menyerahkan dokumen imigrasi ke kantor imigrasi dalam waktu 14 hari kerja setelah sumpah atau pernyataan jamji setia.
  • Menteri mengumumkan nama-nama orang yang telah memperoleh kewarganegaraan dalam Berita Negara RI.

Kehilangan Kewarganegaraan RI

Di bawah Undang-Undang No. 12 tahun 2006 seseorang warga negara Indonesia akan kehilangan kewarganegaraan mereka jika mereka memenuhi hal-hal berikut :

  • Memilih kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.
  • Tidak menolak dan tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sementara orang yang bersangkutan memiliki kesempatan untuk itu.
  • Masuk pasukan asing resmi tanpa persetujuan dari presiden.
  • Sukarela memasuki dinas luar negeri.
  • Berpartisipasi dalam sesuatu yang konstitusional pemilu ke luar negeri.

Follow Juga Ya Link Di Bawah Ini :

Demikian Ulasan Pengertian Asas Kewarganegaraan Indonesia Menurut UUD Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com 😀