Bibliografi
Bibliografi

Pengertian Bibliografi Menurut Ahli Bahasa Indonesia

Posted on

Pengertian Bibliografi Menurut Ahli Bahasa Indonesia – Yang dimaksud dengan bibliografi atau daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi seorang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana, seorang calon sarjana, atau seorang cendekjawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.

Bibliografi
Bibliografi

Melalui daftar kepustakaan yang disertakan pada akhir tulisan itu, para sarjana atau cendekiawan dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai pertalian dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak.

Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula horison pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu. Dalam bab mengenai pengumpulan dan pengolahan data sudah diuraikan pula bagaimana caranya mempergunakan kepustakaan, serta bagaimana caranya mengumpulkan data-data yang diperlukan melalui kartu-kartu tik.

Dalam hubungan ini, cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data-data itu (yaitu mempergunakan kartu tik yang berukuran 10 x 12,5 cm) dapat dipergunakan puia untuk mencatat segala keterangan yang diperlukan mengenai bahan kepustakaan tersebut.

Dengan demikian pada saatterakhir, ketika penuiissiap dengan naskahnya, khususnya pada waktu ia ingin menyusun Daftar Bibliografi atau Daftar Kepustakaan — sebagai salah satu syarat yang mutlak daiam menyusun kelengkapan suatu karya ilmiah — ia tidak akan menemui kesulitan iagi. Semua bahan sudah tersedia pada kartu- kartu tiktadi.

Fungsi Bibliografi

Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada surnber dari pemyataan atau ucapan yang dipergunakan daiam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat, di mana pembaca dapat menernukan pemyataan atau ucapan itu.

Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya, harus dicantumkan pula nomorhalaman di mana pemyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya untuk sebuah bibliografi harus memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain.

Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dari segi lain, yaitu ia berfungsi sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki.

Mengapa bibliografi itu dapat pula dilihat sebagai pelengkap?

Karena bila seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya daiam bibliografi. Daiam bibliografi ia dapat mengetahui keterangan- keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

Unsur-Unsur Bibliografi

Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiiografi itu, tiap penulis harus tahu pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibiiografi adalah:

  • Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
  • JudulBuku, termasukjudul tambahannya.
  • Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid, dan tebal (jumiah halaman) buku tersebut.
  • Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

Ada penulis yang memberikan suatu daftar bibiiografi yang panjang bagi karya yang ditulisnya. Namun untuk penulisan karya- karya pada taraf permulaan cukup kalau diusahakan suatu daftar kepustakaan dari buku-buku yang dianggap penting, dan sungguh- sungguh diambil sebagai pertimbangan atau dijadikan dasar orientasi bahan-bahan karya tulis itu.

Jika daftar bibliografinya Lebih panjang, Maka biasanya akan dibuat daftar berdasarkan klasifikasinya. Ada yang membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, artikel ensiklopedi, harian, dll. Ada juga yang membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang digarap : buku-buku atau referensi dasar, bibiiografi pelengkap.

Persoalan lain yang perlu ditetapkan juga dalam hubungan dengan bibiiografi adalah:

Di mana harus ditempatkan daftar kepustakaan itu?

Bila karangan tidak terlalu panjang, misalnya skripsi, maka cukup dibuat sebuah daftar bibiiografi pada akhir karangan itu. Tetapi bukunya sangat tebal, serta tiap bab cukup banyak bahan-bahan referensinya, maka dapat diusahakan sebuah bibiiografi untuk tiap bab. Dalam hal terakhir ini ada kemungkinan bahwa sebuah karya dapat disebut berulang kali dalam bab-bab berikutnya.

Bentuk Bibliografi

Cara penyusunan bibliografi tidak seragam bagi semua bahan referensi, tergantung dari sifat bahan referensi itu.

Cara menyusun bibliografi untuk buku agak berlainan dari majalah, dan majalah agak berlainan dari harian, serta semuanya berbeda pula dengan cara menyusun bibliografi yang terdiri dari manuskrip-manuskrip yang belum diterbitkan, seperti tesis dan disertasi. Walaupun terdapai perbedaan antara jenis-jenis kepustakaan itu, namun ada tiga hal yang penting yang selalu harus dicantumkan ya.itu: perigarang, judul, dan data-data publikasi.

Bibliografi disusun menurut urutan alfabetis dari nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar- gelar jika ada. Jarak antara baris dengan baris adalah spasi rapat.

Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal, dimulai dari pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua, ketiga dan seterusnya dari tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang memper- gunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinea baru).

Bila ada dua karya atau lebih ditulis oleh pengarang yang sama, maka penguiangan namanya dapatditiadakan dengan menggantikannya dengan sebuah garis panjang, sepanjang lima atau tujuh ketikan, yang disusul dengan sebuah titik. Ada juga yang menghenndaki panjangnya garis sesuai nama pengarang.

Namun hal terakhir ini akan mengganggu dari segi estetis, karena nantinya ada garis yang pendek ada juga garis yang panjang sekali, terutama kalau nama pengarang itu panjang, atau karena ada dua tiga nama pengarang.

Demikian Ulasan Tentang Pengertian Bibliografi Menurut Ahli Bahasa Indonesia Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com 😀