Dampak Limbah
Dampak Limbah

Pengertian Dan 100 Dampak Negatif Limbah Serta Pengolahannya

Posted on

Pengertian Dan 100 Dampak Negatif Limbah Serta Pengolahannya – Limbah adalah yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). di mana orang tinggal, ada berbagai jenis limbah akan dihasilkan. ada sampah, tidak ada kakus air (air hitam), dan ada air limbah dari kegiatan domestik lainnya (grey water).

Dampak Limbah
Dampak Limbah

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak diinginkan kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. bila dilihat secara kimia, limbah ini terdiri dari senyawa kimia organik dan senyawa anorganik. dengan konsentrasi tertentu dan kuantitas, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu untuk penanganan sampah. tingkat keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bahaya tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Karakteristik Limbah

  • Berukuran mikro
  • Dinamis
  • Dampak yang luas (penyebaran)
  • Dampak jangka panjang (antar generasi)

Limbah Industri

Berdasarkan karakteristik dari limbah industri dapat divwangsitd menjadi empat bagian, yaitu:

  • Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan padat. Limbah, bahan sampah organik, dan bahan limbah anorganik.
  • Limbah padat.
  • Limbah gas dan partikel.

Polusi udara proses semua spesies kimia yang dimasukkan atau masuk ke atmosfer adalah “bersih” disebut kontaminan. kontaminan pada konsentrasi cukup tinggi untuk menimbulkan dampak negatif pada penerima (reseptor), ketika hal ini terjadi, kontaminan disebut kontaminan (polutan) udara .cemaran diklasifihasikan menjadi dua kategori menurut bagaimana kontaminan masuk atau dimasukkan ke atmosfer, yaitu:

  • Polutan primer dan kontaminasi sekunder. kontaminan utama adalah kontaminan yang dipancarkan langsung dari sumber kontaminasi.
  • Kontaminasi sekunder adalah kontaminasi yang dibentuk oleh proses kimia di atmosfer.

Sumber kontaminasi dari aktivitas manusia (antropogenik) adalah kendaraan bermotor, fasilitas, pabrik, instalasi atau kegiatan yang memancarkan polutan udara primer ke atmosfer. ada dua kategori, yaitu sumber antropogenik: sumber tetap (sumber alat tulis) seperti: menghasilkan energi listrik dengan bahan bakar fosil, pabrik, rumah tangga, jasa, dll dan sumber empate beroda Kendaraan (Kendaraan beroda sumber empate) seperti truk, bus, pesawat terbang, dan kereta api.

Pengolahan limbah

Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan kontaminan, dan frekuensi pembuangan limbah. untuk mengatasi hal ini pengolahan sampah dan penanganan sampah diperlukan. dasarnya pengolahan limbah dapat divinspirasid ke :

  • Pengolahan sesuai dengan tingkat pengobatan
  • Pengolahan sesuai dengan karakteristik limbah

Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. layanan sanitasi tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk layanan provinspirasid oleh pihak lain. ada juga layanan sanitasi harus provinspirasid oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya.

Layanan air limbah domestik

Pelayanan sanitasi untuk menangani limbah air toilet. jamban yang layak harus memiliki akses ke air dan penanganan udara bersih unit cukup terhubung ke kakus benar. jika jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat harus memiliki akses ke jamban atau toilet bersama.

Layanan limbah padat

Layanan ini dimulai dengan lug sampah dan pengumpulan sampah. koleksi dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan pembuangan sementara (tps), tempat pembuangan sampah (TPA), atau fasilitas pengolahan limbah lainnya. di beberapa daerah resinspirasintial, layanan sampah dikembangkan untuk mengatasi secara kolektif oleh masyarakat. beberapa melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan termasuk kompos dan pengumpulan upaya layak bahan daur ulang.

Layanan drainase Lingkungan

Adalah badai manajemen limpasan air menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan terus limpasan air dan mengalihkannya ke badan air penerima. saluran drainase dimensi harus cukup besar untuk menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan bebas dari sampah.

Penyediaan air bersih di pemukiman perlu tersedia secara terus-menerus dalam jumlah yang cukup, karena air bersih sangat berguna di masyarakat.

Lima kontaminan utama yang secara total menyumbang lebih dari 90% dari polusi udara global adalah:

  • Monoxwangsit karbon (co),
  • Oxwangsits nitrogen (NOx),
  • Hidrokarbon (hc),
  • Oxwangsits sulfur (sox)
  • Partikulat.

Selain kontaminan utama adalah kontaminan sekunder yang kontaminasi yang provwangsits dampak sekunder pada komponen lingkungan atau kontaminan yang dihasilkan sebagai hasil dari transformasi kontaminan utama ke dalam bentuk yang berbeda dari kontaminasi. ada beberapa kontaminasi sekunder yang dapat menyebabkan dampak yang signifikan baik secara lokal, regional dan global, yaitu:

  • Co2 (carbon monoxwangsit),
  • Polusi asap (asap) atau asap (kabut asap),
  • Hujan asam,
  • CFC(chloro-fluoro-karbon/reon),
  • CH4 (metana).

B3 (bahan berbahaya dan beracun)

Limbah berbahaya dan beracun (B3) adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung B3. Sementara itu, sebagaimana didefinisikan dalam hukum 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan adalah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah zat, energi, atau komponen lain karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung secara tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan, Membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Yang meliputi antara limbah B3 lainnya adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, proses, dan kapal minyak yang digunakan memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih dari karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, beracun, infeksi, korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui sebagai limbah B3.

Identifikasi Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) berdasarkan jenis, sumber dan karakteristik.

Jenis limbah B3 menurut jenis meliputi :

  • Jenis B3 Padat
  • Jenis B3 Fluid
  • Jenis B3 Gas

Jenis B3 oleh sumber meliputi :

  • Limbah B3 dari sumber tidak spesifik;
  • Limbah B3 dari sumber spesifik;
  • Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, mantan kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

Karakteristik limbah B3

Limbah peledak adalah limbah pada suhu dan tekanan standar 25°C, 760 mm Hg dapat meledak atau melalui reaksi kimia atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.

Limbah yang mudah terbakar adalah limbah yang memiliki salah satu sifat berikut :

  • Limbah cair yang mengandung a1kohol kurang dari 24% volume atau titik nyala tidak lebih dari60 ° C (140 OF) akan menyala ketika terjadi kontak dengan api, percikan atau sumber pengapian lainnya pada tekanan udara 760 mmHg.
  • Limbah yang tidak cair, yang pada suhu dan tekanan standar 25°C, 760 mm Hg dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran melalui gesekan, penyerapan uap air atau bahan kimia spontan perubahan dan jika bisa menimbulkan kebakaran menyala terus-menerus.

Sebuah limbah bertekanan yang mudah terbakar.

Limbah oksidasi

Limbah beracun adalah limbah yang mengandung polutan yang beracun bagi manusia atau lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau penyakit yang serius jika masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut. Penentuan toksisitas untuk identifikasi limbah ini dapat menggunakan konsentrasi baku mu tu TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedure) polutan organik dan anorganik dalam limbah.

Jika limbah mengandung polutan yang terkandung satu, dengan konsentrasi sama atau lebih besar dari nilai dalam Lampiran II, sampah adalah limbah B3. Jika nilai ambang kontaminan tidak ditemukan dalam Lampiran II selanjutnya dilakukan uji toksikologi.

Limbah yang menyebabkan infeksi

Bagian tubuh manusia diamputasi dan cairan dari tubuh manusia terkena infeksi, limbah laboratorium atau limbah lainnya yang terinfeksi kuman yang dapat ditularkan .Limbah berbahaya karena mengandung bakteri seperti hepatitis dan kolera menyebar ke pekerja, pembersih jalan, dan masyarakat di tentang lokasi pembuangan sampah

Limbah korosif adalah limbah yang memiliki salah satu sifat berikut :

  • Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit.
  • Menyebabkan korosi pelat baja (SAE 1020) dengan laju korosi lebih besar dari 6,35 mm/tahun dengan temperatur pengujian 55 °C.
  • Memiliki pH sama atau kurang dari 2 untuk limbah asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk alkaline.
  • Limbah reaktif adalah limbah yang memiliki salah satu sifat berikut:
  • Sampah yang dalam keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan.
  • Limbah yang dapat bereaksi dengan air
  • Limbah yang apabila dicampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan gas, uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Sianida merupakan limbah, sulfida atau amonia yang pada kondisi pH antara 2 dan 12,5 dapat menghasi1kan gas, uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Limbah yang dapat dengan mudah meledak atau bereaksi pada suhu dan tekanan standar 25°C, 760 mmHg.
  • Limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau peroksida organik limbah yang tidak stabil pada suhu tinggi.

Dampak terhadap Kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang tidak memadai pembuangan sampah yang tidak terkontrol cocok untuk beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menularkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat timbul adalah sebagai berikut :

  • Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari pengelolaan limbah yang tidak tepat dapat dicampur dengan air.
  • Dengue (demam berdarah) juga dapat meningkatkan pesat di bidang pengelolaan sampah tidak memadai.
  • Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).

Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan.

  • Salah satu contoh adalah penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia).

Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang melalui makanan berupa makanan limbah/sampah.

Limbah beracun

Telah dilaporkan bahwa di Jepang sekitar 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi merkuri (Hg). Merkuri ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Dampak Terhadap Lingkungan

Rembesan cairan limbah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan hilang, hal ini mengakibatkan perubahan ekosistem perairan biologis. Dekomposisi sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain kurang bau gurih, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.

Dampak Terhadap Sosial dan Ekonomi Keadaan

  • Pengelolaan limbah yang buruk akan membentuk lingkungan yang kurang menguntungkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah berserakan di mana-mana.

Sebuah dampak negatif pada pariwisata

  • Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Yang penting di sini adalah pembiayaan meningkat langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan tidak langsung (absensi, produktivitas yang rendah).
  • Pembuangan limbah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas
  • Pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.

Baca Juga Artikel Lainnya Tentang Pendidikan Klik Link Di Bawah Ini :

Demikian Ulasan Tentang Pengertian Dan 100 Dampak Negatif Limbah Serta Pengolahannya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀