Sampah Organik Dan An-Organik
Sampah Organik Dan An-Organik

Pengertian Dan 10 Jenis Sampah Organik Serta An-Organik

Posted on
Pengertian Dan 10 Jenis Sampah Organik Serta An-Organik
3.67 (73.33%) 3 votes

Pengertian Dan 10 Jenis Sampah Organik Serta An-Organik – Sampah adalah bahan sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah diklasifikai oleh manusia menurut derajat kegunaanya, dalam proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, hanya produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam berlangsung. Namun, karena dalam kehidupan manusia, lingkungan didefinisikan konsep limbah dapat dibagi menurut jenis.

Sampah Organik Dan An-Organik
Sampah Organik Dan An-Organik

Jenis-jenis Sampah

Berdasarkan sumbernya

  • Sampah alam
  • Sampah manusia
  • Sampah konsumsi
  • Sampah nuklir
  • Sampah industri
  • Sampah pertambangan

Berdasarkan sifatnya

  • Sampah organik – dapat diurai (degradable)

Sampah organik, sampah yang membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diproses lebih lanjut menjadi kompos.

  • Sampah anorganik – tidak terurai (terdegradasi)

Sampah anorganik, yang tidak mudah terurai sampah, seperti plastik wadah kemasan makanan, kertas, mainan plastik, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Limbah ini dapat digunakan sebagai sampah komersial atau sampah menjadi produk laiannya dijual. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah kemasan makanan, botol dan minuman gelas kosong, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, atau karton.

Berdasarkan bentuk

Sampah adalah bahan baik padat atau cair yang tidak lagi digunakan dan dibuang. Menurut bentuk limbah dapat dibagi sebagai:

Limbah padat

Limbah padat adalah bahan limbah selain kotoran manusia, urine dan limbah cair.

Mungkin termasuk limbah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, logam, kaca dan lain-lain.

Menurut bahan limbah ini digolongkan menjadi sampah organik dan anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput dalam waktu pembersihan kebun dan sebagainya.

Sampah cair

Limbah hitam: (kotoran manusia) adalah istilah yang digunakan untuk hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Kotoran manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana pengembangan) penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Salah satu perkembangan utama dalam dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui kotoran manusia dengan cara higienis hidup dan sanitasi. Termasuk pengembangan teori pipa distribusi (pipa). Kotoran manusia dapat dikurangi dan digunakan kembali misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

Sampah Konsumsi

Sampah sampah konsumsi yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain, adalah sampah dibuang ke tempat sampah. Ini adalah tempat sampah orang biasa. Namun demikian, jumlah sampah kategori ini masih jauh lebih kecil dari limbah yang dihasilkan dari pertambangan dan proses industri.

Limbah radioaktif

Limbah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir uranium dan thorium menghasilkan sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan manusia.

Oleh karena itu, limbah nuklir disimpan dalam tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang ditunjuk tempat biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (meskipun jarang, tapi kadang-kadang masih melakukannya).

Senyawa anorganik

Senyawa anorganik didefinisikan sebagai senyawa di alam (dalam tabel periodik), yang umumnya membuat bahan / benda mati.

Semua senyawa yang berasal dari organisme hidup diklasifikasikan menjadi senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. Pada waktu itu diyakini bahwa senyawa organik hanya dapat terjadi oleh pengaruh kekuasaan yang dimiliki makhluk (kekuatan vital atau vis vitalis) hidup.

Dengan keberhasilan Friedrich Wohler dalam membuat urea (senyawa organik) dari amonium sianat (senyawa anorganik) pada tahun 1828, maka keyakinan pengaruh kekuatan vital dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah. Dalam perkembangan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa di antara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan mengenai hukum kimia yang berlaku.

Bahkan di antara senyawa organik dan senyawa anorganik tidak ada perbedaan penting karena senyawa kimia, tetapi penelitian mengangkat masih dianggap dipisahkan dalam cabang tertentu kimia.

Secara garis besar, alasan yang mendasari pemisahan bidang studi kimia organik dan kimia anorganik adalah :

  • Jumlah senyawa organik jauh lebih dari senyawa anorganik.
  • Semua senyawa organik yang mengandung atom karbon, yang memiliki keunikan dalam hal kemampuannya untuk membentuk rantai atom karbon dengan satu sama lain, dan memiliki sifat yang khas.
Sumber : https://id.wikipedia.org/

Baca Juga Artikel Lainnya Tentang Pendidikan Klik Link Di Bawah Ini :

Demikian Pembahasan Tentang Pengertian Dan 10 Jenis Sampah Organik Serta An-Organik Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀